Momen Haru Saat Anak Berbaju Adat Bugis Serahkan Bunga ke Presiden Prabowo di Brasil!

fhoto : Suasana hangat penuh keakraban mewarnai penyambutan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat tiba di salah satu hotel di Rio de Janeiro, Brasil, pada Sabtu, 5 Juli 2025/BPMI Setpres)

Jejak Hangat Sang Presiden di Negeri Samba : Sambutan Diaspora Indonesia untuk Prabowo di Brasil

Brasil, bidiksumsel.com – Di balik hiruk pikuk diplomasi dan tugas kenegaraan, sebuah momen menyentuh terjadi di Hotel tempat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menginap selama kunjungan resminya ke Rio de Janeiro, Brasil, Sabtu (5/7/2025) sore waktu setempat.

Sore itu, angin musim dingin Brasil tak menyurutkan antusiasme diaspora Indonesia yang telah menanti di halaman hotel. Mereka berdiri penuh semangat, membawa bendera Merah Putih kecil, mengenakan pakaian tradisional, hingga menyiapkan karangan bunga sebagai bentuk penghormatan dan kerinduan terhadap tanah air.

Sebuah momen mengharukan pun terjadi seorang anak kecil laki-laki, keturunan Indonesia, melangkah maju dari barisan. Ia mengenakan pakaian adat Bugis lengkap, membawa seikat bunga, dan dengan penuh percaya diri menghampiri Presiden. Senyum hangat Prabowo menyambutnya. Ia menunduk, menerima bunga dengan tangan terbuka, lalu berjabat tangan dan sempat berbincang singkat dengan sang anak.

Suasana menjadi cair, penuh haru dan bangga. Beberapa orang terlihat menitikkan air mata, tak menyangka bisa bertemu langsung dengan pemimpin negara di negeri yang jauh dari kampung halaman.

Di tengah kerumunan, Isak Hatun, Ketua Diaspora Indonesia di Brasil, berdiri bangga. Wajahnya berseri setelah berhasil menyampaikan langsung rasa hormat kepada Presiden. Ia juga menyempatkan diri berbagi kisah pribadinya.

“Orang tua saya dulu datang ke Brasil sebagai bagian dari misi kemanusiaan. Kami tinggal di sini sudah bertahun-tahun, dan tetap menjaga semangat Indonesia dalam hati,” ujar Isak kepada awak media.

Kepada Presiden, Isak bercerita tentang asal usul keluarganya dari Maluku, tentang bagaimana kecilnya jumlah warga Indonesia di Brasil, namun kuatnya rasa cinta tanah air yang tak pernah luntur.

“Pak Prabowo menyambut cerita saya dengan hangat. Beliau tampak benar-benar mendengarkan,” imbuhnya.

Sementara itu, di sisi lain kerumunan, seorang perempuan paruh baya dari Nganjuk, Jawa Timur, tak kuasa menyembunyikan rasa bahagianya. Tukini, warga negara Indonesia yang telah bermukim di Brasil selama beberapa tahun, mengaku ini kali keduanya bertemu langsung dengan Presiden Prabowo.

“Tapi ini beda rasanya. Saya bisa salaman langsung. Rasanya haru sekali. Nanti saya cerita ke keluarga saya di kampung,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Sebelum Presiden kembali masuk ke hotel, Tukini menyampaikan pesan yang singkat namun mengena:

“Semoga selalu sehat dan terus mendukung rakyat Indonesia agar semakin maju.”

Simbol Kedekatan dan Nasionalisme

Kunjungan ini, walaupun singkat, menyisakan kesan mendalam bagi para diaspora. Mereka yang sehari-hari hidup jauh dari Indonesia, dalam budaya dan bahasa asing, merasa kembali dekat dengan Tanah Air.

Suasana hangat ini seakan membuktikan bahwa identitas kebangsaan tidak pernah lekang oleh jarak, dan kehadiran seorang pemimpin negara bisa menjadi pelipur rindu yang membangkitkan semangat nasionalisme.

Bagi Prabowo Subianto, momen ini tak hanya menjadi bagian dari protokol kunjungan kenegaraan, tapi perjumpaan batin antara rakyat dan pemimpinnya, di mana pun mereka berada. (oh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *