Pengelola SPPG Tanjung Kemala Sampaikan Permohonan Maaf kepada Pemdes Gunung Raja Terkait Persoalan Sampah

bidiksumsel.com/anggun

Muara Enim, bidiksumsel.com – Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjung Kemala secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Desa Gunung Raja terkait persoalan pembuangan sampah yang sempat menjadi perhatian dan perbincangan masyarakat.

Permohonan maaf tersebut disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Desa Gunung Raja, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, Rabu (17/6/2026). Pertemuan digelar sebagai upaya klarifikasi sekaligus mencari solusi bersama atas persoalan yang sebelumnya menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Desa Gunung Raja Mukhlis, para kepala dusun dan perangkat desa, Pengelola SPPG Tanjung Kemala Chris Kharisma, Kepala SPPG Tanjung Kemala Albar, perwakilan Koramil yang diwakili Serda Taufik, Sub Intel Kodim Serka Ari Firdaus, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Chris Kharisma selaku Pengelola SPPG Tanjung Kemala menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Pemerintah Desa Gunung Raja dan masyarakat atas persoalan yang terjadi.

Menurutnya, pihak SPPG menyadari adanya kekurangan dalam pengelolaan sampah yang menimbulkan ketidaknyamanan dan keresahan di tengah masyarakat. Karena itu, pihaknya berkomitmen melakukan evaluasi dan perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Kami datang untuk menyampaikan permohonan maaf sekaligus memberikan klarifikasi kepada Pemerintah Desa Gunung Raja. Kami mohon maaf dan menyadari adanya kekurangan dalam pengelolaan sampah serta berkomitmen melakukan perbaikan agar kejadian serupa tidak akan terulang kembali,” ujar Chris Kharisma.

Permohonan maaf tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Desa Gunung Raja. Pemerintah desa menilai langkah yang dilakukan pihak SPPG merupakan bentuk tanggung jawab dan itikad baik dalam menyelesaikan persoalan yang sempat menjadi perhatian masyarakat.

Meski demikian, Pemerintah Desa Gunung Raja belum mengambil keputusan terkait kelanjutan kerja sama pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik desa. Pemerintah desa masih akan melakukan kajian dan evaluasi secara menyeluruh sebelum menentukan langkah dan kebijakan selanjutnya.

Melalui pengelola TPA Desa Gunung Raja, Neni Triana, disampaikan bahwa pihak desa menghargai sikap terbuka serta klarifikasi yang telah dilakukan oleh pihak SPPG Tanjung Kemala. Namun, terkait kerja sama pengelolaan dan pembuangan sampah, pemerintah desa masih perlu mempertimbangkan berbagai aspek demi kepentingan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Gunung Raja, Mukhlis, berharap persoalan yang terjadi dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak agar pengelolaan sampah ke depan dapat dilakukan secara lebih tertib, profesional, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara lembaga, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Pertemuan berlangsung dalam suasana kondusif, terbuka, dan penuh kekeluargaan. Seluruh pihak sepakat untuk mengedepankan komunikasi, koordinasi, dan musyawarah sebagai langkah utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan demi menjaga hubungan baik antar lembaga serta kepentingan masyarakat Desa Gunung Raja.

Pemerintah Desa Gunung Raja juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang. Selain itu, setiap persoalan yang muncul diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik sejak awal, sehingga tidak berkembang menjadi polemik yang lebih luas di tengah masyarakat.

Dengan adanya pertemuan dan klarifikasi tersebut, diharapkan seluruh pihak dapat mengambil hikmah dan pelajaran berharga, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan tata kelola pengelolaan sampah, serta menciptakan hubungan yang harmonis antara masyarakat, pemerintah desa, dan lembaga terkait.

Langkah dialog dan penyelesaian secara musyawarah yang dilakukan dalam pertemuan ini menjadi contoh penting bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijak melalui komunikasi yang terbuka, saling menghormati, dan mengedepankan kepentingan bersama. (anggun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *