Lahat,bidiksumsel.com,–
Perjalanan tim bola basket putri SMAN 2 Lahat di Kejuaraan Bola Basket Adaro Cup 2026 memang harus berakhir sebagai runner up. Namun, kekalahan dari SMA BSI Palembang di partai final justru menjadi bukti bahwa tim pelajar asal Lahat tersebut mampu bersaing hingga level tertinggi dalam turnamen.
Bermain di hadapan pendukung sendiri di GOR Bukit Tunjuk, Lahat, Sabtu (29/8/2026), SMAN 2 Lahat harus mengakui keunggulan SMA BSI Palembang dengan skor 19-46.
Sejak awal pertandingan, SMA BSI Palembang tampil efektif dan mampu mengontrol jalannya permainan.
Tekanan demi tekanan membuat SMAN 2 Lahat harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan.
Meski demikian, para pemain SMAN 2 Lahat tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah. Di setiap kuarter, mereka terus berusaha memberikan perlawanan, membangun serangan, serta menjaga permainan tetap disiplin.
Dukungan suporter yang memadati tribun GOR Bukit Tunjuk juga menjadi suntikan semangat tersendiri. Sorakan dan tepuk tangan terus menggema mengiringi perjuangan para pemain SMAN 2 Lahat hingga pertandingan berakhir.
Perbedaan angka yang semakin melebar tidak membuat mental para pemain runtuh. Mereka tetap menjaga kekompakan dan berusaha menjalankan instruksi permainan sampai peluit panjang dibunyikan.
Hingga pertandingan berakhir, SMA BSI Palembang memastikan kemenangan dengan skor 46-19 sekaligus keluar sebagai juara. Sementara SMAN 2 Lahat harus puas menempati posisi kedua dan membawa pulang status runner up Adaro Cup 2026.
Meski gagal mengangkat trofi juara, pencapaian tersebut menjadi catatan positif bagi perkembangan basket putri SMAN 2 Lahat. Pasalnya, mereka berhasil melangkah hingga partai final dan menunjukkan kemampuan bersaing dengan tim-tim pelajar lainnya dalam kompetisi tersebut.
Kepala SMAN 2 Lahat, Dr. Tri Turnadi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap perjuangan seluruh pemain yang telah membawa nama sekolah hingga ke partai puncak.
“Kami sangat bangga dengan perjuangan anak-anak. Menjadi runner up dalam Kejuaraan Adaro Cup 2026 merupakan prestasi yang membanggakan. Jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk berlatih lebih keras dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Menurutnya, pencapaian tersebut tidak semata-mata diukur dari posisi akhir yang diraih. Lebih dari itu, perjalanan menuju final menjadi gambaran mengenai proses, kerja keras, keberanian, disiplin, serta mental para pemain dalam menghadapi persaingan.
Hal senada disampaikan pelatih tim basket putri SMAN 2 Lahat. Ia mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang mampu tampil konsisten hingga babak final.
Menurutnya, keberhasilan menembus partai puncak merupakan hasil dari proses latihan yang dilakukan secara berkelanjutan, ditambah kedisiplinan, kerja sama, serta kekompakan seluruh pemain.
Peran suporter pun tidak dapat dipisahkan dari perjalanan SMAN 2 Lahat dalam Adaro Cup 2026. Dukungan yang terus diberikan dari tribun menjadi energi tambahan bagi pemain ketika menghadapi tekanan pertandingan.
Kini, status runner up menjadi modal penting bagi SMAN 2 Lahat untuk melakukan evaluasi dan pembenahan. Kekalahan di final diharapkan tidak menjadi titik akhir, tetapi justru menjadi pengalaman berharga untuk memperkuat strategi, meningkatkan kemampuan teknis, sekaligus membangun mental bertanding.
SMAN 2 Lahat memang gagal membawa pulang trofi juara pertama. Namun, perjalanan hingga partai final telah memberikan pesan kuat bahwa basket putri SMAN 2 Lahat memiliki potensi dan mampu bersaing dalam kompetisi basket pelajar.
Gelar runner up Adaro Cup 2026 pun menjadi pijakan untuk menatap turnamen berikutnya dengan target yang lebih tinggi. (Agusman)












