Palembang, bidiksumsel.com – Dewan Pimpinan Wilayah Partai NasDem Sumatera Selatan resmi meluncurkan program bertajuk Remaja Bernegara, sebuah langkah strategis untuk meningkatkan literasi politik di kalangan generasi muda. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 25–26 April 2026 di Kantor DPW NasDem Sumsel.
Program tersebut merupakan bagian dari sekolah politik dan pengkaderan remaja yang menyasar pelajar tingkat SMA dan SMK di Sumatera Selatan. Melalui kegiatan ini, Partai NasDem berupaya menanamkan pemahaman politik sejak dini agar generasi muda mampu memahami proses demokrasi serta tata kelola pemerintahan secara lebih komprehensif.
Sekretaris DPW NasDem Sumsel yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Sumatera Selatan, Nopianto, menjelaskan bahwa program “Remaja Bernegara” dirancang dengan konsep yang berbeda dari pendidikan politik pada umumnya.
Menurutnya, para peserta tidak hanya akan menerima materi secara teoritis di dalam kelas, tetapi juga mengikuti simulasi langsung proses politik di tingkat daerah. Hal ini diharapkan mampu memberikan pengalaman nyata bagi pelajar mengenai bagaimana sistem pemerintahan berjalan.
“Program ini akan kami launching pada 25 dan 26 April sebagai bagian dari sekolah politik dan pengkaderan remaja bernegara,” ujar Nopianto saat konferensi pers di Aula DPW NasDem Sumsel, Jumat (17/4/2026).
Sebanyak 79 peserta dijadwalkan mengikuti program tersebut. Jumlah tersebut disesuaikan dengan struktur pemerintahan daerah, yang terdiri dari 75 anggota DPRD, dua kepala daerah, satu sekretaris dewan, dan satu sekretaris daerah.
Dalam pelaksanaan program ini, para peserta akan memerankan berbagai posisi strategis di lingkungan pemerintahan daerah. Mulai dari anggota DPRD hingga kepala daerah, seluruh peserta akan merasakan langsung dinamika proses penyusunan kebijakan.
Mereka akan diajak memahami secara menyeluruh proses lahirnya peraturan daerah (Perda), mulai dari tahap pengusulan, pembahasan, hingga pengesahan. Metode visualisasi dan praktik langsung ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan sekadar teori.
“Peserta akan memerankan langsung bagaimana menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, bahkan hingga kepala daerah. Mereka akan mengikuti seluruh proses lahirnya peraturan daerah, mulai dari usulan hingga pembahasan dan pengesahan,” jelasnya.
Program “Remaja Bernegara” bukanlah kegiatan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari agenda nasional Partai NasDem yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Pusat di berbagai wilayah Indonesia.
DPW NasDem Sumatera Selatan menjadi salah satu wilayah yang meneruskan program tersebut, dengan rencana pengembangan hingga tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di kabupaten dan kota.
“Setelah pelaksanaan di tingkat provinsi, program ini akan dilanjutkan di kabupaten dan kota dengan sasaran yang sama, yakni pelajar SMA dan SMK yang akan memasuki usia pemilih,” tambah Nopianto.
Sementara itu, Dewan Pertimbangan DPW NasDem Sumsel, Danar Dahlan, menegaskan bahwa program ini terbuka bagi pelajar yang memiliki minat serta bakat di dunia politik.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan menciptakan ruang pembelajaran yang positif bagi generasi muda yang ingin memahami dunia politik secara lebih serius dan bertanggung jawab.
“Program ini bersifat personal dan terbuka bagi anak-anak yang memang memiliki ketertarikan untuk belajar politik. Harapannya, dari sini lahir generasi penerus yang akan melanjutkan perjuangan politik ke depan,” ungkap Danar.
Melalui pelaksanaan program “Remaja Bernegara”, DPW NasDem Sumatera Selatan berharap dapat melahirkan generasi muda yang lebih sadar politik serta memiliki sikap kritis terhadap berbagai isu kebangsaan.
Selain itu, program ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab generasi muda dalam menjaga nilai-nilai demokrasi serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa di masa mendatang.
Dengan pendekatan yang interaktif dan berbasis praktik langsung, kegiatan ini diyakini dapat menjadi salah satu terobosan penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memahami teori politik, tetapi juga siap menjadi bagian dari proses demokrasi yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia. (dkd)













