Palembang, bidiksumsel.com – Upaya membangkitkan kembali semangat dan kepedulian masyarakat terhadap Sriwijaya FC terus dilakukan. Sejumlah legenda klub, pemain, pengurus, hingga kelompok suporter turun langsung ke jalan membagikan ratusan kaos bertema “Misi Penyelamatan Sriwijaya FC” kepada masyarakat di kawasan Simpang Lima DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (24/7/2026).
Aksi yang digelar usai Salat Jumat tersebut mendapat sambutan antusias dari para pengendara sepeda motor, mobil, hingga masyarakat yang melintas di salah satu titik tersibuk di Kota Palembang.
Dalam kegiatan itu hadir legenda Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu, Wakil Presiden Sriwijaya FC Mohammad David, pemain Sriwijaya FC Rangga Pratama, serta sejumlah komunitas suporter yang bersama-sama menyuarakan dukungan bagi klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan tersebut.
Mohammad David mengatakan, pembagian kaos diawali dengan titik kumpul di Kantor PSSI Kota Palembang sebelum seluruh peserta bergerak menuju lokasi kegiatan.
“Ada ratusan kaos bertema Misi Penyelamatan Sriwijaya FC yang kami bagikan bersama legenda Sriwijaya FC seperti Ferry Rotinsulu, pemain Sriwijaya FC Rangga Pratama, serta rekan-rekan suporter,” ujarnya.
Menurut David, aksi sosial tersebut bertujuan mengingatkan masyarakat bahwa Sriwijaya FC masih tetap eksis meski tengah menghadapi masa-masa sulit.
Ia menegaskan, kondisi yang dialami klub saat ini memang tidak mudah. Namun, seluruh elemen yang peduli terhadap Sriwijaya FC terus berupaya menjaga eksistensi klub agar tetap bertahan dan kembali bangkit.
“Kami ingin memberitahukan kepada masyarakat bahwa Sriwijaya FC masih ada. Kegiatan ini merupakan bagian dari misi penyelamatan klub yang sama-sama kita cintai,” katanya.
David yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Askot PSSI Palembang mengakui bahwa kondisi Sriwijaya FC saat ini sedang berada dalam situasi yang cukup berat. Karena itu, dukungan seluruh masyarakat Sumatera Selatan dinilai menjadi energi penting untuk membantu kebangkitan klub berjuluk Laskar Wong Kito tersebut.
Ia berharap kaos yang dibagikan dapat dikenakan oleh masyarakat sebagai simbol dukungan moral terhadap Sriwijaya FC.
“Kami berharap kaos ini dipakai oleh masyarakat. Saat ini Sriwijaya FC sangat membutuhkan dukungan, baik dari masyarakat maupun para pelaku usaha di Sumatera Selatan,” ungkapnya.
David menambahkan, aksi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa Sriwijaya FC masih terus melakukan berbagai persiapan menghadapi kompetisi Liga 3 Indonesia musim 2026/2027.
Melalui kegiatan itu pula, pihaknya ingin menepis anggapan yang menyebut Sriwijaya FC telah berhenti berkompetisi atau tidak lagi memiliki aktivitas.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa Sriwijaya FC tetap ada dan sedang mempersiapkan diri untuk kembali berjuang di Liga 3 musim 2026/2027,” tegasnya.
Pemilihan kawasan Simpang Lima DPRD Sumsel sebagai lokasi pembagian kaos bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat Kota Palembang sehingga dinilai efektif menjangkau lebih banyak warga.
“Di sini merupakan pusat kota dengan lalu lintas yang padat sehingga masyarakat, pengendara, maupun suporter yang mencintai Sriwijaya FC dapat melihat langsung aksi ini,” pungkas David.
Aksi pembagian ratusan kaos tersebut menjadi simbol kuat bahwa semangat untuk menyelamatkan Sriwijaya FC masih terus hidup. Dukungan dari legenda klub, pemain, suporter, hingga masyarakat diharapkan menjadi modal penting bagi kebangkitan klub yang pernah mengharumkan nama Sumatera Selatan di pentas sepak bola nasional. (bd)












