Tanam 900 Bibit Melon, Rutan Palembang Lanjutkan Program Kemandirian Warga Binaan

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Setelah sukses melaksanakan peresmian serta panen perdana melon pada awal tahun 2026, Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang kembali melanjutkan program pembinaan kemandirian melalui penanaman tahap kedua bibit melon jenis Intanon. Kegiatan ini dilaksanakan di area Sarana Edukasi Asimilasi sebagai bentuk kesinambungan program pembinaan berbasis keterampilan bagi warga binaan.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan, khususnya di bidang pertanian produktif yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Pada tahap kedua ini, sebanyak kurang lebih 900 bibit melon baru ditanam oleh jajaran Sub Seksi Bimbingan Kegiatan bersama staf terkait. Kegiatan penanaman tersebut juga melibatkan empat orang warga binaan yang telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti program kerja di lingkungan rutan.

Pelibatan warga binaan dalam kegiatan ini tidak dilakukan secara sembarangan. Mereka telah melalui prosedur sesuai ketentuan, termasuk tahapan sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), serta mendapatkan persetujuan langsung dari Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang, Muhammad Rolan.

Dengan proses seleksi yang ketat, diharapkan warga binaan yang terlibat benar-benar siap mengikuti program pembinaan dengan penuh tanggung jawab.

Dalam pelaksanaannya, warga binaan tidak hanya diberikan kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan bercocok tanam, tetapi juga mendapatkan pelatihan mengenai teknik dasar budidaya melon.

Kegiatan ini mencakup berbagai tahapan, mulai dari penanaman bibit, perawatan tanaman, hingga proses panen dan pemasaran hasil. Melalui pengalaman langsung di lapangan, warga binaan diharapkan mampu memahami proses pertanian secara menyeluruh.

Program ini menjadi salah satu strategi pembinaan yang berorientasi pada pengembangan keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan setelah masa pidana selesai.

Dengan keterampilan yang dimiliki, warga binaan memiliki peluang lebih besar untuk membangun usaha mandiri atau bekerja di sektor pertanian setelah kembali ke masyarakat.

Menariknya, selain memperoleh pengalaman dan keterampilan, warga binaan yang terlibat juga menerima upah premi dari hasil penjualan melon yang dihasilkan dari program tersebut.

Upah tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga mereka di luar rutan, sekaligus memberikan motivasi tambahan bagi warga binaan untuk mengikuti program pembinaan secara serius.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembinaan di lingkungan rutan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan sosial bagi warga binaan dan keluarga mereka.

Program budidaya melon ini menjadi salah satu bentuk nyata pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan selama masa pidana, tetapi juga sebagai bekal keterampilan jangka panjang bagi warga binaan.

Dengan adanya kegiatan produktif seperti ini, diharapkan warga binaan mampu mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta kemandirian dalam menjalani kehidupan.

Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif dan bermanfaat.

Melalui kesinambungan program penanaman melon tahap kedua ini, Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang berharap para warga binaan dapat memperoleh keterampilan yang dapat digunakan sebagai bekal untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti.

Dengan keterampilan pertanian yang dimiliki, diharapkan mereka mampu mandiri secara ekonomi dan kembali ke tengah masyarakat sebagai individu yang produktif dan berdaya guna. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *