Belum Beratap, Masjid Ponpes Al-Hidayah Lubai Berjuang Bertahan di Tengah Keterbatasan Dana

Kondisi Bangunan Masjid Al-Mujahadah yang berdiri di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hidayah, Desa Gunung Raja, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim/(bidiksumsel.com/anggun)

Masjid Ponpes Al-Hidayah Terancam Roboh, Santri Terpaksa Salat Kehujanan

Muara Enim, bidiksumsel.com – Bangunan Masjid Al-Mujahadah yang berdiri di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hidayah, Desa Gunung Raja, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, kini berada dalam kondisi memprihatinkan. Masjid yang seharusnya menjadi pusat ibadah dan pembinaan spiritual para santri tersebut terancam roboh karena belum selesai dibangun dan sebagian besar atapnya belum terpasang.

Masjid yang terletak di pinggir jalan lintas ini dibangun secara bertahap dengan mengandalkan sumbangan para donatur. Namun, keterbatasan dana membuat proses pembangunan terhenti di tengah jalan. Akibatnya, bangunan masjid dibiarkan terbuka tanpa atap di beberapa bagian, sehingga sangat rentan terhadap hujan dan angin.

Ketua Pengurus Pondok Pesantren Al-Hidayah, Ustaz Beni WD, S.Pd.I., M.Pd., yang juga selaku Mudir Ponpes, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak mampu melanjutkan pembangunan masjid karena tidak memiliki sumber pendanaan tetap.

“Kami membangun masjid ini murni dari bantuan para donatur. Kami tidak punya dana tetap. Ketika bantuan terhenti, pembangunan pun terpaksa berhenti,” ujar Ustaz Beni saat ditemui, Jumat (26/12/2025).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut sangat memprihatinkan, terutama saat para santri dan masyarakat sekitar melaksanakan ibadah salat berjamaah. Ketika hujan turun, air langsung menggenangi area masjid, bahkan para santri terpaksa salat dalam kondisi basah kuyup.

“Sering kali kami sedang salat berjamaah, tiba-tiba hujan deras turun. Air masuk ke dalam masjid, sajadah basah, pakaian basah, dan lantai tergenang air. Tapi kami tetap beribadah semampunya,” tuturnya dengan nada haru.

Masjid Al-Mujahadah tidak hanya digunakan oleh santri Ponpes Al-Hidayah, tetapi juga oleh warga sekitar yang menjadikannya sebagai tempat ibadah sehari-hari. Oleh karena itu, kondisi bangunan yang belum layak tersebut menjadi keprihatinan bersama.

Ponpes Al-Hidayah sendiri dikenal sebagai pesantren yang menampung anak-anak dari kalangan yatim, yatim piatu, dan dhuafa tanpa memungut biaya pendidikan. Selain pendidikan agama, para santri juga dibekali keterampilan hidup mandiri, seperti berkebun dan beternak ikan.

“Kami mengajarkan anak-anak untuk hidup mandiri. Mereka belajar berkebun dan membuat kolam ikan. Kalau suatu saat tidak ada donatur, setidaknya kami masih bisa bertahan dari hasil kebun dan kolam,” jelas Ustaz Beni.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama berdirinya Ponpes Al-Hidayah adalah mencetak generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, dan mandiri. Namun, tanpa dukungan sarana ibadah yang layak, proses pembinaan tersebut tentu tidak berjalan maksimal.

Pembangunan Masjid Tahap I Ponpes Al-Hidayah yang berada di bawah naungan YPMTH ini sebenarnya telah dimulai sebagai fasilitas utama ibadah dan pendidikan. Namun, keterbatasan dana memaksa pihak pesantren menghentikan sementara seluruh aktivitas pembangunan.

Dari pantauan media, kondisi bangunan masjid terlihat belum rampung, dengan struktur yang terbuka dan berisiko rusak akibat cuaca ekstrem. Jika dibiarkan terlalu lama, dikhawatirkan bangunan akan mengalami kerusakan lebih parah dan membahayakan keselamatan jamaah.

Atas kondisi tersebut, pihak Ponpes Al-Hidayah membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat, dermawan, dan pihak-pihak yang ingin menyalurkan donasi untuk membantu penyelesaian pembangunan masjid.

“Kami sangat berharap uluran tangan dari siapa pun yang ingin membantu, baik secara moril maupun materil. Setiap bantuan sangat berarti bagi kami dan anak-anak di pesantren ini,” harap Ustaz Beni.

Bagi masyarakat yang ingin berdonasi, informasi bantuan dapat disalurkan melalui :

  • WhatsApp : 0822-8150-3875 / 0857-4830-9404
  • Rekening BRI : 8059-01002-129536
  • Rekening BSI : 7253257053

Pihak pesantren menyampaikan doa dan ucapan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah maupun akan membantu. “Jazakumullah khairan katsira. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan dengan pahala berlipat dan menjadikannya amal ibadah,” pungkasnya. (anggun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *