Irma Suryani dan Badan Gizi Nasional Dorong Program MBG di OKU, 60 Ribu Siswa Siap Nikmati Makanan Bergizi
OKU, bidiksumsel.com – Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani menggandeng Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperkuat strategi penguatan gizi melalui sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Acara ini digelar di Gedung Padepokan PSHT Cabang OKU, Desa Marta Jaya, Kecamatan Lubuk Raja, Kamis (5/6/2025), dan diikuti oleh lebih dari 300 warga dari berbagai kalangan.
Program MBG merupakan inisiatif nasional yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung peningkatan gizi anak-anak sekolah. Di OKU, program ini diproyeksikan akan memberi manfaat langsung bagi 60 ribu siswa.
Dalam sambutannya, Irma Suryani menyatakan bahwa program MBG bukan sekadar pembagian makanan, tetapi merupakan bagian dari investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
“Program MBG akan memberi manfaat besar untuk 60 ribu siswa di OKU. Ini bagian dari upaya menciptakan generasi sehat, kuat, dan cerdas melalui penyediaan makan siang bergizi secara gratis bagi anak-anak usia sekolah,” ujar Irma.
Lebih lanjut, Irma menekankan bahwa pemenuhan gizi yang baik merupakan fondasi utama untuk membentuk generasi penerus bangsa yang sehat secara fisik maupun mental. Ia juga mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat lokal dalam keberhasilan program tersebut.
“Kami menyadari bahwa keberhasilan program ini tidak mungkin tercapai tanpa keterlibatan semua pihak, terutama masyarakat lokal. Dukungan dari para tokoh masyarakat OKU sangat kami apresiasi karena telah menjadi ujung tombak dalam mengedukasi warga,” jelasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Staf Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Alwin Supriyadi dan Rudi Hartono, yang turut menyampaikan materi seputar pentingnya gizi seimbang serta strategi kolaboratif dalam implementasi program MBG.
Irma juga memberikan apresiasi tinggi kepada Polres OKU yang telah ikut berperan dalam proses monitoring dan pengawasan pelaksanaan program di seluruh kecamatan. Menurutnya, sinergi antara DPR, BGN, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum menjadi kekuatan utama yang akan menjamin keberlanjutan dan efektivitas MBG.
“Kami ingin memastikan bahwa makanan yang disajikan benar-benar memenuhi standar kesehatan dan kebutuhan gizi siswa. Oleh karena itu, pengawasan berlapis dari berbagai pihak menjadi penting agar hasilnya optimal,” imbuh Irma.
Selain memfasilitasi pembagian makanan, kegiatan ini juga mencakup edukasi tentang pentingnya gizi seimbang, pengolahan makanan sehat, hingga peran keluarga dalam membentuk kebiasaan makan anak.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap akan tumbuh kesadaran bersama tentang pentingnya pola makan sehat dan seimbang, terutama bagi anak-anak. Keluarga dan lingkungan sekolah punya peran kunci dalam hal ini,” ungkapnya.
Program MBG mendapat antusiasme tinggi dari warga Desa Marta Jaya. Salah satu peserta, Siti Aminah (42), mengatakan bahwa program ini sangat membantu keluarga menengah ke bawah yang kerap kesulitan menyediakan makanan sehat bagi anak-anak mereka setiap hari.
“Anak-anak kami butuh makan bergizi, tapi kondisi ekonomi kami terbatas. Dengan program ini, kami merasa sangat terbantu,” ujarnya.
Irma menegaskan bahwa implementasi program ini akan terus dievaluasi secara berkala untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Ia berharap MBG tidak hanya sukses di OKU, tetapi juga bisa menjadi model nasional yang diterapkan secara konsisten di seluruh wilayah Indonesia. (dkd)













