Sekda Sumsel Apresiasi Bank Sumsel Babel, Layanan Perbankan Ramah Disabilitas Terus Diperkuat

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Komitmen menghadirkan layanan keuangan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat terus diperkuat di Provinsi Sumatera Selatan. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, menghadiri kegiatan Diseminasi Layanan Kantor Perbankan yang Aksesibel bagi Disabilitas yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan bersama Bank Sumsel Babel.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Pusat Bank Sumsel Babel, Palembang, pada Rabu (22/4/2026), dan menjadi momentum penting dalam memperluas akses layanan perbankan yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Dalam sambutannya, Sekda Edward Candra menyampaikan apresiasi atas komitmen Bank Sumsel Babel dalam menghadirkan layanan perbankan yang ramah serta mudah diakses oleh masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.

Ia menilai langkah tersebut menjadi pedoman penting dalam mendorong seluruh pelaku usaha perbankan agar menerapkan prinsip inklusi dalam pelayanan. “Tentunya hal ini sangat kami apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Ini menjadi pedoman penting dalam mewujudkan inklusi yang harus diperhatikan oleh seluruh pelaku usaha perbankan,” ujarnya.

Menurutnya, layanan yang ramah disabilitas merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menciptakan kesetaraan akses terhadap layanan keuangan.

Edward Candra menegaskan bahwa upaya menghadirkan layanan perbankan inklusif tidak hanya sebatas pada pembangunan infrastruktur fisik yang mendukung aksesibilitas, seperti jalur khusus atau fasilitas pendukung lainnya.

Lebih dari itu, penguatan layanan digital perbankan juga menjadi faktor penting agar masyarakat dari berbagai latar belakang dapat memanfaatkan layanan secara optimal. Ia menambahkan bahwa layanan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat sangat membantu pemerintah daerah dalam memperkuat sektor keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi di wilayah Sumatera Selatan.

Selain itu, langkah tersebut juga mendukung Provinsi Sumatera Selatan dalam mempertahankan prestasi terbaik sebagai provinsi TP2D di Pulau Sumatera, yang menjadi indikator keberhasilan dalam pengelolaan transaksi pemerintah daerah.

Sementara itu, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Sumsel Babel, Riera Ecorhynalda, menegaskan bahwa sebagai lembaga keuangan daerah, pihaknya memiliki tanggung jawab sosial untuk memastikan seluruh masyarakat tanpa terkecuali dapat menikmati layanan perbankan dengan aman dan nyaman.

Ia menyampaikan bahwa peningkatan layanan bagi penyandang disabilitas merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mewujudkan sistem perbankan yang adil dan inklusif. Langkah tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya bagi kelompok yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan keuangan formal.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Direktorat Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Selatan, Tito Adji Siswantoro, menjelaskan bahwa Otoritas Jasa Keuangan telah meluncurkan Pedoman Setara, sebuah panduan layanan inklusif bagi industri perbankan.

Pedoman tersebut dirancang sebagai alat ukur untuk menilai tingkat kesiapan layanan bagi nasabah maupun calon nasabah penyandang disabilitas. Dengan adanya pedoman ini, diharapkan setiap lembaga perbankan mampu meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih ramah dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat.

Kegiatan diseminasi ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan, Achmad Tarmizi, yang menunjukkan dukungan lintas sektor dalam mendorong terciptanya layanan publik yang inklusif.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, serta regulator menjadi langkah strategis dalam menciptakan sistem keuangan yang adil dan merata. Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak lembaga perbankan yang mengadopsi prinsip layanan inklusif, sehingga seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, dapat merasakan manfaat layanan keuangan secara setara.

Upaya ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, berkelanjutan, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih merata di Provinsi Sumatera Selatan. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *