Lahat, bidiksumsel.com – Di sebuah desa sederhana bernama Lebak Budi, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, pada 2 Mei 1968, lahir seorang anak bungsu dari delapan bersaudara yang kelak dikenal luas di Sumatera Selatan. Sosok itu adalah Cik Ujang, yang kini mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur Sumatera Selatan periode 2025–2030.
Putra pasangan H. Menawi dan Hj. Ciknap ini tumbuh dalam lingkungan pedesaan yang sarat nilai kesederhanaan dan kerja keras. Masa kecilnya diwarnai dengan kehidupan masyarakat agraris khas wilayah Lahat, yang dikenal dengan hamparan kebun kopi serta aliran sungai Sungai Lematang yang menjadi bagian dari kehidupan warga.
Sejak kecil, Cik Ujang telah menunjukkan tekad untuk mandiri dan membanggakan keluarga. Pendidikan dasarnya ditempuh di SDN 12 Ulak Pandan, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri Lahat dan SMAN 2 Lahat. Masa pendidikan tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter disiplin dan ketangguhannya.
Usai menyelesaikan pendidikan menengah, Cik Ujang memutuskan merantau ke Jakarta untuk mencari pengalaman hidup dan peluang ekonomi yang lebih luas. Kehidupan di ibu kota tidak mudah. Ia memulai karier dari pekerjaan sederhana sebagai kuli gudang di sebuah pusat perbelanjaan.
Di tempat tersebut, ia belajar arti kerja keras dan ketekunan. Rutinitas harian yang melelahkan menjadi pelajaran berharga tentang nilai tanggung jawab dan kesabaran. Tak berhenti di situ, ia kemudian bekerja di bengkel, memperluas keterampilan sambil terus menabung untuk masa depan.
Selama sekitar tiga tahun berjuang di Jakarta, Cik Ujang berhasil mengumpulkan pengalaman hidup yang membentuk mental pantang menyerah. Pada tahun 1993, ia memutuskan kembali ke kampung halaman dengan membawa tekad baru untuk membangun usaha sendiri.
Sekembalinya ke Lahat, ayahnya menawarkan pengelolaan kebun kopi dan karet keluarga. Namun, Cik Ujang memilih jalur usaha yang berbeda. Ia melihat peluang di sektor perdagangan kayu, sebuah keputusan yang kemudian menjadi titik balik dalam kehidupannya.
Pada tahun 1997, ia mulai mengirimkan satu truk kayu ke Jakarta. Usaha tersebut berkembang pesat dan membuka peluang ekonomi yang lebih besar. Keberhasilannya di bidang usaha membawa dirinya bergabung dalam manajemen PT Ayik Batu Gung dan CV Ayik Batu Gung, di mana ia menjabat sebagai komisaris pada periode 2009 hingga 2018.
Pengalaman di dunia bisnis tersebut menjadi sekolah kepemimpinan baginya, khususnya dalam mengelola sumber daya manusia dan membangun kepercayaan mitra usaha.
Perjalanan hidup Cik Ujang tidak berhenti di dunia usaha. Pada tahun 2009, masyarakat Kabupaten Lahat memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi anggota DPRD Kabupaten Lahat. Amanah tersebut kembali dipercayakan pada periode kedua, yaitu 2014 hingga 2018.
Selama menjabat sebagai anggota dewan, ia dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat. Pengalaman hidupnya sebagai pekerja dan pengusaha membuatnya memahami langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari infrastruktur hingga kesejahteraan ekonomi.
Langkah politiknya terus berlanjut hingga pada tahun 2018 ia dipercaya menjabat sebagai Bupati Lahat untuk periode 2018–2023. Selama masa kepemimpinannya, ia berupaya mempercepat pembangunan daerah dengan fokus pada infrastruktur dan pelayanan publik.
Selain aktif di pemerintahan, Cik Ujang juga meniti karier politik melalui Partai Demokrat. Perjalanannya dimulai dari tingkat bawah hingga akhirnya dipercaya memimpin partai di tingkat provinsi.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua PAC Partai Demokrat Kabupaten Lahat pada 2001, Bendahara DPC pada 2006, Sekretaris MPC pada 2011, hingga Ketua DPC pada 2017. Puncaknya, pada periode 2021 hingga 2026, ia dipercaya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Selatan.
Pengalaman panjang di dunia organisasi politik memperkuat kapasitas kepemimpinannya hingga akhirnya dipercaya mengemban jabatan Wakil Gubernur Sumatera Selatan periode 2025–2030.
Kini, sebagai Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Cik Ujang memikul tanggung jawab besar dalam mendukung pembangunan daerah di berbagai sektor. Perjalanan hidupnya dari desa kecil hingga ke panggung pemerintahan provinsi menjadi contoh nyata bahwa kerja keras dan ketekunan dapat membuka jalan menuju kesuksesan.
Kisah hidup Cik Ujang bukan sekadar catatan perjalanan karier, melainkan refleksi tentang pentingnya keberanian mengambil keputusan, kesabaran dalam menghadapi tantangan, serta komitmen untuk kembali membangun daerah asal.
Perjalanan dari Desa Lebak Budi menuju kursi Wakil Gubernur Sumatera Selatan menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari akar kehidupan sederhana. Kisah ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda di daerah untuk terus berusaha, berani bermimpi, dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa di masa depan. (agusman)













