Andie Dinialdie Kawal Langsung Pembangunan Jembatan Air Lawai B, Target Rampung 180 Hari

Lahat, bidiksumsel.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan, Andie Dinialdie, hadir langsung dalam peletakan batu pertama pembangunan kembali Jembatan Air Lawai B di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Jumat (10/04/2026). Kehadiran pimpinan legislatif tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan infrastruktur vital yang sebelumnya roboh itu kini mulai memasuki tahap realisasi.

Bagi masyarakat Merapi Timur dan sekitarnya, dimulainya pembangunan kembali jembatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi simbol kebangkitan konektivitas ekonomi yang sempat terhambat akibat robohnya jembatan lama yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas masyarakat.

Andie Dinialdie menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap tahapan pembangunan agar berjalan sesuai rencana. Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta merupakan kunci utama dalam percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Pembangunan kembali Jembatan Air Lawai B dilakukan oleh Tim Percepatan Pembangunan Kembali Jembatan Air Lawai (TPPJAL) dengan dukungan penuh dari para pengusaha lokal. Skema kerja sama ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mempercepat proses pembangunan sekaligus memastikan ketersediaan sumber daya yang memadai.

Dalam kesempatan tersebut, Andie Dinialdie menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas pembangunan. Ia mengingatkan bahwa jembatan yang dibangun harus memiliki standar mutu tinggi serta mampu bertahan dalam jangka panjang.

Menurutnya, kualitas konstruksi menjadi faktor utama agar jembatan tidak hanya selesai secara cepat, tetapi juga aman digunakan oleh masyarakat dalam waktu lama.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, yang turut hadir bersama Andie Dinialdie, menjelaskan bahwa dimulainya pembangunan proyek tersebut merupakan hasil dari proses administrasi yang cukup panjang.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah menunda pembangunan tanpa alasan. Setiap penggunaan anggaran harus melalui tahapan administratif sesuai aturan yang berlaku.

“Kita bukan tidak ingin cepat, namun dalam penggunaan anggaran ada tahapan yang harus dilalui. Hari ini kita mulai setelah semua proses tersebut selesai,” ujar Herman Deru.

Ia juga menginstruksikan agar pembangunan jembatan tidak hanya fokus pada penyelesaian fisik semata, tetapi juga memperhatikan standar teknis agar mampu menahan beban kendaraan dengan aman. Target pembangunan pun telah ditetapkan, yakni dalam waktu sekitar 180 hari jembatan tersebut diharapkan sudah dapat dilalui oleh masyarakat.

Selain pembangunan jembatan, perhatian juga diarahkan pada kondisi jalan penghubung menuju lokasi. Andie Dinialdie menilai, keberadaan jembatan yang kokoh akan menjadi kurang optimal jika akses jalan menuju lokasi masih dalam kondisi rusak atau berlubang.

Senada dengan hal tersebut, Herman Deru juga menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung agar manfaat jembatan dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

“Percuma jembatan bagus, jika jalan menuju ke sana masih berlubang. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegas Herman Deru di hadapan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Wakil Bupati Kabupaten Lahat, Widia Ningsih.

Kekompakan antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, DPRD, Pemerintah Kabupaten Lahat, serta sektor swasta dinilai menjadi kekuatan utama dalam mempercepat pemulihan infrastruktur vital di wilayah tersebut.

Widia Ningsih selaku Wakil Bupati Kabupaten Lahat juga diminta untuk terus mengawasi jalannya pembangunan agar seluruh proses berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.

Dengan dimulainya pembangunan kembali Jembatan Air Lawai B, diharapkan arus logistik yang sempat terganggu dapat kembali normal. Aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Merapi Timur, diyakini akan kembali menggeliat seiring pulihnya akses transportasi utama.

Andie Dinialdie memastikan bahwa pihaknya akan terus berada di garis terdepan dalam mengawal proyek ini hingga tuntas. Ia menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut kehidupan ekonomi masyarakat yang bergantung pada kelancaran akses transportasi.

Melalui kerja sama yang solid antara pemerintah dan sektor swasta, pembangunan Jembatan Air Lawai B diharapkan menjadi tonggak penting dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lahat. (skb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *