Diduga Berawal dari Puntung Rokok, Kebakaran Hanguskan Kebun Sawit dan Karet Warga di Lubai
Muara Enim, bidiksumsel.com – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Muara Enim. Kali ini, api melalap areal perkebunan kelapa sawit dan kebun karet milik warga di Desa Pagar Gunung, Kecamatan Lubai, pada Senin (6/7/2026). Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh puntung rokok yang masih menyala, kemudian membesar akibat tiupan angin kencang yang melanda kawasan tersebut.
Kobaran api dengan cepat merambat ke sejumlah lahan perkebunan sehingga menghanguskan sebagian kebun kelapa sawit milik Herdi (81) serta kebun karet milik Ayun, warga Buluh Kuning. Cuaca panas yang disertai angin kencang membuat api sulit dikendalikan dan terus meluas ke area perkebunan di sekitarnya.
Salah seorang pemilik kebun, Herdi, mengaku tidak menyadari bahwa api telah membakar lahannya. Saat kejadian, ia berada tidak jauh dari lokasi kebakaran dan sedang membersihkan rumput di sekitar batang pohon sawit.
“Saya kaget api sudah membesar di belakang saya. Saya tidak tahu api berasal dari mana,” ujar Herdi saat menceritakan peristiwa yang dialaminya.
Melihat kobaran api yang semakin membesar, warga sekitar segera berdatangan untuk melakukan pemadaman secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya. Mereka berupaya mencegah api menjalar lebih luas ke perkebunan milik warga lainnya.
Tak lama berselang, tim Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba di lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Petugas langsung bergerak menuju titik api yang sulit dijangkau warga dan melakukan upaya pemadaman secara intensif.
Dengan kerja keras petugas Damkar yang dibantu warga, api akhirnya berhasil dipadamkan setelah proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Upaya tersebut dilakukan di tengah kondisi medan yang cukup sulit dan cuaca yang mendukung penyebaran api.
Keberhasilan memadamkan api mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Semangat dan dedikasi para petugas dinilai menjadi wujud kepedulian dalam melindungi masyarakat serta mencegah kebakaran meluas ke kawasan yang lebih besar.
Selain personel Damkar, sejumlah aparatur Kecamatan Lubai juga turun langsung ke lokasi kejadian untuk memantau proses penanganan sekaligus memastikan api benar-benar padam agar tidak kembali menyala.
Kehadiran pemerintah kecamatan menjadi bentuk respons cepat mengingat wilayah tersebut kini mulai memasuki musim kemarau yang identik dengan meningkatnya potensi kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman.
Staf Kecamatan Lubai, Anja, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
“Penting bagi kita semua untuk menjaga hutan dan lahan perkebunan, terutama saat musim kemarau seperti sekarang. Sebaiknya jangan menyalakan api pada siang hari karena kondisi cuaca yang panas dan hembusan angin kencang sangat mudah memicu terjadinya kebakaran hutan maupun kebun,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum meluas.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kebakaran lahan tidak hanya mengakibatkan kerugian ekonomi bagi pemilik kebun, tetapi juga dapat mengganggu kualitas udara, merusak lingkungan, dan mengancam keselamatan masyarakat.
Memasuki musim kemarau, masyarakat diimbau untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta selalu memastikan tidak ada sumber api yang berpotensi memicu kebakaran. Langkah pencegahan tersebut dinilai menjadi cara paling efektif untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi saat kondisi cuaca kering. (anggun)












