Aklamasi! Dr. H. Apriyadi Resmi Nahkodai IKA Muba 2026–2030, Siapkan Program Rumah Singgah

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Ikatan Keluarga Musi Banyuasin (IKA Muba) resmi memasuki babak baru kepemimpinan. Melalui Musyawarah IKA Muba yang berlangsung di Hotel Swarna Dwipa, Palembang, Sabtu (4/7/2026), Dr. H. Apriyadi, M.Si. terpilih secara aklamasi sebagai Ketua IKA Muba periode 2026–2030.

Terpilihnya Apriyadi menandai berakhirnya masa kepemimpinan H. Fahcrudin Khalik yang telah memimpin organisasi paguyuban masyarakat Musi Banyuasin tersebut selama periode 2022–2026. Saat ini, Apriyadi juga mengemban amanah sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan.

Musyawarah berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dengan dihadiri para tokoh masyarakat, sesepuh, pengurus, serta anggota IKA Muba. Kesepakatan bulat peserta yang menetapkan Apriyadi secara aklamasi mencerminkan harapan besar agar organisasi semakin solid dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Musi Banyuasin yang bermukim di Palembang.

Dalam sambutannya, Ketua IKA Muba periode sebelumnya, H. Fahcrudin Khalik, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota atas dukungan yang diberikan selama masa kepemimpinannya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena pelaksanaan musyawarah sempat mengalami penundaan akibat padatnya agenda organisasi maupun kegiatan keagamaan selama beberapa bulan terakhir.

Menurut Fahcrudin, sepanjang empat tahun memimpin IKA Muba, kepengurusan lebih memfokuskan diri pada kegiatan sosial serta mempererat hubungan kekeluargaan antarwarga Musi Banyuasin yang tinggal di Palembang.

Baginya, keberadaan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya program kerja, tetapi sejauh mana mampu menghadirkan kepedulian di tengah masyarakat.

“Hal terpenting bagi saya adalah bagaimana masyarakat Muba di Palembang saling mengenal, saling membantu ketika ada yang sakit, tertimpa musibah, ataupun membutuhkan pertolongan. Itulah yang menjadi fokus utama kepengurusan kami,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa dinamika politik menjelang pelaksanaan Pilkada sempat memengaruhi aktivitas organisasi. Meski demikian, Fahcrudin menegaskan bahwa sejak awal berdiri, IKA Muba bukanlah organisasi politik, melainkan wadah silaturahmi yang mengedepankan kebersamaan seluruh masyarakat Musi Banyuasin tanpa membedakan latar belakang.

Sementara itu, Penasehat IKA Muba, Chairudin Yusuf, berharap kepengurusan yang baru dapat memperkuat tata kelola organisasi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi serta menjalankan roda organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Menurutnya, seluruh anggota harus memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan masukan demi kemajuan organisasi. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga aset-aset yang telah dimiliki IKA Muba agar dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan anggota.

“Kami ingin IKA Muba benar-benar menjadi rumah besar masyarakat Musi Banyuasin. Demokrasi organisasi harus terus dijaga agar organisasi semakin sehat, kuat, dan diperhitungkan,” katanya.

Usai ditetapkan sebagai ketua secara aklamasi, Apriyadi menyatakan siap menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. Ia mengajak seluruh tokoh masyarakat, sesepuh, pengurus, serta anggota IKA Muba untuk bersama-sama membangun organisasi menjadi lebih maju dan semakin bermanfaat.

Menurutnya, IKA Muba harus tetap mempertahankan jati dirinya sebagai organisasi paguyuban yang mengutamakan persaudaraan, bukan menjadi ruang bagi kepentingan politik praktis.

“IKA Muba adalah organisasi paguyuban, bukan organisasi politik. Tugas utama kita adalah memperkuat persaudaraan, saling membantu, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Musi Banyuasin yang berada di Palembang,” tegas Apriyadi.

Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Apriyadi menargetkan penyusunan struktur kepengurusan baru dapat diselesaikan dalam waktu satu pekan. Penyusunan tersebut akan melibatkan tokoh-tokoh senior sekaligus membuka ruang bagi generasi muda agar organisasi memiliki regenerasi yang sehat dan mampu menjawab tantangan ke depan.

Setelah struktur organisasi terbentuk, kepengurusan baru akan segera menggelar rapat kerja guna menyusun berbagai program prioritas selama empat tahun masa kepemimpinan.

Salah satu agenda yang akan segera dibenahi adalah penataan sekretariat organisasi beserta inventarisasi seluruh aset IKA Muba agar pengelolaannya lebih tertib dan memberikan manfaat yang optimal bagi anggota.

Selain pembenahan internal, Apriyadi juga telah menyiapkan sejumlah program unggulan yang berorientasi langsung kepada kebutuhan masyarakat.

Salah satunya adalah memperkuat komunikasi internal melalui pembentukan grup WhatsApp resmi sebagai media koordinasi yang lebih cepat dan efektif antaranggota.

Namun, program yang paling mendapat perhatian adalah gagasan membangun rumah singgah bagi masyarakat Musi Banyuasin yang menjalani pengobatan di Kota Palembang.

Menurut Apriyadi, selama ini cukup banyak warga Muba yang harus mendampingi anggota keluarganya menjalani perawatan di rumah sakit di Palembang. Tidak sedikit di antara mereka mengalami kesulitan memperoleh tempat tinggal sementara selama masa pengobatan berlangsung.

Karena itu, ia berharap suatu saat nanti IKA Muba mampu memiliki rumah singgah yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh keluarga pasien.

“Kalau kemampuan organisasi nantinya memungkinkan, kami ingin memiliki rumah singgah. Pasien tetap dirawat di rumah sakit, sementara keluarganya memiliki tempat yang layak untuk beristirahat. Ini menjadi salah satu cita-cita besar yang ingin kita wujudkan bersama,” ungkapnya.

Apriyadi menambahkan, kepengurusan yang baru tidak akan menghapus seluruh program yang telah dijalankan sebelumnya. Program-program yang terbukti memberikan manfaat akan tetap dipertahankan dan dikembangkan, sementara berbagai kekurangan akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan organisasi ke depan.

Ia berharap IKA Muba semakin berkembang sebagai organisasi yang inklusif, solid, serta mampu menjadi wadah pemersatu seluruh masyarakat Musi Banyuasin di perantauan.

“Kami ingin IKA Muba hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai keluarga besar yang mampu memperkuat silaturahmi, melayani masyarakat, serta menjadi tempat saling membantu dalam suka maupun duka,” pungkasnya.

Dengan kepemimpinan baru tersebut, IKA Muba diharapkan semakin aktif menjalankan berbagai program sosial, memperkuat solidaritas antaranggota, sekaligus menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Musi Banyuasin, khususnya yang berada di Kota Palembang dan sekitarnya. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *