Palembang, bidiksumsel.com – Setelah menuntaskan rapat koordinasi antarsektoral terkait keamanan perayaan Idul Fitri, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, Inspektur Jenderal A Rachmad Wibowo, mengawali apel siaga bersama ratusan petugas yang akan bertugas dalam Operasi Ketupat Musi 2024. Apel ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel dalam menjaga keamanan selama masa mudik lebaran, bertempat di halaman Griya Agung, Palembang, pada Rabu (3/4/2024).
Dalam pidato yang mengutip kata-kata Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Sumsel menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi antara TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjamin keamanan selama musim mudik Idul Fitri 1445 Hijriyah. Beliau menyampaikan bahwa, berdasarkan survei, tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan dan keamanan mudik tahun lalu mencapai angka 89,5%, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya, dan memotivasi untuk peningkatan prestasi tersebut di tahun ini.
“Prediksi pergerakan pemudik tahun ini mencapai angka yang mencengangkan, yaitu 193,6 juta orang, naik 56,4% dari tahun sebelumnya. Untuk itu, Rachmad menginformasikan bahwa pihaknya, bersinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan berbagai instansi terkait, telah mempersiapkan strategi penanganan potensi kontingensi, termasuk bencana alam,” ujarnya.
Secara spesifik, Operasi Ketupat 2024 di Sumsel akan diperkuat oleh 4.229 personel dari berbagai instansi, termasuk Polri yang menyumbang 2.322 anggota. Disiapkan juga 92 pos pengamanan dan pelayanan serta pos terpadu di lokasi-lokasi strategis, termasuk titik-titik wisata, tempat ibadah, dan area komersial, dengan tujuan mengamankan lokasi yang paling berpotensi risiko.
Kapolda menambahkan, telah disiapkan pelayanan khusus di jalur-jalur utama, termasuk fasilitas kesehatan, bantuan teknis untuk kendaraan mogok, dan tempat istirahat bagi para pengemudi. Selain itu, pos terpadu juga didirikan di stasiun, terminal, pelabuhan, dan bandara, berkolaborasi dengan otoritas setempat untuk memastikan kelancaran perjalanan pemudik.
Beliau juga mengingatkan tentang pembatasan lalu lintas bagi kendaraan berat sesuai surat edaran Gubernur Sumsel, yang dimulai dari tanggal 5 April, kecuali untuk kendaraan yang mengangkut kebutuhan pokok dan bantuan bencana.
Menghadapi tantangan infrastruktur yang belum berkembang dan prediksi peningkatan volume pemudik, Rachmad menyarankan masyarakat untuk melakukan perjalanan di siang hari, memastikan kondisi kendaraan prima, untuk menghindari kerusakan atau kecelakaan di perjalanan.
“Dalam upaya pencegahan kecelakaan, telah dilakukan sosialisasi ke masyarakat dan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengatur pasar tumpah yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas, khususnya di area Banyuasin hingga Musi Banyuasin,” katanya.
Menanggapi kemacetan di perlintasan kereta, telah dilakukan koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia untuk mengatur ulang jadwal operasional kereta, preferensi di malam hari, untuk mengurangi gangguan terhadap lalu lintas mudik.
Rachmad juga mengimbau masyarakat yang akan mudik untuk menitipkan rumahnya kepada tetangga atau kepolisian terdekat, meminimalisir risiko kejahatan saat rumah ditinggal kosong.
Sebagai langkah antisipatif, telah disiapkan layanan bantuan polisi yang aktif 24 jam untuk memberikan bantuan darurat kepada masyarakat.
Terakhir, terkait kondisi Tol Betung yang masih dalam pemeriksaan, Kapolda menginformasikan beberapa titik yang perlu perhatian karena kondisi jalan yang belum optimal. Meskipun demikian, pihaknya bersama pengembang telah menyiapkan rencana pengawalan, jika jalan tersebut tetap akan digunakan selama musim mudik. (red)












