Kapolda Sumsel Lepas 44 Personel Calon Haji, Tekankan Kekuatan Spiritual sebagai Kunci Integritas Polri

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Kapolda Sandi Nugroho menegaskan bahwa penguatan mental dan spiritual menjadi fondasi utama dalam membentuk personel Kepolisian Negara Republik Indonesia yang profesional, berintegritas, serta humanis. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin kegiatan Tasyakuran Walimatussafar bagi keluarga besar Polda Sumatera Selatan yang akan menunaikan ibadah haji musim 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kegiatan tersebut digelar di Masjid Assa’adah Mapolda Sumsel, Rabu (15/4/2026), dan berlangsung dalam suasana khidmat yang sarat dengan nilai spiritual. Momentum ini tidak hanya menjadi seremoni pelepasan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan mental bagi personel yang akan menjalankan ibadah haji.

Kegiatan walimatussafar tersebut merupakan bagian dari implementasi program prioritas Kapolri dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju Polri yang Presisi. Kapolda Sumsel menekankan bahwa keberangkatan menunaikan ibadah haji tidak sekadar menjadi perjalanan pribadi, tetapi juga bagian dari proses pembentukan karakter aparatur negara.

Menurutnya, nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama menjalankan ibadah di Tanah Suci diharapkan mampu memperkuat integritas dan tanggung jawab personel dalam menjalankan tugas menjaga stabilitas keamanan di masyarakat.

“Ibadah haji bukan semata-mata soal kesiapan materi, bukan pula sekadar administrasi. Ini adalah panggilan Allah yang harus dijaga dengan niat yang lurus dan hati yang bersih,” tegas Kapolda dalam arahannya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga momentum refleksi diri bagi setiap personel untuk memperbaiki kualitas pengabdian setelah kembali ke tanah air.

Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 44 personel Polda Sumatera Selatan akan menunaikan ibadah haji tahun ini. Dari jumlah tersebut, dua pejabat utama turut masuk dalam daftar calon jamaah, yakni Kabid Keuangan Kombes Pol Hermawan dan Kayanma AKBP Tri Martono.

Kehadiran unsur pimpinan dalam rombongan jamaah haji tersebut diharapkan mampu menjadi teladan spiritual dan moral bagi seluruh personel di lingkungan kepolisian daerah.

Kapolda Sumsel juga mengingatkan seluruh calon jamaah agar menjaga keikhlasan selama menjalankan ibadah serta mampu meninggalkan beban duniawi selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, kemabruran ibadah haji akan tercermin dari perubahan sikap dan peningkatan kualitas pengabdian setelah kembali bertugas.

Dalam dimensi yang lebih strategis, Kapolda Sumsel turut menitipkan doa kepada para jamaah agar mendoakan keselamatan bangsa serta institusi kepolisian, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sumatera Selatan.

Ia berharap para jamaah haji dari lingkungan kepolisian dapat menjadi duta spiritual yang membawa keberkahan bagi institusi serta masyarakat luas.

“Doakan agar seluruh personel Polda Sumsel selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas, serta situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” pesannya.

Pesan tersebut memperlihatkan bahwa ibadah haji tidak hanya memiliki dimensi personal, tetapi juga nilai sosial dan institusional yang kuat dalam mendukung stabilitas keamanan daerah.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menjelaskan bahwa kegiatan walimatussafar ini merupakan bentuk dukungan institusi terhadap kesejahteraan batiniah personel sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia.

Menurutnya, penguatan spiritual menjadi bagian penting dalam menciptakan personel yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki empati tinggi dalam melayani masyarakat.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan siraman rohani oleh Saptudin, yang memberikan pembekalan mengenai nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, serta etika selama menjalankan ibadah haji.

Materi yang disampaikan diharapkan mampu menjadi bekal penting bagi para calon jamaah dalam menjalani seluruh rangkaian ibadah secara tertib dan penuh kesadaran spiritual.

Melalui kegiatan ini, Polda Sumatera Selatan berharap para personel yang menunaikan ibadah haji dapat kembali dengan membawa nilai-nilai positif yang semakin memperkuat integritas, empati, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Momentum spiritual seperti walimatussafar dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter personel kepolisian yang lebih humanis, profesional, serta berorientasi pada pelayanan publik.

Dengan penguatan mental spiritual yang berkelanjutan, diharapkan institusi kepolisian mampu menghadirkan pelayanan yang lebih berkualitas, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum di wilayah Sumatera Selatan. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *