Muba  

Jalan di Talang Sabah Rusak Parah! Warga Muba Geram : “Pemerintah ke Mana?”

tokoh pemuda Kabupaten Muba, Alek Pander, SH, saat meninjau sejumlah ruas Jalan Talang Sabah mengalami kerusakan parah/ist

Jalan Dusun 5 Pandan Dulang Rusak Parah, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemkab Muba

Muba, bidiksumsel.com – Kondisi infrastruktur jalan di Dusun 5, Desa Pandan Dulang, Kecamatan Lawang Wetan, kembali menjadi sorotan tajam warga. Kerusakan jalan yang sudah berlangsung lama kini semakin memprihatinkan dan dinilai luput dari perhatian pemerintah daerah.
Pantauan pada Sabtu, 15 November 2025, menunjukkan bahwa sejumlah ruas Jalan Talang Sabah mengalami kerusakan parah, di antaranya lubang besar, jalan berlubang tidak merata, hingga genangan air yang memperparah kondisi saat hujan.

Jalan berlubang sepanjang puluhan meter tersebut mengakibatkan warga sulit melintas, terutama ketika cuaca buruk. Banyak kendaraan terpaksa melambat ekstrem atau mengambil jalur alternatif untuk menghindari risiko terperosok.

Ketidakpuasan masyarakat semakin memuncak. Salah satunya disampaikan oleh Alek Pander, SH, tokoh pemuda Kabupaten Musi Banyuasin sekaligus warga Talang Sabah. Ia menilai pemerintah telah mengabaikan kondisi jalan yang sangat vital bagi aktivitas warga.

“Jalan ini sudah rusak sejak lama. Kami merasa tidak ada perhatian dari pemerintah daerah untuk melakukan upaya perbaikan akses jalan ini,” kata Alek dengan nada kecewa.

Menurutnya, keluhan masyarakat sudah sering disampaikan, baik secara lisan maupun melalui musyawarah desa. Namun, hingga kini belum ada tindakan nyata dari pemerintah daerah maupun dinas terkait untuk memperbaiki jalan yang menjadi akses utama warga Pandan Dulang.

Akses Ekonomi, Pendidikan, dan Pertanian Terganggu

Kerusakan jalan ini tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada berbagai sektor penting kehidupan warga.

Alek menegaskan, jalan tersebut merupakan objek vital perekonomian masyarakat. Banyak warga yang menggantungkan aktivitas harian pada akses ini, seperti membawa hasil pertanian, mengangkut kebutuhan rumah tangga, hingga mengantar anak-anak ke sekolah.

“Harapan masyarakat, pemerintah segera turun tangan dan memperbaiki jalan ini. Jalan ini sangat penting bagi perekonomian warga. Selain itu, jalan ini juga akses pendidikan dan pertanian bagi warga Pandan Dulang dan sekitarnya,” tegasnya.

Sejumlah petani mengeluhkan bahwa hasil panen mereka sulit diangkut keluar desa karena kendaraan sering terjebak di jalan berlumpur atau rusak parah. Dampaknya, biaya transportasi meningkat dan pendapatan petani menurun.

Alek Pander kembali menegaskan bahwa kondisi ini tidak dapat dibiarkan berlarut-larut. Ia meminta pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, untuk segera merespons keluhan masyarakat yang sudah berlangsung lama.

“Jika ingin Muba Maju Lebih Cepat, pembangunan harus dimulai dari tingkat terbawah, yaitu desa. Kalau desa saya tidak ada pembangunan, bagaimana Pemkab Muba ingin Muba ini maju?” tegasnya.

Ia juga menyoroti sikap dinas terkait yang selama ini dinilai tidak memberikan tanggapan jelas mengenai perencanaan ataupun jadwal perbaikan jalan tersebut.

“Dinas terkait jangan bungkam. Respon dan tanggapi keluhan masyarakat,” pungkas Alek.

Warga Dusun 5 Pandan Dulang khawatir jika jalan tersebut tidak segera diperbaiki, kerusakan akan semakin parah dan membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari. Minimnya penerangan jalan di kawasan itu membuat kondisi jalan rusak menjadi lebih berisiko.

Tidak sedikit warga yang mengaku pernah hampir mengalami kecelakaan akibat lubang besar yang tidak terlihat jelas. Beberapa kendaraan, terutama roda dua, kerap mengalami kerusakan akibat terperosok atau tergelincir.

Pemerintah Diharap Segera Turun Tangan

Seiring masifnya keluhan warga, masyarakat berharap Pemkab Musi Banyuasin segera mengambil langkah konkret. Mereka menunggu pemetaan, survei lapangan, dan realisasi perbaikan jalan dalam waktu dekat, mengingat akses ini digunakan oleh ratusan warga setiap harinya.

Masyarakat juga berharap jalan ini masuk dalam prioritas pembangunan infrastruktur daerah pada tahun anggaran berikutnya, mengingat urgensinya bagi aktivitas ekonomi dan pelayanan publik. (ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *