PALI  

Tak Terduga! Bupati PALI Hadiahi Umroh Tiga Polisi Usai Bacakan UUD 1945

fhoto : ist

Tangis dan Tepuk Tangan : Ketika Hari Bhayangkara di PALI Menjadi Perjalanan Menuju Tanah Suci

PALI, bidiksumsel.com Matahari baru saja naik ketika derap langkah para peserta upacara memecah keheningan halaman Kantor Bupati PALI. Barisan tertib terlihat dari berbagai unsur : TNI, Polri, pelajar, pramuka, Satpol PP, hingga tokoh masyarakat. Semua hadir untuk satu tujuan : memperingati Hari Bhayangkara ke-79.

Namun tak ada yang menyangka bahwa pagi yang semula biasa itu akan berubah menjadi momen luar biasa momen yang membuat mata berkaca-kaca, dada berdebar, dan tangan-tangan spontan bertepuk sebagai bentuk haru dan hormat.

Kapolres PALI, AKBP Yunar Hotma Parulian Sirait, berdiri tegap di podium. Suaranya lantang namun bersahaja, menyampaikan pesan mendalam di hadapan ratusan pasang mata yang menyimak.

“Hari Bhayangkara bukan hanya seremoni. Ini adalah hari kami bersumpah kembali untuk melayani rakyat, menjaga konstitusi, dan mewujudkan keamanan yang seadil-adilnya.”

Dari barisan tamu kehormatan, Bupati PALI Asgianto, ST., bersama Wakil Bupati Iwan Tuaji, S.H., Kajari, Dandim, hingga Danyon Brimob, menyimak dengan seksama. Ada rasa saling percaya di antara mereka antara penjaga hukum dan penggerak pemerintahan.

Selesai amanat, langit biru menjadi saksi keheningan yang mendalam. Bupati Asgianto maju ke tengah lapangan, dan dari pengeras suara, terdengar pengumuman tak terduga.

“Saya ingin mengundang tiga personel Polres PALI untuk maju ke depan… KOMPOL Kusyanto, IPTU Thomson Angka Wibawa, dan Bribda Ridho…”

Suasana mendadak hening. Ketiganya melangkah maju. Tak tahu, tak menyangka.

Lalu datang tantangan : membacakan Undang-Undang Dasar 1945… tanpa teks, dari hafalan.

Satu per satu, suara mereka melantun, menggetarkan lapangan. Kata demi kata diucapkan dengan pasti. Di setiap bait, terpancar dedikasi dan cinta tanah air.

Dan ketika selesai, tepuk tangan membuncah. Tapi belum usai…

Dengan suara bergetar namun mantap, Bupati Asgianto menyampaikan pengumuman yang memecah emosi semua yang hadir.

“Karena pengabdian dan kecintaan mereka terhadap negara, sebagai bentuk apresiasi… saya persilakan ketiganya bersiap untuk menunaikan ibadah Umroh ke Tanah Suci.”

Sekejap, suasana berubah. Wajah-wajah kaget, lalu berubah menjadi haru. KOMPOL Kusyanto langsung bersujud di tanah. Air mata tak bisa ditahan. IPTU Thomson dan Bribda Ridho ikut larut dalam keheningan syukur.

“Subhanallah… saya tidak menyangka. Dalam hati saya, pernah terucap keinginan pergi ke Tanah Suci. Hari ini Allah mengabulkan, lewat tangan Pak Bupati…” ucap Kusyanto sesenggukan dalam wawancara usai upacara.

Di tengah gemuruh tepuk tangan, pelukan hangat, dan senyum-senyum tulus, momen ini berubah menjadi kisah yang akan diingat, diceritakan, bahkan mungkin diwariskan kepada anak-anak mereka kelak.

Bupati Asgianto menjelaskan bahwa apa yang dilakukan ketiga personel Polres PALI adalah bentuk cinta konstitusi dan teladan kebangsaan. Hadiah umroh itu bukan hanya penghargaan, melainkan motivasi bagi yang lain untuk mencintai tugasnya, negaranya, dan agamanya dengan sungguh-sungguh.

“Inilah Indonesia. Kita bisa menjadi kuat bukan karena jabatan atau kekuasaan, tapi karena semangat kebersamaan dan penghargaan atas pengabdian.”

Wakil Bupati Iwan Tuaji turut menyampaikan bahwa Pemkab PALI akan terus berdiri di samping Polri dalam menjaga stabilitas dan rasa aman masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama di ruang terbuka. Bhayangkari Cabang PALI, para ASN, dan seluruh peserta bersatu dalam suasana syukur. Momen itu menjadi bukti bahwa di balik tugas-tugas berat para penegak hukum, ada pelukan masyarakat dan dukungan pemerintah.

“Kami di Polres PALI akan terus bergerak memberikan pelayanan terbaik, bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten PALI menuju Indonesia Emas 2045,” tutup AKBP Yunar Sirait. (pjs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *