Palembang, bidiksumsel.com – Suasana haru menyelimuti Rumah Duka di Jalan Merdeka, Palembang, Kamis (26/2/2026), saat Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memimpin langsung upacara pelepasan jenazah Gubernur Sumsel periode 2008–2018, Alex Noerdin.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Herman Deru berdiri tegap di hadapan keluarga, Forkopimda, serta ratusan pelayat yang hadir memberikan penghormatan terakhir. Dalam amanatnya, ia menyampaikan ungkapan duka cita yang mendalam atas berpulangnya salah satu putra terbaik Sumatera Selatan.
“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Hari ini kita berkumpul sebagai bentuk penghargaan atas kinerja dan sumbangsih jasa beliau kepada Provinsi Sumatera Selatan,” ujar Herman Deru dengan suara penuh empati.
Suasana kian khidmat ketika Herman Deru mengajak seluruh hadirin memanjatkan doa untuk almarhum. Ia menegaskan bahwa kepergian Alex Noerdin bukan hanya kehilangan bagi keluarga, melainkan juga bagi masyarakat Sumsel yang pernah merasakan kepemimpinannya selama dua periode.
“Kita semua merasa kehilangan atas pengabdian dan jasa almarhum kepada negara dan bangsa, khususnya Sumatera Selatan. Marilah kita memohonkan maaf atas segala kekhilafan beliau dan bersama-sama mendoakan Almarhum H. Alex Noerdin bin H. Noerdin Panji. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” tambahnya dengan nada bergetar.
Upacara pelepasan berlangsung tertib dan penuh penghormatan. Prosesi kedinasan tersebut menjadi simbol penghargaan negara atas dedikasi dan pengabdian almarhum selama menjabat sebagai kepala daerah. Karangan bunga dari berbagai instansi dan tokoh nasional berjajar rapi, menandakan luasnya jaringan dan pengaruh almarhum semasa hidup.
Putra sulung almarhum, Dodi Reza Alex Noerdin, mewakili keluarga besar menyampaikan rasa ikhlas atas kepergian sang ayahanda. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan almarhum selama hidupnya.
“Kami sekeluarga ikhlas bahwa Ayahanda telah dipanggil menghadap Khalik. Atas nama keluarga besar, kami memohon maaf sebesar-besarnya apabila semasa hidup beliau terdapat kesalahan dan khilaf. Kami juga memohon doa agar beliau diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ucap Dodi dengan penuh haru.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sumsel dan seluruh unsur Forkopimda atas perhatian, penyambutan, serta bantuan yang diberikan sejak proses kepulangan jenazah hingga pelepasan secara kedinasan. Dalam prosesi tersebut, keluarga secara resmi menyerahkan jenazah kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk dilepas dan diantarkan ke tempat peristirahatan terakhir.
Turut hadir Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, jajaran Forkopimda Sumsel, para bupati dan wali kota, serta kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel. Kehadiran para pimpinan daerah tersebut mencerminkan solidaritas dan rasa hormat terhadap sosok yang pernah memimpin Sumatera Selatan selama satu dekade.
Upacara pelepasan itu bukan sekadar seremoni formal, melainkan momentum refleksi atas perjalanan panjang kepemimpinan dan pengabdian. Di bawah langit Palembang yang teduh, doa-doa dipanjatkan, mengiringi kepergian seorang tokoh yang telah menjadi bagian dari sejarah pembangunan Sumatera Selatan.
Pada akhirnya, duka yang menyelimuti Jalan Merdeka siang itu menjadi pengingat bahwa setiap pengabdian akan dikenang melalui karya dan jejak yang ditinggalkan. Dan Sumatera Selatan, dengan segala kenangannya, melepas salah satu putra terbaiknya dengan penghormatan dan doa terbaik. (rd)













