Operasi Sikat I Musi 2025 : Brimob Gandeng Warga Tekan Premanisme dan 3C

fhoto : ist

Batalyon A Pelopor Brimob Polda Sumsel Intensifkan Patroli Humanis Dukung Operasi Sikat I Musi 2025

Palembang, bidiksumsel.com – Personel Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sumsel yang tergabung dalam Satgas Tindak menjalankan kegiatan patroli rutin dan pemeliharaan kamtibmas di berbagai titik strategis di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan, sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Operasi Sikat I Musi 2025. Kamis, 15 Mei 2025.

Kegiatan patroli ini menyasar lokasi-lokasi rawan tindak kriminal, seperti pusat keramaian, jalur lalu lintas utama, dan permukiman penduduk. Meski berada dalam struktur penindakan, para personel tidak hanya menjalankan fungsi represif, namun juga mengutamakan pendekatan humanis dan preventif.

“Meski kami tergabung dalam Satgas Tindak, pelaksanaan kegiatan tetap mengedepankan sisi humanis dan preemtif. Ini penting untuk membangun kepercayaan masyarakat serta menciptakan rasa aman di tengah-tengah mereka,” ujar salah satu personel Brimob saat patroli.

Patroli dilakukan dengan metode dialogis, di mana petugas berinteraksi langsung dengan masyarakat, memberikan imbauan agar warga lebih peduli terhadap keamanan lingkungan, serta tidak segan melapor jika menemukan hal mencurigakan atau potensi pelanggaran hukum.

Fokus pada Pencegahan Kejahatan Jalanan dan Premanisme

Operasi Sikat I Musi 2025 merupakan operasi terpadu Polda Sumsel yang bertujuan menekan angka kriminalitas, khususnya kasus-kasus 3C (curat, curas, dan curanmor), serta premanisme berkedok ormas.

Batalyon A Pelopor sebagai bagian dari Satgas Tindak memiliki peran penting dalam pengamanan aktif, namun tetap berkoordinasi dengan satuan fungsi lainnya untuk menciptakan pendekatan yang holistik dan sinergis dalam menjaga keamanan wilayah.

Dengan penguatan patroli preventif ini, Polda Sumsel berharap angka kejahatan di Sumatera Selatan dapat ditekan secara signifikan, sekaligus meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kamtibmas.

Keberadaan aparat Brimob di tengah masyarakat dinilai efektif mengurangi rasa takut dan meningkatkan rasa aman, khususnya pada malam hari atau di wilayah dengan tingkat kriminalitas tinggi.

“Kegiatan ini bukan hanya bentuk kehadiran negara, tapi juga bagian dari pembinaan. Penindakan tidak selalu harus dengan kekerasan, bisa juga melalui komunikasi dan edukasi langsung,” jelas petugas.

Dengan dukungan seluruh satuan tugas, termasuk dari unsur Brimob, Sabhara, Reskrim, dan Intelkam, Operasi Sikat I Musi 2025 ditargetkan mampu menciptakan situasi aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Polda Sumsel juga mendorong masyarakat untuk tidak takut berperan aktif, karena keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *