Lahat, bidiksumsel.com –
Mahasiswa baru Universitas Serelo Lahat (Unsela) mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi tahapan awal bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat lingkungan, budaya, serta kehidupan akademik di perguruan tinggi.
PKKMB tidak hanya menjadi ajang pengenalan kampus, tetapi juga momentum bagi mahasiswa baru untuk mendapatkan berbagai pembekalan sebelum memasuki proses perkuliahan di tingkat fakultas.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai aspek kehidupan akademik sekaligus diarahkan untuk mempersiapkan diri mengikuti aktivitas perkuliahan maupun kegiatan yang berkaitan langsung dengan pengabdian kepada masyarakat.
Darwin Kesuma mengatakan, keikutsertaan mahasiswa baru dalam PKKMB merupakan bagian penting dari proses awal memasuki dunia perguruan tinggi.
Menurutnya, kehidupan mahasiswa tidak hanya berkutat pada kegiatan belajar di dalam ruang kelas. Selama menjalani masa perkuliahan, mahasiswa juga akan dihadapkan pada berbagai kegiatan akademik yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
“Bagi mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB ini, apabila yang bersangkutan selama perkuliahan akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau pembelajaran di tengah-tengah masyarakat, maka PKKMB ini menjadi salah satu syarat utamanya,” ujar Darwin.
Sementara itu, Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, menilai PKKMB memiliki peran strategis dalam memperkenalkan mahasiswa baru terhadap lingkungan dan kehidupan kampus Unsela.
Menurut Widia, mahasiswa perlu mendapatkan pemahaman dan pembekalan sejak awal agar mampu beradaptasi dengan suasana perguruan tinggi sebelum mulai mengikuti mata kuliah di masing-masing fakultas.
“Betul sekali, sebelum mereka mengikuti mata kuliah dari dosen di tingkat fakultas, terlebih dahulu mereka menjalani proses yang dinamakan kehidupan kampus,” tutur Widia Ningsih.
Ia menjelaskan, kehidupan di perguruan tinggi memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda dibandingkan saat mahasiswa masih menempuh pendidikan di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).
Di lingkungan perguruan tinggi, mahasiswa dituntut tidak hanya mampu memahami materi perkuliahan, tetapi juga memiliki pola pikir yang lebih terbuka dan mandiri. Kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta inovatif dinilai menjadi bekal penting dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Di perguruan tinggi ini tentu berbeda dengan ketika mereka masih duduk di bangku SMA. Mahasiswa dituntut untuk lebih kritis, mampu berinovasi dan berkreasi,” ujarnya.
Selain kemampuan akademik, Widia juga menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa dalam membangun komunikasi dan interaksi yang baik, baik dengan sesama mahasiswa maupun dengan masyarakat.
Kemampuan berkomunikasi dan beradaptasi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter mahasiswa. Terlebih, mahasiswa nantinya tidak hanya akan berada di lingkungan kampus, tetapi juga dituntut mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, membangun jejaring, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.
PKKMB Unsela dengan demikian tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial dalam menyambut mahasiswa baru. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pintu awal untuk membentuk kesiapan mahasiswa dalam menghadapi kehidupan akademik, mengembangkan kemampuan berpikir dan berkreasi, sekaligus mempersiapkan diri agar mampu beradaptasi serta berkontribusi di tengah masyarakat.
Dengan bekal tersebut, mahasiswa baru diharapkan dapat menjalani proses pendidikan di Unsela secara lebih matang dan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian sosial yang dapat menjadi modal ketika mereka terjun langsung ke masyarakat. (Agusman)












