NTT, bidiksumsel.com – Setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan penerangan, warga Dusun Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, akhirnya menikmati aliran listrik selama 24 jam penuh melalui Program Listrik Desa (Lisdes) yang mulai beroperasi sejak Mei 2026. Kamis, 4 Juni 2026.
Program ini menghadirkan perubahan besar bagi 149 kepala keluarga yang sebelumnya bergantung pada lampu pelita berbahan minyak tanah untuk beraktivitas di malam hari. Kini, cahaya listrik dari jaringan PLN menjadi sumber harapan baru bagi pendidikan, ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat setempat.
Selama bertahun-tahun, malam di Noemuke identik dengan kegelapan. Anak-anak belajar dengan cahaya seadanya, sementara aktivitas warga berhenti lebih awal karena keterbatasan penerangan.
Mama Maria, salah satu warga, mengungkapkan perubahan besar yang dirasakan keluarganya sejak listrik masuk ke dusun mereka.
“Kalau dulu malam langsung gelap, anak-anak cepat tidur. Sekarang lampunya terang, mereka bisa belajar lebih lama di meja. PR sekolah jadi selesai, mata juga tidak perih kena asap lagi,” ujarnya.
Bagi dirinya, listrik bukan sekadar penerangan, tetapi juga sarana penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di rumah.
Kehadiran listrik juga membawa dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga. Yohanes, pemilik warung kelontong di dusun tersebut, mulai merencanakan pengembangan usaha kecilnya.
“Sekarang ada listrik, saya mau coba beli kulkas kecil. Jadi bisa jual es dan minuman dingin untuk warga. Harapannya ada tambahan penghasilan,” katanya.
Dengan adanya listrik, pelaku usaha kecil di Noemuke kini memiliki peluang untuk meningkatkan pendapatan tanpa harus meninggalkan kampung halaman.
Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, menyampaikan apresiasi atas beroperasinya jaringan listrik di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan di daerah dengan kondisi geografis menantang dilakukan secara bertahap.
“Kami berharap listrik di Noemuke ini bisa membantu anak-anak belajar lebih baik dan warga mulai mengembangkan usaha kecil di rumah,” ujarnya.
PLN Dorong Pemerataan Energi
Direktur Utama PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa program elektrifikasi desa merupakan bagian dari upaya pemerataan pembangunan nasional.
Menurutnya, kehadiran listrik tidak hanya memberikan penerangan, tetapi juga menjadi fondasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta mengurangi kesenjangan antarwilayah.
“PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan akses listrik hingga ke pelosok negeri agar tidak ada lagi masyarakat yang hidup dalam kegelapan,” ujarnya.
General Manager PLN UIW Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menjelaskan bahwa pembangunan jaringan listrik di Noemuke dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis yang cukup menantang.
Untuk melayani 149 rumah warga, PLN membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 1,03 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah sepanjang 4,9 kms, serta satu gardu distribusi berkapasitas 50 kVA.
“Wilayah seperti Noemuke membutuhkan kesiapan teknis dan waktu. Kami berharap listrik ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas produktif masyarakat,” katanya.
Kini, suasana malam di Noemuke tidak lagi gelap seperti sebelumnya. Lampu-lampu di rumah warga mulai menyala, membawa perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dari dusun yang dulu terisolasi oleh keterbatasan cahaya, Noemuke kini mulai menatap masa depan dengan harapan baru lebih terang, lebih produktif, dan lebih sejahtera. (dkd)












