OKU Timur, bidiksumsel.com – Upaya pencarian intensif selama tiga hari akhirnya membuahkan hasil dalam peristiwa tenggelamnya seorang pelajar di aliran Sungai Komering, wilayah Kabupaten OKU Timur, Provinsi Sumatera Selatan. Korban berinisial A (13), siswi SMP Negeri 2 Desa Kota Baru, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis pagi, 23 April 2026.
Penanganan peristiwa ini mendapat perhatian serius dari jajaran Polda Sumatera Selatan melalui Polres OKU Timur dan Polsek Martapura, yang memastikan seluruh proses pencarian dilakukan secara cepat, profesional, dan humanis.
Kapolsek Martapura, Hariyanto, menjelaskan bahwa peristiwa bermula pada Selasa, 21 April 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban bersama dua rekannya bermain dan berenang di aliran sungai yang berada di Dusun Tunas Tekom.
Diduga karena tidak mahir berenang, korban terseret arus deras hingga akhirnya tenggelam. Mengetahui kejadian tersebut, warga setempat segera melaporkan insiden kepada aparat kepolisian.
Menerima laporan tersebut, personel Polsek Martapura langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Aparat juga segera berkoordinasi dengan tim gabungan guna memaksimalkan upaya pencarian terhadap korban.
Upaya pencarian dilakukan secara maksimal selama dua hari berturut-turut. Tim gabungan yang terdiri dari personel kepolisian, BPBD OKU Timur, Basarnas, serta masyarakat setempat melakukan penyisiran aliran sungai menggunakan perahu karet.
Kerja sama lintas instansi dan dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pencarian. Seluruh tim bekerja tanpa henti demi menemukan korban yang dilaporkan hanyut terbawa arus.
Memasuki hari ketiga, tepatnya pukul 08.05 WIB, tim gabungan akhirnya menemukan jenazah korban di Dusun Dengak, sekitar 1,5 kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.
Proses evakuasi dilakukan secara cepat dan penuh kehati-hatian sebelum jenazah dibawa ke rumah duka di Dusun Tunas Tekom untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu’min Wijaya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan menemukan korban merupakan bukti nyata sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
“Kami memastikan Polri hadir dalam setiap situasi darurat, memberikan pelayanan terbaik dan kepastian kepada masyarakat. Penanganan ini dilakukan secara cepat, profesional, dan humanis,” ujarnya.
Selain proses pencarian, aparat kepolisian juga melakukan pengamanan di lokasi kejadian serta rumah duka guna memastikan situasi tetap kondusif. Berdasarkan kesepakatan keluarga, jenazah korban direncanakan dimakamkan di wilayah Terukis Rahayu, Kecamatan Martapura.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai atau area yang berisiko tinggi.
Polda Sumatera Selatan juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan Call Center 110 untuk melaporkan setiap kejadian darurat. Layanan tersebut diharapkan dapat mempercepat respons aparat dalam menangani situasi yang membutuhkan pertolongan segera.
Tragedi tenggelamnya pelajar ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga menjadi pelajaran penting bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan bersama. Kehadiran aparat dalam operasi kemanusiaan ini sekaligus menegaskan bahwa peran kepolisian tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga hadir dalam misi kemanusiaan untuk melindungi dan melayani masyarakat secara maksimal. (dkd)













