OKUT  

Laskar Menyala Bersinar! SSB PSS OKI Raih Juara Dua dan Fair Play Award

Sekolah Sepak Bola (SSB) Palembang Soccer Skills (PSS) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)/ist

OKU Timur, bidiksumsel.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Sekolah Sepak Bola (SSB) Palembang Soccer Skills (PSS) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Tim muda berjuluk Laskar Menyala sukses meraih juara dua (runner up) sekaligus menyabet penghargaan Tim Fair Play dalam ajang Festival Sepak Bola Usia Dini Bupati Cup OKU Timur 2026, yang berakhir Minggu (1/2/2026).

Turnamen bergengsi ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Garuda Anak Indonesia National Series Regional Sumatera Selatan 2026, yang digelar di Stadion Tebat Sari, Martapura, Kabupaten OKU Timur, pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026. Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu agenda utama dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten OKU Timur ke-22, yang berlangsung semarak dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Ajang ini diikuti puluhan tim sepak bola usia dini dari berbagai daerah di Sumatera Selatan. Persaingan pun berlangsung ketat, mengingat turnamen ini menjadi pintu menuju level nasional bagi tim-tim terbaik.

Keberhasilan SSB PSS OKI mencapai partai final bukanlah hasil instan. Tim U-12 yang dilatih Deny Saputra tampil konsisten sejak babak penyisihan. Mengandalkan permainan kolektif, disiplin, serta semangat juang tinggi, Azzam dan rekan-rekannya mampu melewati setiap fase dengan hasil positif.

Pada fase grup, SSB PSS OKI tergabung di Grup E. Di fase ini, Laskar Menyala tampil dominan dan berhasil keluar sebagai juara grup, memastikan langkah mereka ke babak gugur dengan penuh percaya diri.

Memasuki babak 16 besar, performa impresif kembali ditunjukkan. SSB PSS OKI sukses menaklukkan SSB Wanamartha dengan skor meyakinkan 3-0, menegaskan kualitas permainan mereka. Dominasi tersebut berlanjut di babak 8 besar, di mana mereka kembali meraih kemenangan 2-0 untuk mengamankan tiket ke semifinal.

Di babak semifinal, SSB PSS OKI menghadapi tantangan berat dengan berjumpa tuan rumah Martapura FC (MFC). Bermain di hadapan pendukung lawan, pertandingan berlangsung ketat dan penuh tensi.

Namun, mental juara Laskar Menyala berbicara. Gol tunggal Azzam menjadi pembeda dan memastikan kemenangan SSB PSS OKI. Hasil tersebut membawa mereka melangkah ke partai final, sekaligus mengukir sejarah manis bagi pembinaan sepak bola usia dini Kabupaten OKI.

Pada laga final, SSB PSS OKI harus menghadapi tim kuat SSB Bumara. Pertandingan berjalan sengit, namun keberuntungan belum berpihak. Laskar Menyala harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 0-1.

Meski gagal membawa pulang gelar juara, perjuangan SSB PSS OKI tetap menuai apresiasi. Selain meraih posisi runner up, mereka juga dianugerahi Penghargaan Tim Fair Play, sebuah pengakuan atas sportivitas, disiplin, dan sikap positif para pemain sepanjang turnamen.

Penampilan individu juga mencuri perhatian. Azzam tampil gemilang dengan mencetak enam gol selama turnamen dan menjadi motor serangan utama tim, sekaligus salah satu pemain terbaik dalam kompetisi tersebut.

Berkat pencapaian sebagai runner up, SSB PSS OKI berhak melaju ke ajang nasional Garuda Anak Indonesia National Series 2026, yang dijadwalkan berlangsung di Provinsi Lampung pada Juni 2026.

Pembina SSB PSS OKI, Hafizul Fikri, mengaku bangga atas perjuangan para pemain muda tersebut. Ia menilai hasil ini menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten OKI berada di jalur yang tepat.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Anak-anak telah berjuang maksimal, menunjukkan mental juara dan sportivitas. Semoga prestasi ini bisa terus berlanjut di tingkat nasional,” ujarnya.

Hal senada disampaikan pelatih Deny Saputra, yang menyebut capaian ini sebagai hasil kerja keras seluruh tim.

“Anak-anak bermain luar biasa sepanjang turnamen. Kekompakan, disiplin, dan semangat mereka menjadi kunci. Ini motivasi besar untuk persiapan menghadapi level nasional di Lampung nanti,” ungkapnya.

Prestasi ini tak hanya menjadi kebanggaan bagi SSB PSS OKI, tetapi juga bagi dunia sepak bola usia dini Kabupaten OKI, sekaligus membuktikan bahwa talenta muda daerah mampu bersaing dan bersinar di level regional hingga nasional. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *