Rekrutmen Pertamina Dipastikan Gratis, Masyarakat Diminta Waspadai Modus Penipuan

PHR Zona 4 menyelenggarakan proses rekrutmen secara terbuka, objektif, profesional, serta tanpa pungutan biaya dalam bentuk apa pun sebagai komitmen pengelolaan ketenagakerjaan yang transparan.

Prabumulih, bidiksumsel.com,—

Masyarakat di Kota Prabumulih dan wilayah sekitarnya diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai informasi lowongan kerja yang mengatasnamakan Pertamina, terutama jika calon pelamar diminta membayar sejumlah uang dalam proses rekrutmen.

Pertamina menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan tenaga kerja di lingkungan perusahaan dilaksanakan secara terbuka, transparan, objektif, dan profesional. Yang terpenting, rekrutmen Pertamina tidak dipungut biaya dalam bentuk apa pun.

Penegasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari komitmen Pertamina dalam menerapkan tata kelola ketenagakerjaan yang transparan sekaligus memberikan kesempatan yang setara bagi masyarakat yang ingin bergabung dengan perusahaan.

Komitmen tersebut juga berlaku pada seluruh perusahaan yang berada di bawah grup Pertamina, termasuk field-field Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 yang beroperasi di Kota Prabumulih dan wilayah sekitarnya.

Manager Human Capital (HC) PHR Zona 4, Febry Sudyatmo, mengatakan kesempatan untuk bergabung dengan Pertamina terbuka bagi talenta-talenta terbaik bangsa. Namun, masyarakat harus memastikan informasi mengenai lowongan kerja diperoleh dari sumber yang benar-benar resmi.

“Pertamina membuka kesempatan bagi talenta-talenta terbaik bangsa melalui rekrutmen terbuka, transparan, dan profesional. Seluruh rekrutmen dilaksanakan tanpa pungutan biaya apa pun,” kata Febry.

Febry menjelaskan, proses rekrutmen tenaga kerja di field-field PHR Zona 4 yang merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream (SHU) Regional 1 dilaksanakan melalui beberapa jalur.

Untuk penerimaan pegawai tetap Pertamina, proses rekrutmen dilakukan secara terpusat melalui situs resmi recruitment.pertamina.com. Pengelolaan proses rekrutmen pegawai tetap tersebut berada di bawah fungsi Human Capital PT Pertamina (Persero).

Selain melalui jalur rekrutmen internal perusahaan, Pertamina Group juga menjadi bagian dari program Rekrutmen Bersama BUMN (RBB). Karena itu, masyarakat yang ingin mencari peluang kerja di lingkungan Pertamina perlu memperhatikan informasi dan jadwal yang disampaikan melalui kanal resmi.

Di sisi lain, terdapat pula kebutuhan tenaga kerja yang berasal dari Perusahaan Pelaksana Pekerjaan (mitra kerja). Untuk jalur tersebut, proses perekrutan tenaga kerja maupun tata kelola kepegawaiannya menjadi tanggung jawab perusahaan mitra kerja masing-masing.

Dengan adanya beberapa jalur tersebut, masyarakat diimbau tidak serta-merta mempercayai informasi lowongan yang beredar melalui pesan berantai, media sosial, maupun pihak-pihak yang tidak memiliki hubungan resmi dengan Pertamina.

Febry mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan di lingkungan Pertamina yang berasal dari sumber tidak resmi atau tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, salah satu tanda yang patut dicurigai adalah apabila pelamar diminta menyerahkan sejumlah uang dengan alasan biaya administrasi, biaya seleksi, biaya akomodasi, biaya transportasi, uang jaminan, atau alasan lainnya.

Masyarakat diminta memahami bahwa proses rekrutmen Pertamina tidak mengenakan pungutan biaya kepada peserta.

Karena itu, apabila terdapat seseorang atau pihak tertentu yang mengaku dapat membantu meloloskan calon pelamar menjadi pekerja Pertamina dengan imbalan sejumlah uang, masyarakat diminta tidak langsung mempercayainya.

“Seluruh rekrutmen yang dilakukan di grup Pertamina dilakukan melalui kanal-kanal resmi perusahaan, seperti situs recruitment.pertamina.com, media sosial perusahaan, serta wadah-wadah publikasi resmi dari perusahaan mitra kerja,” jelas Febry.

Pertamina mengimbau masyarakat agar selalu melakukan pengecekan dan verifikasi sebelum mengikuti informasi rekrutmen. Jangan hanya mengandalkan informasi yang diterima dari teman, grup percakapan, media sosial, maupun pesan pribadi.

Calon pelamar juga perlu memastikan bahwa informasi lowongan mencantumkan sumber resmi dan mengikuti mekanisme pendaftaran yang telah ditetapkan.
Langkah tersebut penting dilakukan untuk mencegah masyarakat menjadi korban penipuan berkedok rekrutmen Pertamina yang berpotensi menimbulkan kerugian finansial.

Terlebih, nama besar Pertamina kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk meyakinkan calon korban. Modusnya dapat dilakukan dengan menawarkan posisi tertentu, menjanjikan kelulusan dalam proses seleksi, hingga meminta sejumlah uang sebagai syarat agar calon pelamar dapat diterima bekerja.

Febry juga meminta masyarakat tidak ragu melaporkan apabila menemukan informasi atau tawaran rekrutmen yang mencurigakan dan mengatasnamakan Pertamina.

“Kami mengimbau masyarakat untuk melaporkan kepada perusahaan apabila menemukan informasi rekrutmen yang mencurigakan dan mengatasnamakan Pertamina. Jangan segan pula melapor ke pihak kepolisian apabila sudah terlanjur menjadi korban penipuan,” pungkasnya.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam menyikapi setiap informasi lowongan kerja yang mengatasnamakan Pertamina. Memastikan sumber informasi dan tidak menyerahkan uang kepada pihak yang menjanjikan pekerjaan menjadi langkah penting agar peluang mendapatkan pekerjaan tidak justru dimanfaatkan oleh pelaku penipuan. (Tinus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *