Herman Deru Gas Pol Reformasi! Ratusan Pejabat Dilantik, Kadispora Ikut Berganti

M. Al-Fajri Zabidi resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Sumsel usai dilantik Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Bukit Besar, Palembang, Kamis (15/1/2026)/(bidiksumsel.com/dkd)

Ratusan Pejabat Diganti Lagi! Herman Deru Kembali Kocok Ulang Birokrasi Sumsel

Palembang, bidiksumsel.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru kembali melakukan langkah strategis dengan merombak struktur birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel. Ratusan pejabat eselon II, III, dan IV resmi dilantik dalam sebuah upacara yang berlangsung di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Bukit Besar, Palembang, Kamis (15/1/2026).

Pelantikan massal tersebut menjadi salah satu agenda besar Pemprov Sumsel di awal tahun 2026. Tidak sekadar rutinitas administratif, langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus mendorong percepatan reformasi birokrasi yang selama ini menjadi salah satu prioritas utama Gubernur Herman Deru.

Suasana aula BKSDM tampak dipenuhi para pejabat yang dilantik beserta keluarga dan tamu undangan. Prosesi berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan keputusan gubernur, pengambilan sumpah jabatan, hingga penandatanganan berita acara pelantikan.

Perombakan dan rotasi jabatan ini tidak hanya dimaknai sebagai penyegaran organisasi, tetapi juga sebagai upaya konkret untuk meningkatkan kualitas kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumsel. Pemerintah provinsi menargetkan penguatan kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) agar lebih efektif, adaptif, dan responsif dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks dan dinamis.

Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menekankan bahwa mutasi, promosi, dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan yang sehat. Namun, ia mengingatkan bahwa jabatan bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan.

“Pelantikan ini bukan hanya seremonial. Ini adalah bentuk kepercayaan negara kepada saudara-saudara untuk bekerja lebih baik, lebih cepat, dan lebih profesional. Masyarakat menaruh harapan besar pada kinerja kita semua,” tegas Herman Deru.

Ia juga menekankan pentingnya integritas, loyalitas terhadap tugas, serta keberanian untuk berinovasi dalam memberikan pelayanan publik. Menurutnya, tantangan birokrasi ke depan tidak semakin ringan, justru semakin berat karena tuntutan masyarakat yang kian tinggi terhadap kualitas pelayanan pemerintah.

Herman Deru turut mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar mampu membangun kolaborasi lintas sektor, baik antar-OPD, dengan pemerintah kabupaten/kota, maupun dengan pihak swasta dan masyarakat.

“Tidak ada lagi ego sektoral. Semua harus bekerja dalam satu frekuensi. Kecepatan merespons persoalan masyarakat adalah kunci. Jangan biarkan masalah kecil berlarut-larut hanya karena koordinasi yang lambat,” ujarnya.

Ia berharap, melalui susunan pejabat yang baru, Pemprov Sumsel dapat semakin solid dalam menjalankan program pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga penguatan ekonomi daerah.

M. Al-Fajri Zabidi Resmi Jabat Kadispora Sumsel

Salah satu pejabat yang mendapat amanah baru dalam pelantikan tersebut adalah M. Al-Fajri Zabidi, yang resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Sumsel.

Usai pelantikan, Al-Fajri menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya oleh Gubernur Herman Deru. Ia mengaku siap mengemban tanggung jawab tersebut dengan penuh dedikasi.

“Semua ini tentu atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh Bapak Gubernur. Amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya, dengan menjadikan berbagai tantangan ke depan sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan,” ujar Al-Fajri kepada awak media.

Ia menegaskan bahwa Dinas Pemuda dan Olahraga memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang berdaya saing, berkarakter, serta mampu mengharumkan nama Sumatera Selatan melalui prestasi olahraga.

Menurut Al-Fajri, pembangunan kepemudaan dan olahraga tidak boleh dipandang sebelah mata. Di tengah bonus demografi yang tengah dinikmati Indonesia, sektor kepemudaan justru menjadi salah satu kunci masa depan daerah.

“Pemuda adalah aset terbesar kita. Mereka harus dibina, difasilitasi, dan diarahkan agar menjadi generasi produktif, kreatif, dan berintegritas. Begitu juga atlet, pembinaan harus berkelanjutan agar Sumsel mampu terus bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya siap bekerja solid bersama seluruh jajaran Dispora Sumsel serta menggandeng berbagai pemangku kepentingan, mulai dari KONI, organisasi kepemudaan, dunia pendidikan, hingga sektor swasta.

Menurutnya, penguatan pembinaan pemuda dan atlet tidak hanya berorientasi pada prestasi semata, tetapi juga harus mampu memberikan dampak luas bagi masyarakat, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun pembentukan karakter generasi muda.

“Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat, sektor kepemudaan dan olahraga di Sumsel dapat terus berkembang dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Perombakan besar-besaran birokrasi yang kembali dilakukan Herman Deru ini menimbulkan harapan besar di tengah masyarakat. Publik berharap, rotasi jabatan tidak berhenti pada pergantian nama dan posisi, tetapi benar-benar diikuti dengan perubahan nyata dalam kualitas pelayanan publik.

Awal tahun 2026 pun menjadi momentum penting bagi Pemprov Sumsel untuk membuktikan bahwa reformasi birokrasi bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke pelosok daerah. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *