Tanggap Darurat Karhutla! Polda Sumsel Kirim Ratusan Personel ke Jakabaring untuk Latihan Pemadaman Api

fhoto : 180 personel Polri jajaran Polda Sumatera Selatan mengikuti pelatihan intensif penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang digelar di kawasan Jakabaring Sport City (JSC), Palembang/ist

180 Personel Polri Antusias Ikuti Pelatihan Karhutla Bersama Manggala Agni di Jakabaring

Palembang, bidiksumsel.com – Sebanyak 180 personel Polri jajaran Polda Sumatera Selatan mengikuti pelatihan intensif penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang digelar di kawasan Jakabaring Sport City (JSC), Palembang. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini merupakan bagian dari langkah preventif menghadapi potensi Karhutla yang mulai meningkat seiring musim kemarau.

Pelatihan tersebut difasilitasi langsung oleh Tim Manggala Agni dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. Narasumber yang hadir di antaranya Nugraha dan Putri dari Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Balai Dal Karhutla) Wilayah Sumsel, serta Muhammad selaku Sekretaris Daops Sumatera 17 OKI Manggala Agni.

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, SIK MH, dalam keterangannya pada Rabu sore (6/8/2025), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hari kedua dari rangkaian pelatihan yang sudah dimulai sejak Selasa, dan akan berlangsung hingga Kamis (7/8/2025).

“Kita ingin seluruh personel memahami secara teknis dan taktis penanggulangan Karhutla, agar mampu bergerak cepat dan tepat saat terjun ke lapangan,” ujar Kombes Nandang.

Simulasi Langsung Operasi Pemadaman Api

Salah satu sesi penting dalam pelatihan adalah praktik langsung penggunaan peralatan pemadam kebakaran. Personel diajarkan cara memasang dan mengoperasikan selang pemadam, menyalakan mesin pompa air, menggulung ulang selang, hingga strategi mencapai sumber air di lokasi Karhutla.

Narasumber dari Manggala Agni menekankan bahwa dalam pemadaman Karhutla, tidak hanya kekuatan fisik yang dibutuhkan, tetapi juga kesiapan mental yang tinggi.

“Karhutla itu sangat menantang. Medan berat, suhu ekstrem, dan situasi tak menentu membuat pemadam harus siap secara fisik dan psikologis,” ungkap Muhammad dari Daops Sumatera 17 OKI.

Dibekali Teknik Khusus Hingga Penggunaan Alat Berat

Peserta pelatihan juga dibekali berbagai teknik penting, seperti :

  • Teknik pemisahan api menggunakan alat manual dan jalur penahan api (firebreak),
  • Teknik penyiraman air dengan pompa, selang hingga dukungan udara seperti helikopter waterbombing,
  • Penggunaan alat berat seperti ekskavator dan traktor untuk membuat kanal-kanal air,
  • Cara manual memadamkan api dengan peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan pemadam portabel,
  • Strategi penghapusan bahan bakar potensial, seperti ranting, ilalang, dan vegetasi kering lainnya.

Selain itu, para personel juga dibekali pengetahuan tentang koordinasi lapangan, evakuasi darurat, dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan hidup terkait Karhutla.

Sinergi Multi Pihak untuk Cegah Bencana Asap

Kombes Pol Nandang menegaskan, pelatihan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Polda Sumsel bersama instansi teknis lainnya dalam menekan risiko bencana kabut asap yang kerap melanda wilayah Sumatera Selatan.

“Dengan kolaborasi bersama KLHK dan Manggala Agni, kita ingin personel di lapangan benar-benar siap, tidak hanya secara teori, tetapi juga praktik,” katanya.

Polda Sumsel menargetkan pelatihan serupa dapat diperluas ke daerah rawan Karhutla lainnya, seperti Kabupaten OKI, Ogan Ilir, dan Banyuasin yang memiliki kawasan gambut luas.

Pelatihan ini juga sejalan dengan komitmen nasional dalam menghadapi ancaman perubahan iklim dan menjaga kualitas udara, terutama menjelang puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus hingga Oktober 2025.

Komitmen Tindak Tegas Pembakar Lahan

Selain pelatihan teknis, Polda Sumsel juga terus menekankan aspek penegakan hukum. Nandang menegaskan bahwa pelaku pembakaran hutan dan lahan akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Tidak ada toleransi bagi pelaku pembakar hutan. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga menyangkut kesehatan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat luas,” tegasnya.

Dengan pelatihan ini, diharapkan 180 personel yang tergabung dalam tim penanggulangan Karhutla Polda Sumsel dapat menjadi ujung tombak dalam misi penyelamatan hutan dan lingkungan dari bahaya kebakaran. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *