Polda Sumsel Luncurkan Kedai ADO Presisi, Solusi Nyata untuk Driver Online di Tengah Tekanan Ekonomi
Palembang, bidiksumsel.com – Langkah inovatif kembali ditunjukkan oleh Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dalam memperkuat pelayanan publik berbasis komunitas. Melalui peluncuran Kedai ADO Presisi, institusi kepolisian ini menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online (ojol) yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi perkotaan.
Peresmian fasilitas tersebut dilakukan langsung oleh Sandi Nugroho di kawasan strategis Jalan KH Wahid Hasyim I, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang. Kehadiran Kedai ADO Presisi menjadi bagian dari implementasi program Presisi Polri yang menekankan pendekatan humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Tidak seperti fasilitas umum pada umumnya, Kedai ADO Presisi dirancang sebagai pusat aktivitas terpadu bagi para driver online. Beragam fasilitas disiapkan untuk menunjang produktivitas sekaligus kesejahteraan mereka.
Mulai dari bengkel ringan untuk perawatan kendaraan, layanan pencucian motor, hingga ruang istirahat yang nyaman tersedia dalam satu kawasan. Kehadiran fasilitas ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendasar para pengemudi yang kerap menghabiskan waktu berjam-jam di jalan.
Tak hanya itu, tersedia pula kantin dengan harga terjangkau yang membantu menekan pengeluaran harian. Kantin ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat solidaritas antar driver.
Aspek kesehatan turut menjadi perhatian serius. Polda Sumsel menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan berkala guna memastikan kondisi fisik para pengemudi tetap prima.
Selain itu, fasilitas ibadah yang bersih dan nyaman juga disiapkan, menjadikan Kedai ADO Presisi sebagai ruang yang tidak hanya produktif, tetapi juga mendukung kebutuhan spiritual masyarakat.
Lebih dari sekadar fasilitas ekonomi, Kedai ADO Presisi juga berfungsi sebagai simpul komunikasi antara kepolisian dan masyarakat. Interaksi yang terjalin di lokasi ini diharapkan mampu mempercepat pertukaran informasi serta mendukung deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolda Sumsel, Sandi Nugroho, menegaskan bahwa fasilitas ini memiliki nilai strategis dalam membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga ruang silaturahmi untuk bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menyebut inovasi ini sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik Polri yang semakin adaptif.
Kedai ADO Presisi di Palembang bukan satu-satunya. Program ini diluncurkan secara serentak di 21 titik di seluruh wilayah Sumatera Selatan, menunjukkan keseriusan Polda Sumsel dalam menghadirkan dampak luas bagi masyarakat.
Ketua DPD Asosiasi Driver Online Sumsel, Asrul Indrawan, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai fasilitas ini sangat membantu para driver yang jumlahnya mencapai ribuan.
“Ini sangat meringankan beban operasional kami dan menjadi tempat berkumpul yang aman,” ungkapnya.
Namun demikian, ia juga berharap program ini dapat terus diperluas dengan dukungan dari pemerintah dan sektor swasta.
Di tengah tantangan ekonomi, termasuk potensi kenaikan harga bahan bakar, keberadaan Kedai ADO Presisi diharapkan mampu menjaga stabilitas sosial. Selain meningkatkan kesejahteraan, fasilitas ini juga menjadi sarana meredam potensi konflik serta memperkuat ketertiban masyarakat.
Dengan konsep yang menggabungkan pelayanan publik dan pemberdayaan komunitas, Kedai ADO Presisi menjadi contoh nyata bagaimana institusi negara dapat hadir lebih dekat, relevan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa transformasi Polri tidak hanya berbicara soal penegakan hukum, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan solusi nyata di tengah kehidupan masyarakat sehari-hari. (dkd)













