Lahat  

Bupati Bursah Zarnubi Tinjau Megalit Tinggi Hari, Listrik dan Infrastruktur Siap Dibangun

ist

Lahat, bidiksumsel.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Lahat dalam mengembangkan kawasan warisan budaya kembali ditunjukkan melalui kunjungan langsung Bursah Zarnubi, Bupati Kabupaten Lahat, ke kawasan Situs Megalit Tinggi Hari pada Kamis (2/4/2026). Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, kunjungan tersebut tercatat telah dilakukan lebih dari sepuluh kali, menandakan keseriusan pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi situs bersejarah tersebut.

Kunjungan kali ini tidak dilakukan sendiri. Bupati didampingi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Dinas Kominfo, Dinas PUPR, Dinas PU Perkim, serta camat setempat dan pihak PLN wilayah Lahat. Fokus utama kunjungan adalah meninjau rencana pembangunan infrastruktur sepanjang kurang lebih dua kilometer yang membentang di kawasan Situs Megalit Tinggi Hari 1, 2, dan 3, yang berada di wilayah Desa Pulau Pinang, Desa Simpur, Kecamatan Pulau Pinang, dan Kecamatan Gumay Ulu.

Menurut Bupati Bursah Zarnubi, tujuan utama peninjauan tersebut adalah memastikan kesiapan pemasangan instalasi listrik di kawasan situs serta wilayah sekitarnya. Ia menegaskan bahwa pembangunan listrik tidak hanya akan difokuskan pada area situs, tetapi juga di sepanjang wilayah Kecamatan Gumay Ulu dan Kecamatan Pulau Pinang.

“Tujuannya hari ini kita meninjau lokasi untuk pemasangan instalasi listrik tak hanya di Situs Megalit Tinggi Hari 1, 2 dan 3, tetapi juga di sepanjang Kecamatan Gumay Ulu dan Kecamatan Pulau Pinang,” jelasnya.

Dalam rencana pengembangannya, pemerintah daerah menggandeng PT PLN sebagai mitra utama dalam pembangunan jaringan listrik. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan kawasan wisata budaya yang sedang dikembangkan.

Bupati menjelaskan bahwa kawasan megalit tersebut merupakan peninggalan sejarah dan kebudayaan nenek moyang yang memiliki nilai historis tinggi. Dengan luas wilayah lebih dari tiga hektare yang berada dalam satu kawasan, situs tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Lahat.

Selain nilai sejarah, kawasan ini juga menawarkan panorama alam berupa hamparan perkebunan kopi yang menjadi ciri khas wilayah setempat. Kombinasi antara warisan budaya dan keindahan alam diyakini akan menjadi daya tarik unik bagi wisatawan.

“Tempat ini tidak hanya sebatas peninggalan sejarah semata, tetapi bisa dikembangkan menjadi destinasi pariwisata dengan pemandangan perkebunan kopi yang menjadi daya tarik tersendiri,” ungkap Bursah Zarnubi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Agus Prianto, Manajer PLN Lahat, bersama Rizki Tungguan, Manajer PLN ULP Lembayung, serta anggota tim teknis lainnya. Mereka melakukan peninjauan langsung untuk mempelajari kondisi lapangan serta menentukan titik-titik strategis pemasangan tiang listrik.

Menurut Agus Prianto, pihak PLN akan menyesuaikan rencana pemasangan jaringan listrik dengan rencana pembangunan jalan dan fasilitas lain yang sedang disiapkan pemerintah daerah.

Ia menegaskan bahwa pemasangan tiang listrik membutuhkan perhitungan matang agar tidak terjadi kesalahan dalam penempatan maupun distribusi penerangan.

“Setelah penjelasan ini, pihak PLN akan melihat perencanaan pembangunan dan jalan, sehingga pemasangan tiang listrik dapat kami perkirakan secara tepat,” ujarnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa penempatan titik penerangan harus disesuaikan dengan rencana pembangunan fasilitas pendukung di kawasan wisata tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Bursah Zarnubi juga berkeliling kawasan situs untuk mendengarkan penjelasan teknis mengenai rencana pembangunan fasilitas pendukung. Pemerintah daerah berencana menambah sejumlah fasilitas seperti area parkir terintegrasi, kafe, serta pusat UMKM yang dapat dimanfaatkan masyarakat setempat.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Produk-produk kreatif dari pelaku UMKM direncanakan akan dipasarkan di kawasan wisata tersebut.

Pembangunan akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai OPD di Kabupaten Lahat. Pendekatan bertahap ini dinilai penting agar pembangunan berjalan sesuai perencanaan serta mempertimbangkan aspek pelestarian situs bersejarah.

Rencana pembangunan kawasan wisata di Situs Megalit Tinggi Hari mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat, termasuk para juru pelihara situs.

Salah satu juru pelihara megalit, Edwin, mengaku merasa senang dengan rencana pembangunan yang sedang disiapkan pemerintah daerah.

Menurutnya, pengembangan kawasan tersebut akan membuat situs menjadi lebih menarik bagi wisatawan dan pelajar yang ingin mempelajari sejarah megalit di wilayah tersebut.

“Kalau pembangunan ini bisa membuat tempat ini semakin menarik dan mendatangkan keuntungan bagi masyarakat lokal serta makin banyak yang belajar tentang megalit, kami sangat gembira dan menyambut baik,” ucapnya.

Pengembangan kawasan Situs Megalit Tinggi Hari diharapkan tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Dengan adanya fasilitas listrik, akses jalan, serta pusat UMKM, masyarakat lokal memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan.

Di sisi lain, pembangunan ini juga bertujuan menjaga kelestarian warisan budaya nenek moyang agar tetap terawat dan dikenal oleh generasi mendatang. Melalui pendekatan terpadu antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian budaya, Pemerintah Kabupaten Lahat menargetkan kawasan megalit ini menjadi ikon wisata sejarah yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Langkah berulang yang dilakukan Bupati Bursah Zarnubi dalam meninjau lokasi menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan rencana tersebut. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk PT PLN, harapan menjadikan kawasan megalit sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Lahat kini semakin mendekati kenyataan. (agusman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *