Jarang Tersorot! Begini Cara KPID Sumsel Bekali Pelajar Agar Tak Salah Pilih Tontonan

Wakil Ketua KPID Sumsel, Hasandri menyerahkan secara langsung cindera mata kepada salah satu pelajar Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Azizah di kantor Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumsel pada Rabu, 10 Desember 2025/ist

KPID Sumsel Bekali Siswa SMP IT Azizah dengan Literasi Penyiaran di Era Digital

Palembang, bidiksumsel.com – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Selatan kembali melanjutkan komitmennya dalam membangun budaya menonton yang sehat di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan edukasi penyiaran yang digelar khusus untuk para pelajar Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Azizah. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor KPID Sumsel dan diikuti antusias oleh para siswa yang penasaran dengan bagaimana dunia siaran bekerja dan bagaimana lembaga pengawas konten ini menjalankan tugasnya. Rabu, 10 Desember 2025.

Acara dibuka langsung oleh Ketua KPID Sumsel, Hefriady. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa peran KPID bukan hanya mengawasi isi siaran televisi dan radio, melainkan juga memastikan bahwa masyarakat khususnya anak dan remaja mendapatkan tayangan yang sehat, edukatif, dan sesuai usia.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa tidak semua yang mereka tonton itu aman. Ada proses pengawasan, ada aturan yang harus dipatuhi lembaga penyiaran,” ujar Hefriady. Ia juga memperkenalkan struktur, tugas, dan kewenangan KPID sehingga para siswa dapat mengenal lebih dekat lembaga yang selama ini mungkin hanya mereka dengar lewat pemberitaan.

Dengan gaya penyampaian yang lugas namun ramah, Hefriady berusaha menunjukkan kepada generasi muda bahwa literasi media adalah kemampuan wajib di era digital. Terlebih, anak muda hari ini hidup bersamaan dengan banjir informasi dari berbagai platform televisi, radio, hingga internet.

Materi Literasi Media dari Wakil Ketua KPID

Giliran Wakil Ketua KPID Sumsel, Hasandri, yang kemudian memberikan materi lebih mendalam tentang dunia penyiaran. Ia mengajak para siswa memahami pentingnya memilah tontonan, terlebih saat ini berbagai konten digital sangat mudah diakses tanpa batasan waktu dan tempat.

Menurut Hasandri, anak-anak dan remaja kerap menjadi sasaran empuk berbagai tontonan yang tidak sesuai usia, mulai dari kekerasan, ujaran kebencian, hingga konten dewasa terselubung. Karena itu, kemampuan literasi media menjadi benteng utama agar generasi muda tidak terpapar hal-hal negatif.

“Anak-anak harus tahu mana tontonan yang tepat, mana yang harus dihindari. Era digital ini penuh godaan informasi yang tidak semuanya benar dan tidak semuanya baik,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bagaimana memilih program tayangan yang sesuai klasifikasi usia serta bagaimana membaca tanda atau label yang muncul di televisi.

Sesi ini menjadi salah satu yang paling interaktif. Para siswa banyak mengajukan pertanyaan, mulai dari bagaimana proses sensor dilakukan hingga bagaimana KPID menindak siaran yang melanggar aturan.

Pendamping dari SMP IT Azizah, Aprianda, mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting bagi siswa. Menurutnya, anak-anak sekarang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget, sehingga mereka kerap lupa bahwa ada banyak tayangan televisi dan radio yang sebenarnya memiliki nilai edukatif.

“Karena itu mereka sangat antusias mengikuti edukasi ini di KPID. Ini pengalaman baru bagi mereka,” kata Aprianda.
Ia juga berharap sesi edukasi ini mampu memberikan dampak positif jangka panjang. “Banyak dari mereka belum bisa membedakan mana konten yang layak dan tidak. Harapan kami, setelah kegiatan ini, mereka lebih sadar dan lebih selektif.”

Edukasi penyiaran ini bukan sekadar kunjungan biasa. KPID Sumsel ingin memastikan setiap peserta membawa pulang bekal pengetahuan yang bermanfaat. Mulai dari memahami bagaimana konten diseleksi, bagaimana lembaga penyiaran harus tunduk pada aturan, hingga bagaimana seorang pelajar dapat ikut menjaga ekosistem media yang sehat dengan cara memilih tontonan dengan bijak.

KPID Sumsel berharap kegiatan ini menjadi titik awal pembentukan generasi yang lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam mengonsumsi media. Di tengah derasnya arus informasi, literasi media bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Dengan melibatkan langsung para pelajar, KPID Sumsel menegaskan bahwa masa depan penyiaran yang sehat tidak hanya ada di tangan lembaga pengawas atau media, tetapi juga di tangan pengguna, terutama generasi muda yang kelak akan menjadi penonton dan pembuat konten. (et)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *