Muara Enim, bidiksumsel.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Thullap yang terletak di Desa Air Asam, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, terus menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang berkomitmen mencetak generasi muda berakhlak mulia. Pesantren yang didirikan pada tahun 2022 oleh KH. M. Zainudin, S.Pd ini kembali menjadi pusat perhatian masyarakat saat menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Kamis (15/1/2026).
Acara tersebut berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan dihadiri berbagai tokoh agama, unsur pemerintah, serta masyarakat sekitar. Kehadiran para tokoh ini menegaskan bahwa Ponpes Darut Thullap tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Lubai dan sekitarnya.
Ponpes Darut Thullap didirikan oleh KH. M. Zainudin, S.Pd, yang dikenal sebagai lulusan terbaik Pondok Pesantren Darul Mutaqim, Jati Pahu, Trenggalek, Jawa Timur. Dengan latar belakang pendidikan pesantren yang kuat, KH Zainudin membangun Darut Thullap di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan Islam di wilayah pedesaan Sumatera Selatan.
Sejak awal berdiri, pesantren ini memposisikan diri sebagai lembaga yang menjawab tantangan globalisasi dan krisis moral generasi muda. Berlandaskan Al-Qur’an, As-Sunnah, Ijma’, dan Qiyas, Ponpes Darut Thullap berkomitmen menjaga nilai-nilai ubudiyah serta aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah.
Pendekatan pendidikan yang diterapkan tidak hanya menekankan aspek intelektual, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, serta akhlak santri agar mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
Dihadiri Tokoh NU, TNI, Polri, dan Masyarakat
Peringatan Isra Mi’raj di lingkungan pesantren ini turut dihadiri Ketua Pengurus MWC NU Kecamatan Lubai Ustadz Samino, S.Pd beserta jajaran, Arman selaku Babinsa Lubai, serta Juni sebagai perwakilan dari Kapolsek Lubai. Selain itu, tampak pula anggota Banser NU, tokoh masyarakat, wali santri, dan warga sekitar yang memadati area pesantren.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi simbol sinergi antara ulama, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan berbasis pesantren sebagai benteng moral generasi muda.
Suasana acara berlangsung penuh kekeluargaan. Para santri menampilkan sikap tertib dan santun, sementara para tamu undangan mengikuti rangkaian kegiatan dengan khusyuk hingga acara selesai.
Tausiah KH Mustolib : Makna Isra Mi’raj dan Pentingnya Pendidikan Anak
Puncak acara diisi dengan tausiah oleh KH. Mustolib, pengasuh Pondok Pesantren Darul Hidayah, Pringsewu, Lampung. Dalam ceramahnya, KH Mustolib mengulas secara mendalam makna dan hikmah peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Ia menjelaskan bahwa Isra Mi’raj merupakan peristiwa agung dalam sejarah Islam, ketika Rasulullah SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, lalu naik ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah salat lima waktu secara langsung dari Allah SWT.
“Isra Mi’raj bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mengajarkan pentingnya kedekatan hamba dengan Tuhannya melalui salat,” ujar KH Mustolib di hadapan ratusan jamaah.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa salat adalah fondasi utama dalam membentuk karakter seorang Muslim. Jika salat terjaga, maka perilaku dan akhlak seseorang akan ikut terjaga.
Selain membahas Isra Mi’raj, KH Mustolib juga memberikan pesan khusus kepada para orang tua agar tidak lalai dalam mendidik anak. Menurutnya, pendidikan agama harus ditanamkan sejak usia dini hingga anak dewasa.
“Orang tua jangan hanya mengejar anaknya pintar secara akademik, tetapi harus lebih dulu membentuk akhlaknya. Ajarkan kejujuran, sopan santun, dan norma-norma agama sejak kecil,” pesannya.
Ia menambahkan bahwa anak-anak yang dididik dengan nilai Islam yang kuat akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter, bertanggung jawab, dan mampu menjadi penerus perjuangan dakwah Islam di masa depan.
“Kalau kita mulai mendidik mereka dari sekarang, insyaallah ke depan mereka akan menjadi generasi yang menjaga agama, menjaga bangsa, dan membawa kebaikan di tengah masyarakat,” tuturnya.
Melalui kegiatan peringatan Isra Mi’raj ini, Ponpes Darut Thullap kembali menegaskan perannya sebagai pusat pembinaan spiritual dan moral di tengah arus globalisasi yang kian deras. Keberadaan pesantren ini diharapkan mampu menjadi benteng dari pengaruh negatif yang mengancam generasi muda, seperti pergaulan bebas, narkoba, dan degradasi akhlak.
Dengan dukungan masyarakat, tokoh agama, serta pemerintah setempat, Ponpes Darut Thullap optimistis dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan Islam di Kabupaten Muara Enim, khususnya Kecamatan Lubai.
Acara pun ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan bagi para santri, pengasuh pesantren, serta seluruh masyarakat agar senantiasa diberikan kekuatan dalam menjaga nilai-nilai Islam dan membangun masa depan generasi yang lebih baik. (anggun)













Salam sehat sukses sllu,
bismillah menjadi Alhamdulillah,
ttp semangat 💪😁