Target 6.121 Rumah! Gebrak Rutilahu Sumsel Jadi Gerakan Gotong Royong Massal

ist

Palembang, bidiksumsel.com – Harapan baru kembali menyala bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Sumatera Selatan. Gubernur Herman Deru turun langsung meninjau pelaksanaan program Gerakan Bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Gebrak Rutilahu) tahun 2026 yang digelar di kawasan Jalan Pantai Musi, Kelurahan 11 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang, Selasa (5/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, dua rumah warga milik Nurmalinda dan Zainal Arifin menjadi sasaran perbaikan total. Program ini merupakan bagian dari target ambisius pemerintah provinsi untuk memperbaiki sebanyak 6.121 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang tersebar di 17 kabupaten/kota sepanjang tahun 2026.

Berbeda dari program pada umumnya, Gebrak Rutilahu justru mengandalkan kekuatan kolaborasi dan gotong royong, bukan semata-mata anggaran pemerintah. Herman Deru menegaskan bahwa semangat kebersamaan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan gerakan ini. “Melibatkan semua pihak dan membangun kepercayaan terhadap gerakan ini adalah hal luar biasa. Dengan menyediakan kanalnya, semangat gotong royong masyarakat akan muncul dengan sendirinya,” ujar Herman Deru.

Ia juga mengingatkan bahwa konsep ini bukan hal baru baginya. Pada tahun 2012, ia pernah mencatatkan rekor dalam program bedah rumah tanpa menggunakan APBD, yang kini kembali dihidupkan dengan skala lebih luas. Program ini selaras dengan agenda nasional, termasuk Program 3 Juta Rumah, yang menitikberatkan pada sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam menyediakan hunian layak.

Momen peninjauan tersebut turut diwarnai suasana haru, terutama dari salah satu penerima manfaat, Nurmalinda. Sebagai seorang ibu tunggal dengan tiga anak yang bekerja sebagai pengemudi ojek online, bantuan ini menjadi titik balik dalam kehidupannya. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Baginya, rumah layak huni bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga tentang masa depan anak-anaknya.

Program Gebrak Rutilahu tidak hanya dilaksanakan di Palembang. Secara serentak, kegiatan serupa juga berlangsung di berbagai daerah di Sumatera Selatan. Melalui sambungan virtual, Herman Deru turut berinteraksi dengan para kepala daerah yang menjalankan program tersebut di wilayah masing-masing.

Langkah ini menunjukkan bahwa penanganan rumah tidak layak huni dilakukan secara masif dan terkoordinasi. Pemerintah provinsi berharap gerakan ini dapat menjadi pemicu keterlibatan lebih luas, termasuk dari sektor swasta dan masyarakat mampu.

Dengan pendekatan kolaboratif, Gebrak Rutilahu tidak hanya menjadi program pembangunan fisik, tetapi juga gerakan sosial yang memperkuat nilai solidaritas. Di tengah tantangan ekonomi, semangat gotong royong kembali menjadi solusi nyata dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Ke depan, pemerintah berharap tidak ada lagi warga yang tinggal di rumah tidak layak. Melalui sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, impian menghadirkan hunian yang layak, aman, dan manusiawi di Bumi Sriwijaya perlahan menjadi kenyataan. (rd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *