Video Anak Nglem di Jembatan Ampera Viral, Polisi Bergerak Cepat Lakukan Pembinaan

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melalui jajaran Polrestabes Palembang bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aktivitas anak jalanan yang diduga menyalahgunakan zat adiktif jenis lem perekat di kawasan Jembatan Ampera, Kota Palembang.

Langkah responsif tersebut dilakukan setelah beredarnya video viral di media sosial Instagram melalui akun “Abang Taun” yang memperlihatkan sejumlah remaja berada di atas Jembatan Ampera sambil diduga menghirup lem jenis Aibon.

Video itu langsung menyita perhatian masyarakat karena dinilai membahayakan keselamatan anak-anak sekaligus berpotensi mengganggu ketertiban umum di kawasan ikon wisata Kota Palembang tersebut.

Merespons cepat informasi yang beredar, personel Polsek Ilir Timur I Polrestabes Palembang langsung melakukan penyisiran di sekitar kawasan Pasar 16 Ilir dan area bawah Jembatan Ampera pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 17.22 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah anak di bawah umur untuk dilakukan pendataan, pemeriksaan awal, dan pembinaan secara persuasif.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan mengatakan penanganan terhadap anak-anak tersebut dilakukan dengan pendekatan humanis dan perlindungan anak, bukan sekadar penindakan hukum semata.

“Kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Palembang dan pihak keluarga agar proses penanganan berjalan sesuai prosedur perlindungan anak. Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan generasi muda terlindungi dari pengaruh negatif lingkungan dan zat adiktif,” ujar Sonny Mahar Budi Adityawan.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak sangat penting dalam menangani persoalan anak jalanan dan penyalahgunaan zat adiktif di usia remaja.

Ia menegaskan, kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan keluarga, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap anak-anak yang rentan terpengaruh lingkungan negatif.

Langkah cepat yang dilakukan jajaran Polrestabes Palembang tersebut juga dinilai sebagai bagian dari implementasi program prioritas nasional dalam pembangunan sumber daya manusia unggul serta konsep Presisi Polri yang mengedepankan pelayanan humanis dan respons cepat terhadap laporan masyarakat.

Selain itu, kehadiran aparat kepolisian di ruang publik dianggap penting untuk menjaga rasa aman masyarakat sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban di kawasan pusat aktivitas warga.

Penanganan dini terhadap kenakalan remaja jalanan juga dinilai menjadi langkah strategis untuk mencegah penyalahgunaan zat adiktif yang lebih luas, tindak kriminalitas, hingga potensi eksploitasi anak.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, keluarga, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam melindungi generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan sosial.

“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat dan perlindungan generasi muda. Setiap laporan masyarakat akan kami respons secara cepat, tepat, dan humanis. Anak-anak ini harus diselamatkan melalui pembinaan bersama agar tidak terjerumus lebih jauh,” tegas Nandang Mu’min Wijaya.

Ia juga mengimbau masyarakat dan para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama di kawasan ruang publik dan pusat keramaian.

Menurutnya, perhatian keluarga menjadi benteng utama agar anak-anak tidak mudah terjerumus dalam perilaku menyimpang maupun penyalahgunaan zat berbahaya.

Polda Sumsel memastikan patroli dan pengawasan di sejumlah titik rawan di Kota Palembang akan terus ditingkatkan guna menjaga keamanan masyarakat sekaligus menciptakan ruang sosial yang aman dan sehat bagi generasi muda.

Peristiwa viral tersebut juga menjadi pengingat penting bahwa persoalan anak jalanan dan penyalahgunaan zat adiktif tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk melakukan pembinaan dan pengawasan bersama.

Dengan pendekatan humanis dan kolaboratif, kepolisian berharap anak-anak yang terjaring dalam kegiatan tersebut dapat kembali mendapatkan pembinaan yang layak dan terhindar dari pengaruh negatif lingkungan di masa mendatang. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *