Penanaman Jagung Serentak Dimulai, Sumsel Bidik 177.311 Ton Produksi hingga Juli 2025
Ogan Ilir, bidiksumsel.com – Penanaman jagung serentak kuartal III secara nasional resmi dimulai pada Rabu (9/7/2025). Kegiatan yang berlangsung serempak melalui video conference di seluruh wilayah Indonesia ini merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1503/VII/KEP/2025 sebagai bagian dari strategi besar swasembada pangan nasional tahun 2025.
Untuk wilayah Sumatera Selatan, penanaman jagung dipusatkan di lahan milik Sukarta Buyung, warga Desa Muara Baru, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. Lahan tidur seluas 2,5 hektare tersebut kini menjadi ladang produktif dengan total bibit jagung sebanyak 40 kilogram yang ditanam secara simbolis.
Kegiatan ini dihadiri berbagai pejabat penting, antara lain Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Drs. H. Edward Candra, MH yang mewakili Gubernur Sumsel, Waka Polda Sumsel Brigjen Pol M. Zulkarnain, SIK., M.Si, Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Investasi Dr. Ir. Suwandi, M.Si, Pamen Ahli Kodam II Sriwijaya Kolonel Inf Edi Prayitno, dan perwakilan Perum Bulog, Kajari Ogan Ilir, unsur Forkopimda, serta kelompok tani dan tokoh masyarakat.
Kegiatan penanaman jagung ini diawali dengan seremoni pembukaan, doa bersama, sambutan dari pejabat perwakilan Kapolda dan Gubernur, serta penyerahan 150 paket sembako kepada kelompok tani. Tiap paket berisi beras 5 kg, gula 1 kg, dan minyak goreng 1 liter.
Prosesi penanaman jagung simbolis dilakukan menggunakan alat tanam modern, sebelum kegiatan dilanjutkan dengan Zoom Meeting Nasional yang terpusat dari Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Waka Polda Sumsel Brigjen Pol M. Zulkarnain menyampaikan amanat Kapolda Sumsel, yang menyebut total luas tanam jagung serentak di wilayah Polda Sumsel dan jajaran mencapai 109,27 hektare.
Ia juga memaparkan data capaian produksi jagung Sumsel selama dua kuartal pertama tahun 2025, yaitu 28.739,84 ton, mengalami peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya.
“Berdasarkan data BPS, produksi jagung pipilan kering di Sumsel meningkat dari 101.523,98 ton tahun 2024 menjadi 122.220,89 ton tahun 2025, atau tumbuh sebesar 20,39 persen,” ungkap Zulkarnain.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut harus ditopang dengan penguatan inovasi teknologi pertanian, sistem irigasi terpadu, dan pendampingan berbasis pengetahuan kepada petani.
Sumsel Siap Jadi Lumbung Jagung Nasional
Mewakili Gubernur Sumsel, Sekda Edward Candra menegaskan bahwa Provinsi Sumatera Selatan memiliki potensi besar dalam produksi jagung. Saat ini, Sumsel memiliki 519.484 hektare luas sawah dan 816.608 petani aktif.
“Tahun lalu, Sumsel memproduksi jagung hingga 833.952 ton dan menjadi penghasil jagung peringkat 10 nasional,” ujar Edward.
Diproyeksikan hingga Juli 2025, produksi jagung Sumsel dapat mencapai 177.311 ton dengan total luas panen 20.545 hektare. Pemerintah juga mendorong peningkatan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung menjadi Rp5.500 per kilogram, agar petani lebih bersemangat dalam meningkatkan produksi.
Detail Lahan Penanaman :
- Jenis Lahan: Lahan tidur (non-produktif sebelumnya)
- Luas: ±2,5 hektare
- Lokasi: Desa Muara Baru, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir
- Koordinat: -3.100684, +104.734808
- Status: Milik pribadi atas nama Sukarta Buyung (Sertifikat Hak Milik)
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan kondusif. Para peserta menyambut positif program penanaman jagung ini karena dinilai menjadi harapan baru bagi petani di Sumatera Selatan.
Tokoh masyarakat setempat menyampaikan harapan agar program ini tidak berhenti pada seremoni, melainkan terus berlanjut dalam bentuk pendampingan, pelatihan, serta jaminan pasar hasil panen.
Dengan semangat gotong royong dan dukungan lintas sektor, Sumatera Selatan optimis menjadi pusat produksi jagung nasional yang kuat, berkelanjutan, dan mampu berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan Indonesia. (Bd)













