Mahasiswa UGM Mulai KKN di Sumsel, Fokus Ketahanan Pangan dan Iklim
Palembang, bidiksumsel.com – Sebanyak 53 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi diterima oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Nusantara. Kegiatan ini dimulai secara serentak pada Senin, 23 Juni 2025, bertempat di Kantor Bupati masing-masing kabupaten.
Kehadiran para mahasiswa ini merupakan bagian dari ribuan peserta KKN UGM yang tersebar di 35 provinsi, 122 kabupaten/kota, dan 236 kecamatan di seluruh Indonesia dalam rangka program KKN-PPM (Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat). Tahun ini, UGM mengangkat tema besar: “Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Menghadapi Perubahan Iklim.”
KKN UGM Nusantara tidak hanya sekadar kewajiban akademik, tetapi telah menjelma menjadi program pengabdian yang menyentuh langsung denyut nadi kehidupan masyarakat desa. Kegiatan ini mengedepankan kolaborasi, pemetaan potensi lokal, serta penerapan ilmu lintas disiplin dari para mahasiswa untuk menjawab tantangan nyata di lapangan.
Ketua Harian Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Sumsel, Dr. drh. Jafrizal, yang hadir dalam acara penerimaan mahasiswa di Muara Enim dan OKI, menegaskan bahwa KKN ini bukan pekerjaan satu pihak. Peran alumni menjadi kunci sukses.
“Alumni UGM di Sumsel, khususnya di Muara Enim dan OKI, siap mendukung penuh. Mulai dari fasilitasi jejaring lokal, penyediaan sumber daya, hingga bimbingan untuk keberlanjutan program KKN,” ujar Jafrizal.
Jafrizal menyebut bahwa Kagama telah menugaskan pengurus cabang di setiap kabupaten sebagai penghubung antara mahasiswa dan masyarakat, termasuk perangkat desa dan tokoh lokal. Kagama Sumsel juga mendorong keterlibatan alumni lintas wilayah sebagai mitra jangka panjang dalam pengabdian desa, sejalan dengan misi keberlanjutan KKN UGM.
Jumlah alumni UGM secara nasional saat ini tercatat lebih dari 375 ribu orang, tersebar di berbagai sektor pemerintahan, swasta, hingga organisasi masyarakat sipil. Ini menjadi kekuatan besar yang dapat dioptimalkan untuk memperkuat dampak nyata kegiatan mahasiswa.
Tahun 2025 menjadi momentum penting ketika perubahan iklim mulai dirasakan nyata di banyak daerah, termasuk di Sumatera Selatan. Dampaknya bukan hanya pada lingkungan, tapi juga ketahanan pangan, ketersediaan air, hingga stabilitas sosial ekonomi desa.
Para mahasiswa KKN UGM yang diterjunkan akan membawa program tematik terkait penguatan ketahanan pangan berbasis lokal, seperti pelatihan pertanian berkelanjutan, teknologi tepat guna, dan strategi adaptasi iklim.
Mereka akan melakukan identifikasi potensi desa, merancang intervensi sosial, hingga melaksanakan program edukasi yang melibatkan pemuda, perempuan, dan pelaku usaha mikro di desa sasaran.
Pemerintah kabupaten di Sumsel menyambut hangat kedatangan para mahasiswa UGM. Dukungan penuh pun diberikan, termasuk penyediaan tempat tinggal, dukungan fasilitas desa, dan kemudahan akses komunikasi dengan OPD terkait.
Kehadiran mahasiswa ini bukan hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa, tapi juga membuka peluang penguatan jejaring akademik dan pembangunan daerah. Pemerintah melihat kehadiran KKN sebagai media promosi dan perencanaan kolaboratif pembangunan berbasis riset dan keterlibatan generasi muda.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM tahun ini sekali lagi membuktikan bahwa pengabdian mahasiswa tak hanya soal teori di kampus, tapi menjadi bagian dari solusi nyata masyarakat. Dukungan dari Kagama Sumsel memperkuat keyakinan bahwa pengabdian tak pernah sendiri.
Dari Muara Enim hingga OKI, semangat muda menyala di ladang pengabdian. Bukan hanya demi nilai akademik, tetapi demi Sumatera Selatan yang lebih tangguh menghadapi masa depan. (dkd)












