Lahat, bidiksumsel.com – Pemerintah Kabupaten Lahat mulai menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan komoditas hortikultura unggulan melalui program budidaya bawang merah. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan dilaksanakannya panen perdana bawang merah varietas Bawang Merah Varietas Brebes di kebun binaan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Lahat.
Panen perdana tersebut berlangsung di Desa Tunggul Bute, Kecamatan Kota Agung, dan menjadi tonggak awal pengembangan bawang merah sebagai komoditas unggulan baru di Kabupaten Lahat. Keberhasilan ini sekaligus membuka peluang besar bagi petani lokal untuk meningkatkan pendapatan melalui sektor hortikultura.
Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, yang turut hadir dalam kegiatan panen perdana tersebut menyampaikan apresiasinya atas hasil yang dinilai cukup menjanjikan. Ia menilai bahwa bawang merah varietas Brebes yang ditanam di wilayah Lahat memiliki karakteristik yang unik dibandingkan dengan bawang dari daerah lain.
Menurutnya, meskipun ukuran umbi bawang yang dihasilkan relatif lebih kecil dibandingkan bawang dari daerah lain seperti wilayah Kerinci, aroma yang dihasilkan justru lebih kuat. Aroma khas tersebut diyakini dapat menjadi nilai tambah tersendiri yang berpotensi meningkatkan daya saing di pasaran.
“Ini membuktikan Lahat tidak hanya mampu menanam, tetapi juga menghasilkan bawang merah dengan kualitas yang bersaing,” ujar Widia Ningsih saat kegiatan panen berlangsung, Kamis (9/4/2026).
Di balik keberhasilan panen perdana tersebut, Pemerintah Kabupaten Lahat juga mulai mengantisipasi berbagai tantangan yang kemungkinan muncul, terutama dalam hal pemasaran hasil produksi. Produksi yang meningkat secara signifikan berpotensi menimbulkan persoalan baru apabila tidak diimbangi dengan sistem distribusi yang kuat dan terencana.
Untuk itu, pemerintah daerah mendorong dinas terkait agar segera membuka akses pasar baru guna memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik. Salah satu peluang yang tengah dijajaki adalah pemanfaatan hasil produksi bawang merah untuk mendukung kebutuhan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Potensi ekonominya besar. Jangan sampai hasil panen tidak terserap pasar. Hilirnya harus disiapkan, bukan hanya hulunya,” tegas Widia Ningsih.
Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya fokus pada produksi di tingkat hulu, tetapi juga mulai merancang strategi di sektor hilir, termasuk distribusi dan pemasaran.
Ke depan, pengembangan bawang merah varietas Brebes tidak hanya difokuskan di Desa Tunggul Bute. Pemerintah Kabupaten Lahat berencana memperluas lahan budidaya ke wilayah lain yang dinilai memiliki potensi besar, seperti Kecamatan Jarai dan Kecamatan Tanjung Sakti.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan volume produksi secara bertahap sekaligus memperluas keterlibatan petani dalam pengembangan komoditas bawang merah.
Selain itu, Dinas TPHP Kabupaten Lahat juga diminta untuk segera melakukan pemetaan lahan serta menyiapkan dukungan bibit bagi petani yang siap mengembangkan komoditas tersebut. Dukungan bibit berkualitas dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi hasil produksi.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Lahat, Ferry Wisnu, mengungkapkan bahwa hasil uji coba budidaya bawang merah di lahan seluas satu hektare mampu menghasilkan antara 9 hingga 11 ton bawang merah.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator positif bagi keberlanjutan program pengembangan bawang merah di wilayah Lahat. Panen perdana ini juga akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh, mulai dari proses tanam, pemeliharaan, hingga panen, sehingga pengembangan berikutnya dapat berjalan lebih optimal.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah berencana melakukan sertifikasi terhadap bibit bawang merah varietas Brebes yang dikembangkan di Lahat. Langkah ini bertujuan untuk menjadikan bibit tersebut sebagai bibit unggul lokal yang memiliki identitas khas daerah.
“Ke depan, bibit bawang merah Brebes ini akan kami sertifikatkan agar menjadi bibit unggul asli Lahat,” pungkas Ferry Wisnu.
Pengembangan bawang merah ini dinilai memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat. Dengan harga jual yang dapat mencapai Rp50 ribu per kilogram, komoditas ini berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi petani di Kabupaten Lahat.
Melalui panen perdana ini, Pemerintah Kabupaten Lahat optimistis bahwa sektor hortikultura, khususnya bawang merah varietas Brebes, dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah. (agusman)











