Pin Emas untuk Para Pahlawan Sanga Desa : Kerja Nyata Polisi Diganjar Penghargaan Tertinggi
Palembang, bidiksumsel.com – Udara pagi di halaman Mapolda Sumatera Selatan, Senin (7/7/2025), terasa lebih hangat dari biasanya. Bukan karena matahari yang mulai meninggi, tapi karena momen penuh haru dan kebanggaan yang menyelimuti jajaran Polsek Sanga Desa, Polres Musi Banyuasin. Sembilan anggota polisi, termasuk Kapolsek dan Kanit Reskrim, secara resmi menerima Pin Emas dari Kapolda Sumsel atas keberhasilan luar biasa mereka mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) senilai Rp841 juta.
Dalam upacara khidmat yang dipimpin Wakapolda Sumsel Brigjen Pol M. Zulkarnain, mewakili Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, suasana penuh kebanggaan terlihat jelas di wajah para personel Polsek Sanga Desa. Di barisan depan berdiri IPTU Joharmen, SH, M.Si, sang Kapolsek, yang bersama timnya berhasil menyelesaikan kasus curas yang sempat menghebohkan warga Desa Keban I, Kecamatan Sanga Desa.
Bukan Sekadar Penghargaan, Ini Bentuk Pengakuan atas Loyalitas dan Nyali
Penerima penghargaan tersebut adalah :
- IPTU Joharmen, SH, M.Si (Kapolsek Sanga Desa)
- IPDA Heri Fitha, SH, MM (Kanit Reskrim)
- AIPTU Herlan Andrayadi
- AIPTU Devis Arta, SH
- AIPDA Tulus Ade Setiawan
- AIPDA Agus Rizal, SH
- BRIPKA Tri Winarto
- BRIGADIR Miftahul Munir, SH
- BRIGADIR Mizly Triansyah, SH
Mereka tak hanya menunjukkan kemampuan teknis dalam pengungkapan kasus besar, tapi juga komitmen moral dan dedikasi terhadap tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Ini merupakan bentuk apresiasi luar biasa dari pimpinan kepada anggota di lapangan. Kami bersyukur dan bangga, karena kerja keras tim selama ini diakui secara terbuka,” ujar IPTU Joharmen, sesaat setelah penyematan.
Kasus pencurian dengan kekerasan yang ditangani oleh Polsek Sanga Desa terjadi di Dusun VI, Desa Keban I, dengan kerugian korban mencapai Rp841 juta. Kasus ini tak hanya menyita perhatian publik karena nominal kerugiannya, tapi juga karena modus yang tergolong berani dan terorganisir.
“Kami perlu waktu, strategi, dan penggalian informasi dari masyarakat. Semua dilakukan secara teliti dan penuh kehati-hatian,” kata IPDA Heri Fitha, Kanit Reskrim yang ikut terlibat langsung dalam operasi pengungkapan.
Bahkan, menurut Heri, peran aktif warga dalam memberikan informasi sangat menentukan dalam keberhasilan pengungkapan.
“Kepercayaan masyarakat sangat membantu. Itu bukti bahwa kami memang harus hadir, nyata, dan dipercaya,” imbuhnya.
Pin Emas Kapolda : Simbol Tertinggi untuk Bhayangkara Berprestasi
Pin Emas dari Kapolda Sumsel bukanlah penghargaan yang diberikan sembarangan. Simbol ini mencerminkan kepercayaan tinggi pimpinan terhadap integritas, loyalitas, dan prestasi nyata personel Polri di lapangan.
Penghargaan ini juga menjadi penegas bahwa tugas Polri tak hanya soal penindakan, tetapi juga membangun kepercayaan, menunjukkan keteladanan, dan menjadi pengayom yang mampu melindungi rakyat dengan hati nurani.
Di balik keberhasilan tim, sosok IPTU Joharmen juga mendapat sorotan. Kepemimpinan yang kolaboratif, fokus pada pembinaan anggota, serta pendekatan humanis terhadap masyarakat menjadi kunci. Tidak heran bila Kapolsek yang satu ini mendapat banyak dukungan, baik dari internal maupun eksternal.
“Semangat kami sederhana : amanah, kerja nyata, dan integritas. Semoga penghargaan ini justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi ke depan,” ujarnya, merendah.
Penghargaan Pin Emas kepada jajaran Polsek Sanga Desa adalah cerita tentang kesungguhan Bhayangkara dalam menjaga amanah masyarakat. Lebih dari sekadar atribut, pin itu adalah pengakuan atas keberanian, integritas, dan loyalitas yang tak tergantikan.
Bagi masyarakat Musi Banyuasin, ini juga menjadi bukti bahwa Polri hadir dan bekerja nyata bukan sekadar hadir secara simbolik, tapi benar-benar ada untuk melindungi dan melayani. (ari)













