Ngunduh Mantu Arham–Aprilia di Lubai Berlangsung Meriah, Jadi Ajang Silaturahmi Tokoh dan Pejabat Muara Enim
Muara Enim, bidiksumsel.com – Suasana Desa Suka Merindu, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim, tampak berbeda pada Minggu (11/01/2026). Ribuan tamu memadati lokasi acara ngunduh mantu pasangan Arham Priya Cahya Putra, putra dari Armizon dan Halima, dengan Aprilia Mia Susanti, putri dari Mulyadi dan Eryanti.
Hajatan keluarga besar ini tak hanya menjadi momen sakral bagi kedua mempelai, tetapi juga menjelma sebagai ajang silaturahmi besar yang dihadiri sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, unsur pemerintahan, hingga perwakilan organisasi keagamaan dan lembaga sosial.
Sejumlah tamu kehormatan tampak hadir, di antaranya Harmison, SE dan Mualimin, S.Pt, anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, Wien Wirma Putra, S.STP, M.Si selaku Camat Lubai, Monial Antoni, S.Pd, M.Si Sekretaris Camat Lubai, serta Ersangkut, S.Psi, Satria Karsa, SE, M.Si, Wayan Sugindra, M. Rusman, Jamhuri, dan Ishak Juharsa sebagai tokoh masyarakat.
Turut hadir pula Ahmad Mujtabah, S.Th.I, SE mewakili PCNU Kabupaten Muara Enim, Aswen Suhendra, S.H.I dan Fuad Setiawan dari Baznas Kabupaten Muara Enim, Kepala Desa Suka Merindu Ensamora, S.Pd, serta Kepala Desa Beringin Beri Putra Prabu.
Prosesi ngunduh mantu berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan. Lantunan doa dan ucapan selamat mengiringi langkah kedua mempelai yang tampil anggun di pelaminan.
Pihak keluarga berharap Arham dan Aprilia dapat membangun rumah tangga yang harmonis, berlandaskan nilai kejujuran, saling pengertian, serta komitmen bersama.
“Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Rumah tangga yang dibangun dengan kejujuran dan saling memahami akan melahirkan keharmonisan,” ungkap salah satu perwakilan keluarga dalam doa bersama.
Harmison Sampaikan Pesan Bupati Muara Enim
Mewakili keluarga mempelai sekaligus mewakili Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Harmison, SE yang juga anggota DPRD, menyampaikan sambutan penting di hadapan para tamu undangan.
Dalam kesempatan tersebut, Harmison menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Muara Enim H. Edison, SH, M.Hum yang tidak dapat hadir karena sedang dalam kondisi kurang sehat.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan program unggulan MEMBARA (Muara Enim Bangkit Rakyat Sejahtera), yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
“Hari ini saya juga menyampaikan pesan Bupati kepada para kepala desa dan jajaran kecamatan agar terus mendukung dan menjalankan program MEMBARA dengan sungguh-sungguh, supaya manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Harmison.
Tak hanya menyampaikan salam Bupati, Harmison juga mendorong para kepala desa untuk lebih aktif mengajukan program pembangunan, khususnya infrastruktur seperti jalan dan fasilitas dasar lainnya.
Menurutnya, pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi desa yang ingin berkembang dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
“Silakan ajukan pembangunan jalan atau program lainnya. Insya Allah kami di DPRD siap mengawal dan terus berusaha membantu,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan akan dilakukan secara bertahap dan merata, tanpa memandang latar belakang politik, kelompok, maupun kedekatan personal.
“Tidak ada pilih kasih. Semua desa dan masyarakat diperlakukan sama. Walaupun pembangunannya sedikit demi sedikit, yang penting bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat,” lanjut Harmison.
Acara ngunduh mantu ini pun menjadi gambaran bagaimana tradisi lokal tidak hanya mempererat hubungan kekeluargaan, tetapi juga memperkuat komunikasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga.
Kehadiran berbagai unsur dalam satu forum informal seperti hajatan keluarga dinilai menjadi sarana efektif membangun kebersamaan, menyatukan visi pembangunan, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap program pemerintah daerah.
Di akhir sambutannya, Harmison mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita besar Kabupaten Muara Enim melalui program MEMBARA.
“Harapan kita bersama, impian Muara Enim Bangkit Rakyat Sejahtera benar-benar terwujud. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya rangkaian acara ngunduh mantu tersebut, suasana Desa Suka Merindu kembali dipenuhi senyum, doa, dan harapan, bukan hanya untuk kedua mempelai, tetapi juga untuk masa depan Muara Enim yang lebih sejahtera dan berkeadilan. (anggun)












