Palembang, bidiksumsel.com – Gubernur Herman Deru memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral dalam rangka kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2026 sekaligus mematangkan pelayanan masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H.
Rapat yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan tersebut berlangsung di Griya Agung, Palembang, pada Kamis (12/3/2026).
Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk menyinkronkan langkah berbagai instansi dalam mengantisipasi lonjakan arus mudik sekaligus memastikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, baik yang melakukan perjalanan mudik maupun yang tetap berada di wilayah Sumatera Selatan selama libur lebaran.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Herman Deru kembali meluncurkan program mudik gratis yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Program tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman tanpa terbebani biaya transportasi yang biasanya meningkat menjelang hari raya.
Dalam program ini, Pemprov Sumsel menyiapkan 29 armada bus dengan total kapasitas mencapai 1.041 penumpang.
Selain itu, moda transportasi kereta api juga disiapkan bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia dengan dua rute utama, yakni jalur Stasiun Kertapati menuju Lubuk Linggau serta Stasiun Kertapati menuju Bandar Lampung melalui rute Kertapati–Tanjung Karang.
Total daya tampung kereta api yang disediakan dalam program tersebut mencapai 2.912 pemudik.
Selain fokus pada pelayanan pemudik, Herman Deru juga memberikan sejumlah instruksi kepada instansi terkait agar memastikan kenyamanan masyarakat selama masa libur lebaran.
Ia secara khusus meminta Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan untuk menertibkan kendaraan besar yang kerap parkir di bahu jalan lintas.
Menurutnya, kendaraan yang parkir sembarangan di jalur utama dapat menghambat arus lalu lintas dan berpotensi memicu kemacetan, terutama saat arus mudik dan arus balik meningkat.
“Kita harus memastikan kesiapan semuanya. Untuk Dinas Perhubungan, saya minta atur mobil-mobil besar yang parkir di bahu jalan lintas. Tertibkan segera, jika perlu tambahkan rambu-rambu agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” tegas Herman Deru.
Selain itu, ia juga menyoroti kesiapan pasokan listrik agar tetap stabil selama periode libur lebaran, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan tanpa gangguan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan, Panji Krisna Wardana, melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan percepatan perbaikan infrastruktur jalan di sejumlah titik rawan.
Menurut Panji, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi jalan tetap aman dilalui oleh para pemudik selama periode arus mudik dan arus balik.
“Kami telah menyiapkan 18 posko di sepanjang jalan nasional. Fokus kami saat ini adalah menutup lubang-lubang jalan secara maksimal untuk menjamin keamanan pengendara,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa alat berat dan personel teknis telah disiagakan di posko-posko strategis guna mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk kejadian darurat maupun bencana alam yang dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Rakor tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Sumatera Selatan serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Melalui koordinasi lintas sektoral ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap seluruh rangkaian pengamanan dan pelayanan masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah dapat berjalan lancar, sehingga masyarakat dapat merayakan lebaran dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan. (rd)













