Palembang, bidiksumsel.com – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026, arus lalu lintas hewan kurban melalui Pelabuhan Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan, mengalami peningkatan signifikan. Kondisi ini mendorong Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan memperketat pengawasan guna mencegah penyebaran penyakit hewan antardaerah sekaligus menjamin keamanan distribusi ternak menuju Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pelabuhan Tanjung Api-Api menjadi salah satu titik utama distribusi hewan kurban dari Pulau Sumatera menuju Bangka Belitung. Aktivitas pengiriman ternak, khususnya sapi dan kambing, terlihat semakin padat dalam beberapa pekan terakhir menjelang puncak perayaan Iduladha.
Kepala Karantina Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari, mengatakan peningkatan pengawasan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap tingginya mobilitas hewan kurban yang berpotensi membawa risiko penyebaran penyakit menular ternak.
“Menjelang Iduladha, lalu lintas hewan kurban mengalami peningkatan cukup signifikan. Karena itu, Karantina Sumsel meningkatkan pengawasan untuk memastikan hewan sehat, aman, dan tidak membawa risiko penyebaran penyakit ke daerah tujuan,” ujar Endah dalam siaran pers di Palembang, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan pada dokumen administrasi, tetapi juga menyasar langsung kondisi kesehatan hewan di lapangan. Petugas karantina memastikan setiap hewan yang akan diberangkatkan dalam kondisi sehat dan bebas dari berbagai penyakit berbahaya seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), hingga antraks.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pengecekan fisik, pengujian laboratorium, verifikasi Sertifikat Veteriner dari daerah asal, hingga pemeriksaan riwayat vaksinasi PMK. Seluruh tahapan tersebut menjadi syarat wajib sebelum ternak diizinkan melintas ke wilayah tujuan.
Tak hanya itu, Karantina Sumsel juga menerapkan langkah biosekuriti dengan melakukan disinfeksi terhadap kendaraan dan alat angkut ternak sebelum keberangkatan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalisasi risiko kontaminasi penyakit selama proses distribusi berlangsung.
“Sebagai bagian dari tindakan biosekuriti, petugas juga melakukan disinfeksi alat angkut ternak sebelum keberangkatan guna meminimalisasi risiko kontaminasi dan penyebaran penyakit selama proses distribusi,” jelas Endah.
Ia menambahkan, petugas di lapangan terus melakukan pengawasan intensif agar seluruh proses pengiriman ternak berjalan sesuai prosedur perkarantinaan yang berlaku.
Pelabuhan Tanjung Api-Api sendiri menjadi jalur strategis distribusi ternak dari Provinsi Lampung dan sebagian wilayah Bali menuju Bangka Belitung. Hewan-hewan tersebut dikirim untuk memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hewan kurban menjelang Iduladha.
Dalam proses pengawasan, petugas melakukan pemeriksaan dokumen pengiriman, pengecekan kesehatan hewan, verifikasi daerah asal dan tujuan distribusi, hingga pemeriksaan sarana pengangkut ternak.
Berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), jumlah lalu lintas hewan kurban yang melalui Pelabuhan Tanjung Api-Api menunjukkan tren peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Pada periode 27 April hingga 25 Mei 2026 atau sebulan menjelang Iduladha, Karantina Sumsel mencatat telah memeriksa sebanyak 1.602 ekor sapi, 7.940 ekor kambing, dan 9 ekor domba yang akan dikirim menuju Bangka Belitung.
Sementara pada periode yang sama tahun lalu, yakni 5 Mei hingga 4 Juni 2025, jumlah hewan ternak yang diperiksa terdiri dari 2.081 ekor sapi dan 6.420 ekor kambing.
Secara keseluruhan, jumlah lalu lintas ternak meningkat dari 8.501 ekor pada 2025 menjadi 9.551 ekor pada 2026. Artinya, terjadi kenaikan sekitar 12,35 persen, dengan peningkatan paling besar terjadi pada distribusi kambing.
“Seluruh hewan ternak yang dilalulintaskan telah menjalani tindakan karantina sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan,” tegas Endah.
Untuk memperkuat pengawasan di kawasan pelabuhan, Karantina Sumsel juga menggandeng sejumlah instansi terkait. Sinergi dilakukan bersama Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan, Polsek Sungsang, dan Koramil Sungsang guna memastikan distribusi ternak berjalan tertib dan aman.
Koordinasi lintas sektor tersebut dilakukan mulai dari proses pemeriksaan di area pelabuhan hingga kesiapan keberangkatan kapal menuju daerah tujuan.
Selain itu, Karantina Sumsel juga berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Selatan serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung sebagai daerah asal ternak. Koordinasi itu dilakukan untuk memastikan seluruh persyaratan kesehatan hewan, hasil uji laboratorium, dokumen veteriner, hingga riwayat vaksinasi telah terpenuhi sebelum hewan masuk ke jalur distribusi.
Melalui penguatan pengawasan dan kerja sama lintas daerah tersebut, Karantina Sumsel berharap distribusi hewan kurban menjelang Iduladha dapat berlangsung aman, sehat, dan bebas dari ancaman penyebaran penyakit hewan menular. (bd)












