Muba, bidiksumsel.com – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, melaksanakan groundbreaking pembangunan underpass jalan khusus angkutan batubara milik PT Musi Mitra Jaya di Desa Kali Berau, Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Rabu (25/2/2026).
Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan jalan khusus angkutan batubara merupakan solusi konkret untuk mengatasi persoalan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) yang selama ini berdampak pada kerusakan jalan umum dan membahayakan keselamatan masyarakat.
“Sumsel ini kaya akan sumber daya alam, ditambah sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Kita yang hidup hari ini harus mengelola kekayaan ini dengan cerdas, serta mewariskannya kepada generasi penerus dalam kondisi yang sehat, baik, dan ekosistem yang tetap terjaga,” ujarnya.
Herman Deru menegaskan bahwa sesuai amanat Undang-Undang Pertambangan, kendaraan angkutan hasil tambang wajib menggunakan jalur khusus. Karena itu, ia meminta seluruh pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) batubara memiliki kesadaran penuh untuk membangun serta memanfaatkan jalan angkut khusus.
Menurutnya, langkah PT Musi Mitra Jaya membangun underpass atau overpass merupakan bentuk kepatuhan terhadap regulasi sekaligus komitmen menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan umum.
“Ini bukan hanya soal operasional perusahaan, tetapi tentang tanggung jawab terhadap infrastruktur publik dan keselamatan warga,” tegasnya.
Bupati Musi Banyuasin, Muhammad Toha, berharap pembangunan overpass tersebut benar-benar memberi manfaat luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara, sekaligus mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Musi Banyuasin.
Sementara itu, Direktur Utama PT Musi Mitra Jaya, Joko Sulistyoko, menyebut proyek ini sebagai langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan profesionalisme dan efektivitas operasional.
“Kami mengikuti arahan Gubernur untuk menggunakan jalan angkut khusus batubara. Proyek ini diharapkan meningkatkan daya saing perusahaan tambang, sekaligus menambah efisiensi biaya transportasi di wilayah Muba dan Muratara,” jelasnya.
Selain seremoni groundbreaking, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan bantuan kepada Panti Asuhan Darul Aitam Muba sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar wilayah operasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Apriyadi, Kepala Dinas ESDM Hendriansyah, Kepala Dinas LHP Herdi Apriansyah, serta Kepala Dinas Kehutanan Koimuddin.
Dengan dimulainya pembangunan underpass ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap praktik angkutan batubara di jalan umum dapat ditekan, sehingga kerusakan infrastruktur berkurang dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin. Proyek ini diharapkan menjadi contoh bagi perusahaan tambang lainnya untuk mematuhi regulasi serta berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. (rd)













