Palembang, bidiksumsel.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah Partai Demokrat Sumatera Selatan 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 29 April 2026, dukungan terhadap Cik Ujang untuk kembali memimpin DPD Partai Demokrat Sumatera Selatan terus menguat.
Tak hanya sebatas dukungan untuk melanjutkan kepemimpinan partai, sejumlah kader mulai secara terbuka menyatakan bahwa Cik Ujang dinilai memiliki kapasitas dan keberanian untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan 2029 mendatang.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Firdaus Hasbullah, yang menilai rekam jejak kepemimpinan Cik Ujang selama lima tahun terakhir menjadi bukti nyata kapasitasnya sebagai figur pemimpin yang tangguh dan berpengalaman.
Menurut Firdaus Hasbullah, kepemimpinan Cik Ujang selama memimpin Partai Demokrat di Sumatera Selatan menunjukkan hasil yang positif, baik dari sisi organisasi maupun elektoral.
Ia menilai bahwa salah satu kekuatan utama Cik Ujang adalah kemampuannya menjaga stabilitas internal partai tanpa konflik yang mencuat ke ruang publik.
“Cik Ujang telah menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang tidak hanya solid secara organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan kemajuan nyata bagi Demokrat Sumsel. Dengan rekam jejak itu, beliau berani dan cocok maju Pilgub Sumsel 2029. Kader siap tarung,” ujar Firdaus di Palembang, Senin (27/04/2026) malam.
Firdaus menilai stabilitas internal partai menjadi modal penting dalam menghadapi kontestasi politik di masa mendatang.
Dalam pernyataannya, Firdaus menyebutkan tiga modal utama yang dimiliki Cik Ujang sebagai pemimpin partai sekaligus figur potensial untuk kontestasi politik mendatang.
Pertama, stabilitas internal partai tetap terjaga. Selama masa kepemimpinan Cik Ujang, kondisi organisasi dinilai tetap kondusif tanpa konflik yang mencuat ke publik.
Kedua, struktur partai dinilai aktif dan bergerak. Mesin partai mulai dari 17 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) dan ranting disebut berjalan efektif dalam mendukung aktivitas politik partai.
Ketiga, kekuatan elektoral terbukti dalam hasil Pemilihan Legislatif 2024, di mana Partai Demokrat di Sumatera Selatan tetap mempertahankan jumlah kursi legislatif yang signifikan.
“Kepemimpinan beliau bukan hanya soal strategi politik, tetapi juga soal kedekatan emosional dengan kader. Pemimpin yang dirasakan kader, itu yang dibutuhkan Sumsel,” tambah Firdaus.
Bagi Firdaus, pelaksanaan Musyawarah Daerah bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi momentum penting untuk menentukan arah kekuatan partai ke depan.
Ia menilai bahwa kesinambungan kepemimpinan sangat diperlukan agar Partai Demokrat di Sumatera Selatan tetap solid dan siap menghadapi kontestasi politik pada 2029.
“Kita butuh nahkoda yang berani ambil sikap. Cik Ujang sudah buktikan itu. Beliau layak kita dorong ke Pilgub Sumsel 2029,” tegasnya.
Menurutnya, pengalaman Cik Ujang sebagai kepala daerah serta pemahamannya terhadap birokrasi menjadi nilai tambah yang membuatnya dinilai siap untuk melangkah ke jenjang kepemimpinan yang lebih tinggi.
Firdaus juga menilai Cik Ujang memiliki paket lengkap sebagai calon pemimpin masa depan di Sumatera Selatan. Selain pengalaman memimpin daerah, ia dianggap memiliki kedekatan dengan masyarakat akar rumput yang menjadi faktor penting dalam memenangkan kontestasi politik.
“Demokrat Sumsel mau besar, harus punya calon yang diperhitungkan. Cik Ujang orangnya. Berani, tegas, dan merakyat,” ujar Firdaus Hasbullah.
Atas dasar itu, ia secara tegas menyatakan dukungan penuh agar Cik Ujang kembali memimpin DPD Partai Demokrat Sumatera Selatan untuk periode 2026–2031 sekaligus dipersiapkan sebagai kandidat gubernur pada 2029 mendatang.
Menurut Firdaus, dukungan terhadap Cik Ujang bukan sekadar soal kepemimpinan internal partai, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kekuatan politik Demokrat di Sumatera Selatan.
Ia menegaskan bahwa partai membutuhkan figur pemimpin yang mampu menjaga soliditas organisasi sekaligus memiliki visi untuk menghadapi tantangan politik di masa depan.
“Ini bukan hanya tentang melanjutkan kepemimpinan partai, tetapi tentang memastikan Demokrat tetap kuat, solid, dan punya calon pemimpin untuk Sumsel ke depan,” pungkas Firdaus Hasbullah.
Dengan menguatnya dukungan dari berbagai kader, pelaksanaan Musda Demokrat Sumsel tahun 2026 diprediksi menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan partai sekaligus membuka jalan menuju kontestasi politik besar di Sumatera Selatan pada tahun-tahun mendatang. (bd)













