Muba, bidiksumsel.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) terus mempercepat proses pemulihan pasca gangguan pada trafo berkapasitas 6,5 MVA di Gardu Hubung (GH) DSSP Sumsel 5 Bayung Lencir yang terjadi pada Mei 2026 lalu.
Meski proses perbaikan masih berlangsung, PLN memastikan pasokan listrik kepada pelanggan tetap terjaga melalui berbagai langkah teknis yang dilakukan secara cepat dan terukur. Keberhasilan menjaga kontinuitas layanan tersebut juga tidak lepas dari dukungan masyarakat, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sejak awal insiden terjadi, PLN melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sungai Lilin langsung mengerahkan personel dan sumber daya untuk memastikan kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengalihkan pasokan listrik dari jaringan terdekat yang disuplai melalui Gardu Induk Sungai Gelam di Provinsi Jambi.
Langkah tersebut memungkinkan pelanggan di wilayah Bayung Lencir dan sekitarnya tetap memperoleh pasokan listrik selama proses pemulihan berlangsung.
Manajer PT PLN (Persero) ULP Sungai Lilin, Ucok Darmawan, menjelaskan bahwa gangguan yang terjadi bukan disebabkan oleh keterbatasan daya pada sistem kelistrikan.
Menurutnya, sejak awal kejadian PLN segera mengambil langkah mitigasi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
“Kami melakukan langkah-langkah penanganan untuk menjaga kontinuitas pasokan listrik kepada pelanggan. Berkat koordinasi dan dukungan seluruh pihak, pasokan listrik tetap dapat disalurkan kepada masyarakat,” ujar Ucok.
PLN Optimalkan Sistem untuk Atasi Tegangan Redup
Meski pasokan listrik tetap tersalurkan, PLN mengakui masih terdapat sejumlah keluhan masyarakat terkait kondisi tegangan listrik yang sempat mengalami penurunan atau redup di beberapa lokasi.
Untuk mengatasi hal tersebut, PLN terus melakukan berbagai langkah teknis guna meningkatkan kualitas layanan selama masa pemulihan.
Beberapa upaya yang dilakukan antara lain optimalisasi konfigurasi jaringan distribusi, penyesuaian peralatan sistem kelistrikan, pemasangan empat unit trafo tap khusus pada wilayah yang berada di ujung jaringan, hingga pemasangan kapasitor 20 kV pada dua titik strategis.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat performa sistem distribusi listrik sehingga kualitas tegangan yang diterima pelanggan dapat kembali stabil.
Selain itu, PLN juga memberikan perhatian khusus terhadap objek vital pelayanan publik seperti rumah sakit, fasilitas kesehatan, penyediaan air bersih, serta berbagai layanan publik lainnya.
Pengamanan sistem dilakukan agar fasilitas-fasilitas penting tersebut tetap mendapatkan pasokan listrik yang andal selama proses pekerjaan berlangsung.
Trafo Pengganti Sedang Menjalani Pengujian
Di sisi lain, PLN terus mempercepat proses penggantian trafo utama yang mengalami gangguan.
Trafo pengganti telah dimobilisasi dari PLTD Payo Selincah, Jambi, dan saat ini tengah menjalani serangkaian pengujian teknis guna memastikan seluruh peralatan memenuhi standar keselamatan dan keandalan sebelum dioperasikan.
Proses pemulihan tidak hanya mencakup pemasangan trafo baru, tetapi juga penggantian sejumlah peralatan yang terdampak, pembangunan kembali koneksi kabel sisi masuk dan keluar trafo, serta pengujian menyeluruh terhadap sistem proteksi dan pengamanan jaringan.
Setiap tahapan dilakukan secara bertahap dan sesuai prosedur untuk memastikan sistem dapat beroperasi secara optimal setelah kembali normal.
“Kami menargetkan seluruh pekerjaan pemulihan dapat diselesaikan pada minggu ketiga hingga keempat Juni 2026. Seluruh tahapan dilakukan secara terukur dan sesuai standar operasional agar sistem yang kembali beroperasi memiliki tingkat keandalan yang optimal,” jelas Ucok.
Sinergi Semua Pihak Dukung Pemulihan
Ucok menambahkan bahwa keberhasilan PLN menjaga pasokan listrik selama masa pemulihan merupakan hasil kerja keras seluruh personel yang bertugas di lapangan serta dukungan dari berbagai pihak.
Menurutnya, koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah, aparat kepolisian, tokoh masyarakat, hingga unsur pemuda menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan.
“Kami mengapresiasi dukungan tokoh masyarakat dan pemuda, Bapak Camat dan Kepala Desa, pihak kepolisian serta seluruh pemangku kepentingan selama proses pemulihan berlangsung. PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan kelistrikan yang andal guna mendukung aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta pertumbuhan ekonomi di Bayung Lencir dan sekitarnya,” katanya.
Komitmen PLN Jaga Keandalan Listrik
Melalui berbagai langkah percepatan yang dilakukan, PLN menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proses pemulihan sesuai target dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja, kualitas pekerjaan, dan keandalan sistem.
Upaya tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab PLN dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kelistrikan yang andal, aman, dan berkelanjutan.
Dengan proses penggantian trafo yang terus berjalan serta berbagai penguatan sistem distribusi yang telah dilakukan, PLN optimistis kondisi kelistrikan di Bayung Lencir dan wilayah sekitarnya akan segera kembali normal dan mampu mendukung aktivitas masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi daerah secara optimal. (dkd)












