PALI  

Tangis Pecah Usai Azan Subuh : 54 Jamaah Umroh dari PALI Resmi Diberangkatkan

ist

PALI, bidiksumsel.com – Langit pagi Talang Ubi masih tampak gelap ketika lantunan azan Subuh menggema dari Masjid Syuhada, Jumat (5/12/2025). Di halaman masjid itulah, suasana penuh haru tercipta. Sebanyak 54 calon jemaah umroh yang diberangkatkan melalui program Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berkumpul bersama keluarga, menjalani prosesi pelepasan dengan mata berkaca-kaca.

Ada wajah bahagia, ada pelukan panjang yang tak ingin dilepas, dan ada doa-doa yang bergulir di antara kalimat terbata-bata. Bagi sebagian dari mereka, perjalanan ini bukan sekadar ibadah, tetapi juga doa yang terjawab setelah menunggu puluhan tahun.

Prosesi keberangkatan dipimpin oleh Asisten II Setda PALI, Haryono, SH., MH., mewakili Bupati PALI Asgianto, ST. dan Wakil Bupati Iwan Tuaji, SH.

Dalam sambutannya, suara Haryono terdengar bergetar saat menyampaikan pesan :

“Tidak semua orang mendapat panggilan ini. Kaki Bapak Ibu melangkah hari ini karena izin Allah. Bersyukurlah… dan manfaatkan kesempatan ini untuk semakin dekat kepada-Nya.”

Ia juga mengingatkan bahwa selama menjalankan ibadah umroh, para jamaah membawa nama daerah.

“Tunjukkan akhlak terbaik. Bapak Ibu adalah duta PALI, duta Sumatera Selatan, dan duta Indonesia.”

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TP2D PALI, Erwinsyah Saputra (Alung), pihak KUA Talang Ubi, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat.

Di sudut halaman masjid, seorang ibu berusia sekitar 60 tahun terlihat memeluk anak dan cucunya erat-erat. Air matanya jatuh tanpa henti.

“Allahumma labbaik…,” gumamnya pelan, seolah tak percaya perjalanan panjang itu akhirnya dimulai.

Bukan hanya kaum ibu—beberapa bapak-bapak juga tampak tak kuasa menahan tangis. Meski berusaha tegar, sorot mata mereka mengisyaratkan betapa besar rasa haru dan syukur yang dipendam.

Salah satu jamaah, sambil mengusap air mata, mengatakan:

“Ini seperti mimpi… Terima kasih kepada pemerintah. Semoga langkah kami menjadi amal soleh dan pemerintah mendapatkan pahala dari Allah.”

Keberangkatan ini merupakan bagian dari program pembinaan spiritual yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten PALI. Program tersebut diharapkan bukan hanya memberi manfaat bagi jamaah yang berangkat, tetapi juga membawa perubahan positif ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

“Harapan kami, setelah kembali, Bapak dan Ibu dapat menjadi teladan, menjadi pembawa kesejukan di lingkungan masing-masing,” tambah Haryono.

Perjalanan Panjang Menuju Tanah Suci

Usai doa bersama, rombongan mulai memasuki bus yang telah disiapkan. Suara takbir pelan terdengar dari beberapa jamaah, sementara keluarga melambaikan tangan dengan doa yang tak terucap.

Ketika bus mulai bergerak, halaman Masjid Syuhada masih dipenuhi linangan air mata air mata harapan, kebahagiaan, dan rasa syukur yang tak ternilai.

Bagi para jamaah, perjalanan ke Tanah Suci bukan hanya perjalanan fisik, tetapi perjalanan batin menuju ketenangan, kepasrahan, dan ampunan.

Sebuah perjalanan yang kelak tak hanya dikenang oleh mereka, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat yang mengantar. (es)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *