PANEN CUAN! Strategi ‘Jurus Kunci’ BI dan Pemkot Pagar Alam Bikin Hasil Bawang Merah Naik 15%!

ist

Panen Raya Bawang Merah Pagar Alam Pecahkan Rekor! Sinergi BI dan Pemkot Jadi Kunci Lawan Inflasi

Pagar Alam, bidiksumsel.com – Sebuah capaian membanggakan ditorehkan oleh petani di Kecamatan Dempo Utara, Kota Pagar Alam, setelah sukses menggelar Panen Bersama Bawang Merah. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi konkret antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Pagar Alam dalam rangka penguatan ketahanan pangan dan upaya pengendalian inflasi daerah.

Komoditas bawang merah, yang dikenal sebagai salah satu penyumbang terbesar inflasi pangan, kini menunjukkan potensi besar di Pagar Alam. Kegiatan panen ini menjadi bukti nyata dukungan strategis Bank Indonesia untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Panen bersama yang dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Pagar Alam, Hj. Bertha, S.H., M.Kn., dan Deputi Kepala Perwakilan BI Sumsel, Duddy Adiyatna, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) ini menghasilkan kabar gembira: produktivitas mencapai sekitar 15,7 ton per hektare, sebuah peningkatan signifikan sebesar 15% dari musim tanam sebelumnya.

Teknologi dan Dukungan BI Dongkrak Hasil

Peningkatan hasil panen ini tidak lepas dari intervensi teknologi dan bantuan yang disalurkan BI. Bantuan yang diberikan mencakup bibit bawang merah unggul, alat pertanian modern seperti cultivator dan sprayer, serta fasilitasi studi pembelajaran bagi petani ke sentra bawang merah di Sumatera Barat.

“Bank Indonesia bersama TPID aktif mendorong pengembangan budidaya bawang merah sebagai upaya memperkuat pasokan lokal dan menekan tekanan inflasi dari sisi pangan,” tegas Perwakilan BI Sumsel, mengingat bawang merah masih mengalami defisit di Sumsel.

Wakil Wali Kota Pagar Alam menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini, yang dinilai telah menghasilkan capaian nyata bagi petani sekaligus berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Visi Jangka Panjang : Pagar Alam Sentra Bawang Merah dan Agrowisata

Ke depan, BI dan Pemkot Pagar Alam berkomitmen memperkuat pendampingan pasca panen dan penguatan kelembagaan petani, salah satunya melalui pembentukan koperasi. Kolaborasi ini juga membuka peluang kemitraan pemasaran yang lebih luas dengan pedagang pengumpul lokal dan calon pembeli dari luar daerah.

Lebih dari sekadar panen, pengembangan klaster bawang merah ini merupakan bagian dari visi ambisius: menjadikan Pagar Alam sebagai sentra produksi bawang merah di Sumatera Selatan, seimbang dengan reputasinya sebagai destinasi wisata pegunungan.

Dengan sinergi yang kuat, Pagar Alam diharapkan tumbuh sebagai pusat produksi sekaligus destinasi agrowisata yang berkelanjutan, menciptakan kesejahteraan bagi petani dan masyarakat luas. (dkd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *