Lahat, bidiksumsel.com —
Suasana Pondok Pesantren Modern Darussalam Lahat di Desa Keban, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, tampak berbeda pada Rabu (9/9/2026). Kehadiran Duta Besar Palestina untuk Indonesia, H.E. Mr. Abdal Fatah A.K. Alsattar, bersama sang istri, disambut hangat oleh keluarga besar pesantren dan ratusan santri.
Kunjungan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh daerah. Dubes Palestina disambut langsung oleh Bupati Lahat Bursah Zarnubi bersama kedua anaknya, Wakil Wali Kota Pagaralam Hj. Bertha Edhar, unsur Forkopimda Plus, pimpinan DPRD Lahat, Sekretaris Daerah Lahat Dr. H. Izromaita, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lahat.
Kehadiran perwakilan Palestina di lingkungan pesantren tidak hanya menjadi momen silaturahmi, tetapi juga membawa pesan solidaritas dan persahabatan antara masyarakat Kabupaten Lahat dengan rakyat Palestina.
Ponpes Darussalam: Dari 4 Hektare Kini Berkembang 30 Hektare
Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darussalam Lahat, Muhammad Rommy Oktarius, L.C., mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kunjungan Dubes Palestina tersebut.
Menurut Rommy, kedatangan Dubes Palestina merupakan kehormatan bagi seluruh keluarga besar Ponpes Modern Darussalam. Terlebih, kunjungan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lahat.
Ia menjelaskan, Pondok Pesantren Modern Darussalam telah berdiri sejak 2010. Pesantren yang pada awalnya hanya memiliki lahan sekitar tiga hingga empat hektare itu kini berkembang hingga mencapai kurang lebih 30 hektare.
Seluruh lahan tersebut, kata Rommy, telah diwakafkan untuk kepentingan pendidikan. Saat ini, Ponpes Modern Darussalam Lahat menjadi tempat menimba ilmu bagi sekitar 400 santri dan santriwati.
Bursah: Pesantren Harus Mampu Menjawab Tantangan Zaman
Sementara itu, Bupati Lahat Bursah Zarnubi menilai pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus mempersiapkan generasi masa depan bangsa.
Menurut Bursah, pendidikan di pesantren tidak boleh hanya berfokus pada penguasaan ilmu agama. Pesantren juga harus mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat.
“Pesantren kebangsaan sangat penting, terutama dalam membentuk santri yang memahami Islam sekaligus memiliki semangat kebangsaan,” ujar Bursah.
Ia mendorong para santri untuk memperkuat kemampuan akademik dan menguasai teknologi agar mampu bersaing di tengah perubahan zaman.
Bursah bahkan berpesan agar para santri tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang sains, teknologi dan matematika.
“Santri harus mampu menguasai ilmu sains, teknologi dan matematika. Kuasai juga bahasa Arab, Inggris, bahkan bahasa Mandarin. Kalau kita menguasai bahasa dan teknologi, insyaallah kita akan lebih mudah memahami perkembangan ilmu pengetahuan,” katanya.
Pesantren Dinilai Sebagai Benteng Moral Generasi Bangsa
Bursah menegaskan, pesantren merupakan salah satu pondasi penting dalam membangun generasi masa depan. Di tengah derasnya perkembangan teknologi digital, para santri dituntut mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Menurutnya, pesantren memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga moral dan etika generasi muda.
“Seiring perkembangan zaman, pondok pesantren tidak hanya menyelenggarakan pendidikan berciri khas keagamaan. Lebih dari itu, pesantren menjadi basis dan benteng yang menjaga serta memperkokoh etika dan moral generasi bangsa,” tegasnya.
Bursah juga mengingatkan bahwa perjalanan sejarah peradaban Islam telah menunjukkan banyak ilmuwan Muslim yang mampu menguasai ilmu pengetahuan sekaligus memiliki landasan keagamaan yang kuat.
Karena itu, ia berharap Ponpes Modern Darussalam Lahat dapat terus berkembang menjadi salah satu pusat pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul dengan keseimbangan antara ilmu agama, kemampuan akademik dan penguasaan teknologi.
“Saya ingin pesantren ini menjadi pusat lahirnya generasi yang menguasai dua bekal sekaligus, yaitu ilmu dunia dan ilmu akhirat. Dengan bekal tersebut, para santri akan mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman yang menjadi pedoman hidup,” ungkapnya.
Santri Diminta Amalkan Nilai Al-Qur’an
Di hadapan para santri, Bursah juga memberikan pesan agar kemampuan menghafal Al-Qur’an tidak berhenti sebatas hafalan, tetapi diwujudkan melalui perilaku dan kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan para santri bahwa mereka merupakan generasi penerus yang kelak akan mengambil peran penting dalam kehidupan masyarakat dan bangsa.
“Kalian adalah generasi harapan dan calon pemimpin masa depan. Teruslah menjaga hafalan, mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an, serta membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa dan agama,” pesannya.
Kunjungan Dubes Palestina bersama istri ke Ponpes Modern Darussalam Lahat berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan di Kabupaten Lahat sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan persahabatan dan solidaritas kemanusiaan antara masyarakat Lahat dengan rakyat Palestina.
(Agusman)












