Prabumulih, bidiksumsel.com – Pemerintah Kota Prabumulih menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat posisi daerah di tengah kompetisi pembangunan nasional. Hal itu ditandai dengan keikutsertaan dalam Rilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025 yang diselenggarakan secara virtual oleh Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Selasa, 24 Februari 2026.
Wali Kota Prabumulih diwakili oleh Asisten II Setda Kota Prabumulih, Muhammad Ali, yang mengikuti agenda tersebut bersama jajaran perangkat daerah terkait. Kehadiran perwakilan pemerintah kota dalam forum nasional ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari komitmen untuk menjadikan data dan indikator sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan.
IDSD sendiri merupakan instrumen strategis yang digunakan pemerintah pusat untuk mengukur dan mengevaluasi tingkat daya saing daerah di seluruh Indonesia. Indeks ini mencakup berbagai dimensi penting, mulai dari kualitas sumber daya manusia, kekuatan pasar, kapasitas inovasi, hingga faktor lingkungan pendukung seperti infrastruktur dan tata kelola pemerintahan.
Dalam konteks pembangunan daerah, IDSD menjadi semacam “rapor” kinerja yang memberikan gambaran objektif mengenai posisi dan potensi masing-masing wilayah. Bagi Kota Prabumulih, hasil rilis IDSD 2025 dipandang sebagai pijakan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian yang telah diraih maupun tantangan yang masih harus dihadapi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Prabumulih, perwakilan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Prabumulih. Keterlibatan lintas perangkat daerah ini menunjukkan bahwa isu daya saing bukan hanya tanggung jawab satu sektor, melainkan kerja kolektif seluruh elemen pemerintahan.
Dalam forum tersebut, ditegaskan bahwa daya saing daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi semata. Lebih dari itu, indikator juga mencerminkan kualitas inovasi, kemampuan adaptasi terhadap perubahan global, serta efektivitas kebijakan publik dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Bagi Prabumulih, yang selama ini dikenal sebagai kota dengan basis sektor energi dan perdagangan, tantangan penguatan daya saing terletak pada diversifikasi ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui hasil IDSD 2025, pemerintah kota berharap dapat memetakan sektor mana yang perlu diperkuat dan strategi apa yang harus diprioritaskan.
Partisipasi aktif dalam rilis IDSD juga menjadi sinyal bahwa Pemkot Prabumulih ingin bergerak lebih terarah dan berbasis data. Evaluasi yang terukur dinilai penting agar kebijakan pembangunan tidak berjalan secara sporadis, melainkan selaras dengan kebutuhan riil masyarakat dan potensi daerah.
Asisten II Setda Kota Prabumulih menekankan bahwa hasil indeks ini akan dijadikan acuan strategis dalam menyusun program kerja ke depan. Dengan memahami posisi daya saing secara komprehensif, pemerintah daerah dapat merancang kebijakan yang lebih inovatif dan tepat sasaran.
Harapannya, langkah tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Dalam era kompetisi antar daerah yang semakin ketat, kemampuan membaca data dan meresponsnya dengan kebijakan konkret menjadi kunci keberhasilan.
Rilis IDSD 2025 bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum refleksi dan pembenahan. Prabumulih tampaknya menyadari bahwa untuk tetap relevan dan kompetitif, daerah harus terus berbenah, berinovasi, dan beradaptasi.
Kini, tantangan berikutnya adalah bagaimana hasil evaluasi tersebut diterjemahkan ke dalam program nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Jika dijalankan secara konsisten, IDSD 2025 dapat menjadi kompas pembangunan yang membawa Prabumulih melangkah lebih percaya diri dalam peta persaingan daerah di Indonesia. (tinus)













