Muba, bidiksumsel.com – Nama Iptu Joharmen SH MSi kembali menjadi perbincangan publik setelah kabar mutasinya ke Polda Sumatera Selatan pada Senin, 8 Desember 2025, ramai diperbincangkan masyarakat. Sosok yang dikenal humanis, ramah, dekat dengan warga, dan penuh prestasi ini meninggalkan jejak mendalam selama bertugas sebagai Kapolsek Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin.
Selama masa kepemimpinannya, suasana keamanan di wilayah Sanga Desa dinilai kondusif, dengan respon cepat terhadap aduan masyarakat, serta pola pendekatan yang mengedepankan dialog, edukasi, dan pencegahan. Banyak kalangan menilai kehadiran Joharmen bukan hanya sebagai aparat hukum, tetapi juga sebagai teladan sosial yang mampu menyatukan masyarakat, pemerintah desa, dan institusi kepolisian.
Sejumlah program yang ia gagas turut menjadi catatan positif, mulai dari patroli lingkungan secara intensif, pembinaan generasi muda, penanganan konflik secara mediasi, hingga memperkuat sinergi antara kepolisian, tokoh adat, pemerintah desa, dan organisasi kemasyarakatan.
Karena rekam jejak tersebut, kabar mutasi ini memunculkan beragam reaksi. Warga hingga tokoh masyarakat mengaku bangga sekaligus merasa kehilangan.
Eka, salah satu warga Sanga Desa, menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada sosok Joharmen atas dedikasi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Beliau sangat dekat dengan warga. Respons cepat, tidak pilih-pilih, dan selalu hadir ketika masyarakat butuh. Meski berat melepas, kami bangga beliau mendapat amanah lebih besar di Polda Sumsel,” ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan perwakilan media, ormas, dan lembaga masyarakat, Awam Suhendra. Ia menilai, Joharmen adalah sosok pemimpin yang mampu menjalankan tugas dengan elegan dan profesional.
“Berbagai persoalan dan penanganan kasus dituntaskan dengan cepat, tegas, dan transparan. Pendekatan humanis menjadi ciri khasnya, sehingga penyelesaian masalah selalu diupayakan melalui dialog terlebih dahulu tanpa kehilangan ketegasan hukum,” ungkap Awam.
Di kalangan warga, mutasi ini meninggalkan ruang emosional yang kuat. Banyak dari mereka menyebut kepergiannya sebagai kehilangan sosok pengayom yang mudah ditemui, tidak berjarak, dan peduli terhadap persoalan masyarakat.
“Beliau itu bukan hanya polisi, tapi sahabat masyarakat. Selalu turun langsung, memberi solusi, bukan hanya menegur atau menindak,” kata salah satu warga Sanga Desa lainnya.
Sumber internal menyebut bahwa mutasi Iptu Joharmen ke Polda Sumsel bukan hal biasa, melainkan bagian dari bentuk penghargaan atas dedikasi, kinerja, dan prestasinya selama menjabat.
Langkah ini juga dinilai sebagai kesempatan bagi Joharmen untuk menunjukkan kapasitas lebih luas dalam tugas yang memiliki tantangan lebih besar, sekaligus membawa semangat humanis yang telah ia bangun di Sanga Desa. (ari)













