BI Sumsel Hadirkan Pilot Project Nasional, Layanan Penukaran Uang Rupiah Kini Lebih Dekat

ist

BI Sumsel Luncurkan Program Literasi Kebanksentralan di Sekolah dan Perluas Layanan Penukaran Uang Rupiah

Palembang, bidiksumsel.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sumatera Selatan meluncurkan dua inovasi strategis yang menyasar dunia pendidikan dan pelayanan masyarakat. Program tersebut meliputi Pilot Project Integrasi Edukasi Kebanksentralan pada Jenjang Pendidikan Menengah serta Pilot Project Perluasan Layanan Penukaran Uang Rupiah, yang dilaksanakan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan enam bank mitra.

Peluncuran program berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Selasa (28/7/2026), sebagai bagian dari implementasi komitmen Bank Indonesia dalam meningkatkan literasi kebanksentralan sekaligus memperluas akses layanan penukaran uang Rupiah sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Acara tersebut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono, Deputi Kepala Perwakilan Muhamad Aries Permadi, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Hj. Mondyaboni, Direktur Operasional Bank Sumsel Babel H. Festero M. Papeko, pimpinan wilayah Bank Mandiri, BRI, BNI, BSI, BCA, jajaran Bank Indonesia, Dinas Pendidikan, perbankan, serta kepala sekolah dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.

Edukasi Kebanksentralan Masuk Kurikulum SMA dan SMK

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, mengapresiasi inovasi yang diinisiasi Bank Indonesia tersebut.

Menurutnya, integrasi materi kebanksentralan ke dalam proses pembelajaran menjadi langkah penting dalam meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai peran Bank Indonesia, sistem keuangan, hingga pentingnya menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

“Program ini merupakan inovasi yang sangat baik dan diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga pemahaman mengenai peran Bank Indonesia dan pentingnya Rupiah dapat menjangkau seluruh siswa SMA dan SMK di Sumatera Selatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tahap awal program ini akan menjangkau hampir 1.000 siswa, dengan harapan ke depan dapat diperluas hingga seluruh wilayah Sumatera Selatan, termasuk daerah-daerah terpencil.

Latih 923 Guru di Seluruh Sumsel

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menjelaskan bahwa materi edukasi kebanksentralan akan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Ekonomi untuk jenjang SMA dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) bagi SMK.

Sebagai tindak lanjut implementasi program tersebut, mulai 29 Juli 2026, Bank Indonesia akan menggelar Training of Trainers (ToT) kepada 923 guru mata pelajaran Ekonomi dan IPAS yang berasal dari 923 SMA dan SMK di seluruh Sumatera Selatan.

Pelatihan tersebut akan dilaksanakan dalam 12 angkatan (batch) agar para guru memiliki pemahaman yang memadai sebelum menyampaikan materi kepada para siswa.

Menurut Bambang, langkah tersebut diharapkan mampu membangun literasi kebanksentralan sejak dini sehingga generasi muda memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai fungsi bank sentral, sistem pembayaran, kebijakan moneter, serta pentingnya menjaga kualitas dan penggunaan Rupiah.

Perluas Layanan Penukaran Uang Rupiah

Selain sektor pendidikan, Bank Indonesia juga meluncurkan Pilot Project Perluasan Layanan Penukaran Uang Rupiah bersama enam bank mitra, yaitu:

  • Bank Mandiri
  • BRI
  • Bank Sumsel Babel
  • BNI
  • BSI
  • BCA

Melalui program tersebut, masyarakat kini memiliki akses yang lebih luas untuk menukarkan uang Rupiah lusuh, rusak, maupun uang yang telah dicabut dari peredaran.

Setiap bank mitra akan menyediakan minimal satu kantor cabang di setiap kabupaten dan kota di Sumatera Selatan sebagai lokasi layanan penukaran yang dikelola melalui aplikasi PINTAR.

Sebagai bentuk dukungan, Bank Indonesia juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung, antara lain media informasi layanan, alat pengukur tingkat kerusakan uang, hingga pelatihan bagi petugas kasir yang bertugas melayani masyarakat.

Direktur Operasional Bank Sumsel Babel, H. Festero M. Papeko, mengatakan inovasi tersebut merupakan pilot project pertama di Indonesia.

Menurutnya, program ini berpotensi menjadi model nasional dalam memperluas layanan penukaran uang Rupiah.

“Perluasan layanan penukaran uang ini merupakan inovasi pilot project pertama di Indonesia yang diinisiasi KPwBI Provinsi Sumatera Selatan dan diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Bank Sumsel Babel telah menyiapkan tujuh kantor wilayah untuk mendukung pelaksanaan layanan penukaran uang Rupiah.

Perkuat Literasi dan Pengelolaan Rupiah

Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan menandatangani Berita Acara Kesepahaman mengenai integrasi materi kebanksentralan pada jenjang SMA dan SMK.

Penandatanganan tersebut dilanjutkan dengan penyerahan simbolis perangkat edukasi kepada pihak sekolah.

Selain itu, Bank Indonesia bersama enam bank mitra juga menandatangani Berita Acara Komitmen Bersama sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi perluasan layanan penukaran uang Rupiah di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Melalui dua inovasi tersebut, Bank Indonesia berharap literasi kebanksentralan di kalangan generasi muda semakin meningkat, sekaligus memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam memperoleh layanan penukaran uang Rupiah yang lebih dekat, merata, dan berkualitas.

Ke depan, kedua program ini diharapkan menjadi business model yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia guna memperkuat edukasi kebanksentralan serta pengelolaan uang Rupiah secara nasional. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *