Palembang, bidiksumsel.com – Semangat kepemimpinan perempuan kembali digaungkan oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, saat tampil sebagai pembicara dalam kegiatan Regent Counselor Room yang digelar di Hotel Novotel, Kamis (5/3/2026). Dalam forum diskusi yang mengangkat tema kepemimpinan perempuan tersebut, Dewi menyampaikan pesan inspiratif kepada para peserta, khususnya karyawan wanita Novotel Hotel & Residence.
Acara yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme ini dikemas dalam bentuk talkshow bertema “Leading with Purpose, Inspiring Change.” Dewi Sastrani didapuk sebagai pembicara utama untuk membagikan pengalaman dan pandangannya mengenai makna kepemimpinan, terutama bagi perempuan yang berperan di berbagai bidang kehidupan.
Di hadapan para peserta, Dewi menegaskan bahwa kepemimpinan sejati tidak semata-mata diukur dari jabatan atau posisi yang dimiliki seseorang. Menurutnya, esensi memimpin terletak pada seberapa besar pengaruh positif yang mampu diberikan kepada orang lain dan lingkungan sekitar.
“Bagi saya, Leading with Purpose bukan sekadar slogan, tetapi komitmen moral. Kepemimpinan adalah tentang memberi makna dan manfaat bagi sesama,” ungkap Dewi Sastrani dalam sesi diskusi tersebut.
Dewi yang juga menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang menjelaskan bahwa pengalaman memimpin organisasi kemanusiaan membuatnya semakin memahami arti tanggung jawab sosial. Dalam organisasi PMI, menurutnya, setiap langkah dan keputusan selalu diarahkan untuk kepentingan kemanusiaan.
Ia menuturkan bahwa inspirasi tersebut tidak lepas dari tokoh kemanusiaan dunia, Henry Dunant, pendiri gerakan Palang Merah Internasional. Sosok Dunant dinilai mampu membuktikan bahwa kepedulian kecil dari satu individu dapat menggerakkan perubahan besar bagi dunia.
“Di PMI, arah kami jelas : kemanusiaan. Terinspirasi dari Henry Dunant, kami percaya bahwa satu tindakan kecil yang tulus dapat memicu perubahan besar,” jelasnya.
Selain berbicara mengenai pengalaman di PMI, Dewi juga menyoroti peran penting perempuan dalam pembangunan melalui organisasi PKK. Menurutnya, perempuan tidak hanya menjadi pelengkap dalam pembangunan, tetapi juga menjadi penggerak utama yang mampu menciptakan perubahan nyata dari lingkup keluarga hingga masyarakat luas.
Sebagai Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi menilai keberadaan kader PKK memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga dan membangun masyarakat yang lebih mandiri. Ia menegaskan bahwa perempuan memiliki kekuatan besar melalui empati, ketangguhan, serta kemampuan merangkul berbagai pihak.
“Perempuan adalah subjek perubahan. Dari keluarga yang kuat, kita bisa membangun kota yang kuat, bahkan bangsa yang kuat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dewi juga mengangkat inspirasi dari tokoh dunia lainnya, Florence Nightingale, yang dikenal sebagai pelopor reformasi sistem kesehatan modern. Ia menilai keberanian dan visi besar Nightingale menjadi bukti bahwa satu orang dengan komitmen kuat mampu mengubah sistem yang lebih luas.
Menurut Dewi, kepemimpinan perempuan memiliki karakteristik unik yang tidak selalu dimiliki oleh gaya kepemimpinan lainnya. Empati, kepedulian, serta kemampuan membangun hubungan emosional yang kuat menjadi nilai penting dalam membangun organisasi maupun komunitas.
“Kepemimpinan perempuan memiliki kekuatan pada empati dan ketangguhan. Kita memimpin bukan untuk sekadar terlihat, tetapi untuk memberi arti dan dampak,” tambahnya.
Melalui forum tersebut, Dewi Sastrani juga memberikan motivasi kepada seluruh karyawan wanita Novotel agar tidak ragu mengambil peran lebih besar dalam lingkungan kerja maupun kehidupan sosial. Ia menekankan pentingnya memiliki tujuan yang jelas dalam setiap langkah yang diambil.
Bagi Dewi, filosofi “Give to Gain” menjadi prinsip penting dalam menjalani kehidupan dan kepemimpinan. Memberi kontribusi kepada orang lain, menurutnya, pada akhirnya akan menghadirkan nilai positif yang kembali kepada diri sendiri dan lingkungan.
Di akhir sesi diskusi, Dewi berharap pesan yang ia sampaikan dapat menjadi inspirasi bagi para perempuan untuk terus berkembang dan berani memimpin dengan tujuan yang jelas.
“Semoga apa yang kita diskusikan hari ini bisa menjadi inspirasi, baik di lingkungan kerja maupun di dalam keluarga,” pungkas Dewi.
Kegiatan ini pun menjadi ruang refleksi sekaligus motivasi bagi para peserta untuk memahami bahwa kepemimpinan perempuan memiliki potensi besar dalam menciptakan perubahan positif di berbagai sektor kehidupan. Dengan visi, empati, dan komitmen yang kuat, perempuan diyakini mampu menjadi motor penggerak kemajuan masyarakat. (rd)













