DPRD Sumsel Soroti Laba dan Dividen Bank Sumsel Babel, Target PAD Harus Lebih Maksimal

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Provinsi Sumatera Selatan menggelar rapat kerja bersama jajaran direksi PT Bank Sumsel Babel di Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (8/4/2026). Rapat ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2025, khususnya dalam menelaah peran Bank Sumsel Babel sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Pansus III tersebut dihadiri oleh sejumlah anggota pansus serta manajemen Bank Sumsel Babel. Fokus utama pembahasan adalah mengevaluasi kontribusi bank milik daerah tersebut terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta efektivitas pelaksanaan program pembiayaan sepanjang tahun 2025.

Dalam forum tersebut, Pansus III menegaskan bahwa Bank Sumsel Babel memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, bank diharapkan mampu menjaga stabilitas kinerja keuangan di tengah tantangan ekonomi global, sekaligus tetap mengedepankan fungsi sosial dalam mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan di wilayah Sumatera Selatan.

Salah satu poin penting yang menjadi perhatian Pansus III adalah pencapaian laba bersih Bank Sumsel Babel selama tahun buku 2025. Legislator mendorong agar setoran dividen kepada kas daerah dapat terus dioptimalkan, mengingat kontribusi tersebut menjadi salah satu sumber pendanaan penting bagi pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik di daerah.

Selain itu, DPRD juga memberikan apresiasi atas penyaluran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah dilakukan. Meski demikian, Pansus III memberikan catatan agar distribusi KUR ke depan dapat lebih merata hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Sektor pertanian dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) disebut sebagai prioritas utama karena dinilai sebagai tulang punggung ekonomi lokal yang harus terus diperkuat.

Tidak hanya aspek pembiayaan, rapat tersebut juga menyoroti perkembangan transformasi digital yang dilakukan Bank Sumsel Babel. Pansus III menilai bahwa digitalisasi layanan menjadi kebutuhan penting di era modern, terutama untuk meningkatkan kenyamanan dan kecepatan layanan kepada nasabah.

Namun, seiring meningkatnya penggunaan layanan digital dan transaksi non-tunai, Pansus III menekankan pentingnya penguatan sistem keamanan siber (cyber security). Langkah ini dianggap krusial untuk melindungi data nasabah serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan daerah.

Pembahasan juga mencakup aspek pemenuhan modal inti Bank Sumsel Babel sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Dalam hal ini, Pansus III menyatakan dukungannya terhadap kebijakan penguatan modal selama kebijakan tersebut mampu meningkatkan kinerja dan daya saing bank di masa mendatang.

Selain aspek bisnis dan layanan, DPRD juga menaruh perhatian pada program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Pansus III meminta agar alokasi CSR Bank Sumsel Babel pada tahun 2026 dapat lebih diselaraskan dengan program prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem serta penurunan angka stunting.

Langkah ini dinilai penting agar keberadaan BUMD tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat luas.

Hasil pembahasan dalam rapat tersebut nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi resmi Pansus III. Rekomendasi tersebut akan disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Selatan sebagai bahan masukan terhadap evaluasi LKPJ Gubernur Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2025.

Melalui evaluasi yang komprehensif terhadap kinerja Bank Sumsel Babel, DPRD Sumatera Selatan berharap kontribusi BUMD terhadap pembangunan daerah dapat semakin optimal, baik melalui peningkatan PAD, perluasan akses pembiayaan masyarakat, maupun dukungan terhadap program sosial yang berkelanjutan. (skb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *